
Ammar dan Dzaky mulai mengemasi pakaian nya, sebab hari ini mereka akan berangkat untuk perlombaan pidato sebagaimana yang telah disampaikan sebelum nya .
Dzaky memperhatikan Ammar yang tampak sangat sibuk berbeda dengan diri nya yang hanya tersenyum-senyum entah karena hal apa,
Ammar yang melihat Dzaky seperti itu hanya terdiam dengan beribu pertanyaan.
"Mar," panggil Dzaky
Ammar menoleh,
"Ada apa?" tanya Ammar
"Ana cocok kan sama Afifah?" tanya Dzaky sambil beranjak pergi
Sementara Ammar hanya diam dan tak menjawab pertanyaan itu.
"Mar, buruan kita harus berangkat sekarang ni" teriak Dzaky,
Dengan segera Ammar menyusul Dzaky yang telah mendahului nya terlebih dahulu.
Dzaky terpaku melihat Afifah yang telah terlebih dahulu berada di dalam mobil bersama Aisyah,
(Masyaallah, bidadari) Dzaky berseru dalam hati,
"Yuk cepetan!" tukas Aisyah.
Dengan segera Ammar dan Dzaky masuk kedalam mobil.
Afifah hanya diam disibukkan oleh note book nya, berbeda dengan Aisyah yang terus memperhatikan Ammar yang duduk tepat dihadapan nya.
(Ammar keren banget sih) batin Aisyah bersorak,
"Ammar," panggil Aisyah
Ammar memutarkan kepala nya
spontan Afifah langsung mendongakkan wajah nya.
"Ammar mau ngisi pidato tentang apa?" tanya Aisyah,
Ammar hanya menaikkan kedua bahu nya tanpa jawaban,
(Ammar gak jawab tapi kenapa Afifah kesel ya?) tanya Afifah dalam hati.
"Afifah," panggil Dzaky
"Ya" sahut Afifah,
"Fif, kamu tau gak keadaan hati aku saat ini gimana?" tanya Dzaky.
Afifah menutup note nya, seperti nya Afifah tertarik untuk menjawab pertanyaan Dzaky ini,
"Emang gimana?" tanya Afifah penasaran,
"Layak nya isim mufrod." jawab Dzaky
"Loh kok gitu?" tanya Afifah kembali,
"Iya sendiri." Dzaky menyugingkan senyum nya.
Afifah dan Aisyah yang mendengar jawaban Dzaky itu hanya tersenyum sambil menggelengkan kepala nya,berbeda dengan Ammar yang tampak murung entahlah mungkin Ammar sedang terbakar api cemburu.
"Fif, kamu dengar aku ya" pinta Dzaky
__ADS_1
"Boleh" jawab Afifah.
"Seperti yang ana katakan tadi keadaan ana saat ini seperti isim mufrod tunggal, seperti huruf sendiri tak bermakna, layaknya fiil lazim mencintai tak ada yang di cinta..."
Belum sempat Dzaky menyelesaikan kata-kata alay nya itu Afifah dan Aisyah terkekeh entah kenapa, lain hal nya dengan Ammar yang hanya terdiam membisu.
"Fifah dengar ana," tukas Dzaky
Afifah hanya tersenyum mendengar perkataan Dzaky.
Dzaky mendenggus kesal,
"Ana ingin menjadi mubtada yang mengawali sesuatu, ingin menjadi seorang fail yang berawal dari fiil...." Dzaky terdiam sejenak
Tampak nya Afifah tau arah pembicaraan ini, walaupun Afifah tidak terlalu mengerti dengan istilah-istilah yang di ucapkan Dzaky.
Dzaky menghela nafas nya,
"Tapi ana sadar ana layak nya fiil mudhori, alladzi lam yattashil bi akhir syaiun yang arti nya mencari sesuatu tapi tak bertemu apapun di akhir," Dzaky tersenyum kecut.
Ammar melirik ke arah Dzaky
(Andai ana seorang Dzaky yang mahir dalam ilmu nahwu pastilah ana yang akan mengucapkan itu semua kepada Fifah) Ammar memejamkan mata nya entahlah mungkin, hati nya sedang kacau.
Afifah terdiam
(Yaallah, apa maksud Dzaky?) tanya nya dalam hati,
"Ky, lanjut" sambung Aisyah.
"Fif, bertemu kamu itu bagai khobar muqoddam sebuah kabar yang tak di sangka,"
Tampak Afifah tersenyum secara spontan dengan apa yang diucapkan Dzaky.
"Maksud nya gimana ya?" tanya Afifah sedikit bingung,
"Udah sampai ni," potong Ammar dan segera keluar dari mobil.
Afifah menghela nafas nya
"Cepetan antum keluar ky, ana sama Aisyah juga mau keluar ni," ujar Afifah.
Dengan segera Dzaky keluar dari mobil diikuti Afifah dan Aisyah.
"Fif, ana mau ngomong," tukas Dzaky
Ammar yang mendengar itu segera pergi tanpa sadar Ammar menarik tangan Aisyah,
(Ammar sosweat ) Aisyah berujar dalam hati nya.
Afifah mendenggus kesal
"Kenapa Fif?" tanya Dzaky
"Eh, gapapa" Afifah tersenyum kikuk,
"Owh" Dzaky membulatkan bibir nya,
"Tadi mau ngomong apa?" tanya Afifah.
Dzaky tersenyum
"Fif ana ingin kita seperti idofah ana mudhof nya dan kamu modhofun ilaihi nya,"
__ADS_1
"Supaya apa?" tanya Afifah bingung, maklum lah nama nya juga santri baru.
"Supaya gak terpisah," jawab Dzaky .
"Gimana ya ky?" tampak nya Afifah kebingungan.
"Fif, cinta ana ke kamu itu ber irof rofa tinggi, beranda dhommah satu." Dzaky meyakinkan.
Afifah terdiam
"Fif, kalau kamu terus diam apa itu arti nya setuju layak nya irob mahali?" tanya Dzaky,
"Ky, aku permisi ya"
Dengan segera Afifah meninggalkan Dzaky,
Dzaky hanya terdiam di tempat.
Aisyah duduk di hadapan Ammar
"Mar inni uhibbuki maksud nya apa?" tanya Aisyah,
"Sungguh aku mencintai mu." jawab Ammar acuh
Afifah memegang dada nya dan segera pergi,
"Kenapa pakai inni?" tanya Aisyah
"Untuk penekanan," jawab Ammar singkat
"Owh" Aisyah membulatkan bibir nya.
~♡~
Jam menunjukkan pukul 20:00
Ammar memutuskan untuk mengelilingi tempat itu,
AWW...
Tak sengaja Ammar bertabrakan dengan Afifah,
(Yaallah Ammar) Afifah memejamkan mata nya karena jarak yang begitu dekat,
Lain hal nya dengan Ammar yang malah memperhatikan mata Afifah,
"Indama anzuru ilaiki ara baqiyata hayati amama aini (ketika aku melihat mu aku melihat sisa hidup ku didepan mata ku)" ucap Ammar secara spontan.
Afifah membuka mata nya
"Maksud nya?" tanya Afifah kebingungan,
"Gapapa." jawab Ammar ketus dan langsung pergi
(Arti nya apaan sih?) tanya Afifah dalam hati nya sambil melanjutkan langkah nya.
~♡~
Bersambung....
Ups maksud Ammar apaan ya?
Udah pembaca jangan pada baper,
__ADS_1
Maaf author cuma sanggup ngetik segini harap maklum