
Waktu perlombaan telah usai, kini saat nya mereka kembali ke mahad.
Dzaky menghampiri Afifah,
"Fif," panggil Dzaky
Afifah membalikkan badan nya
"Ada apa ky?" tanya Afifah dengan nada lembut
Dzaky tersenyum
"Kamu baca ini ya." pinta Dzaky sambil menyodorkan selembar kertas yang berisikan tulisan,
Afifah hanya mengangguk dan pergi meninggalkan Dzaky.
Afifah membaca isi kertas tersebut,
Bismillah....
Teruntuk mu, bidadari dalam mimpi ku,
Di selembar kertas ini aku akan menceritakan bagaimana keadaan hidup ku setelah kehadiran mu ,
Jujur sejak pertama kali kamu hadir dalam kehidupan ini,
Hati ini terasa tenang,
Apakah ini yang di namakan cinta?
Entahlah aku pun tak mengerti,
Dan jika ini yang di namakan cinta...
Apakah kamu dapat menerima kehadiran ku layak nya aku yang begitu menerima mu dalam kehidupan ku?
Afifah menutup lembar kertas itu,
"Fifah, buruan!" teriak Aisyah,
Dengan segera Afifah segera beranjak dari duduk nya dan menghampiri teman-teman nya.
Ammar menatap dalam wajah Afifah sambil tersenyum,
(Sudah lah Mar lupakan Fifah, masih banyak hati yang menanti mu) batin Ammar berkata.
"Ky," panggil Afifah
Dzaky menoleh,
"Ya Fif," jawab Dzaky
Afifah memejamkan mata nya
"Inni uhibbuka," ucap Afifah dan berlalu pergi,
Dzaky tersenyum sambil mengikuti pergerakan langkah Afifah.
Ammar terpaku,
-FLASH BACK-
__ADS_1
"Ammar sayank dengar ya, kamu itu cinta pertama aku gimanapun nanti akhir nya aku ga bakal mencintai orang lain selain kamu, kalaupun hubungan kita harus berakhir, aku ga bakal nerima kehadiran orang lain dalam kehidupan aku" Afifah memeluk Ammar dengan sangat erat,
"Ternyata bener ya cinta itu indah Fif," ujar Ammar sambil melepas pelukan Afifah,
Afifah hanya mengangguk sambil memperhatijan keadaan sekitar nya.
"Ammar!" teriak Dzaky
Ammar terkejut,
"Afwan," dengan segera Ammar masuk kedalam mobil.
(Sudah lah Mar ikhlaskan Afifah, Allah akan menggantikan nya dengan yang lebih baik) Ammar mencoba mengikhlaskan.
( Fif mungkin jalan yang kamu pilih salah tapi, bagaimanapun itu inilah satu-satu nya jalan untuk melupakan Ammar) Afifah memejamkan mata nya.
Dzaky menoleh kebelakang,
"Indama anzuru ilaiki ara baqiyata hayati amama aini,"
"Arti nya apa?" tanya Afifah yang seperti nya pernah mendengar kalimat itu,
"Ketika aku melihat mu aku melihat sisa hidup ku di depan mata ku." Dzaky tersenyum dan membalikkan badan nya.
Afifah menatap Ammar sambil tersenyum,
(Mar, apa yang kamu maksud kemarin?) tanya Afifah dalam hati nya.
Empat puluh lima menit berlalu akhir nya mereka tiba di mahad,
Dengan segera Ammar turun dari mobil dan pergi entah kemana,
"Ana awwalan," ujar Dzaky sambil tersenyum ke arah Afifah,
Afifah hanya mengangguk dan segera menarik Aisyah.
~♡~
"Fif, gimana lomba nya?" tanya Kesya penasaran,
"Alhamdulillah lancar," jawab Afifah
Kesya tersenyum
"Alhamdulillah deh,"
Afifah mengangkat tangan Kesya,
"Fifah gak pernah liat cincin itu," ujar Fifah sambil menunjuk cincin yang terpasang di jari manis Kesya,
Kesya tersenyum,
"Mungkin ana harus jujur deh," ucap Kesya
"Emang apa yang kamu sembunyiin dari ana?" tanya Afifah penasaran,
"Ana udah di lamar sama Fauzan, insyaallah setelah selesai masa pembelajaran kita kami akan menikah," jelas Kesya,
"Masyaallah, selamat ya sya,"
Kesya tersenyum,
__ADS_1
"Ana pergi duluan ya Fif," ujar Kesya.
Afifah hanya mengangguk dan melanjutkan langkah nya.
Terlihat sosok Ammar sedang duduk di sudut taman,
Afifah mendekati Ammar yang terlihat kesal,
"Argh.... yaallah gimana ini? ana kira cinta itu indah, tapi kenapa keadaan ana menjadi seperti ini karna cinta? ya rob sungguh indah makhluk yang pernah hadir dalam hidup ana, tapi, kenapa kecewa yang harus ana dapatkan? yaallah, jika bukan dia yang terbaik untuk ana, ana mohon hapuskan seluruh kenangan yang pernah terukir antara ana dan dia," Ammar memejamkan mata nya,
Afifah menghapus air mata yang mengalir di wajah nya,
(Yaallah,apakah benar nama Fifah masih ada di hati Ammar?) tanya Afifah dalam hati.
"Kamu gak harus ngelupain mar, kamu hanya harus menganggap semua itu udah ga berarti lagi dalam hidup kamu," ucap Afifah,
Ammar bangkit dari duduk nya sambil membalikkan badan,
"Afifah," Ammar mengalihkan pandangan nya,
"Mar, apa benar antum masih mencintai ana?" tanya Afifah,
"Awal seperti itu Fif, tapi, ana sadar saat orang yang benar-benar kita cintai pergi dari hidup kita, Allah akan menggantikan nya dengan yang lebih baik dan janji Allah itu pasti," Ammar tersenyum kecut,
"Tapi, Mar cinta gak pernah salah untuk memaafkan," Afifah menundukkan pandangan nya,
"Fif, udahlah kamu sudah memiliki Dzaky semua nya udah terjadi apa yang ana perjuangkan sudah berakhir, tanpa kamu mengerti ana mengakhiri hubungan haram kita untuk menghalalkan nya setelah study kita selesai, itu udah hancur dan kamu Fif yang menghancurkan nya, cinta kita salah Fif, lupakan ana dan ana pun akan melupakan kamu," mata Ammar mulai memerah,
Ammar melangkah pergi,
"Tapi kata orang cinta gak bakal pernah gagal untuk memaaf kan," tukas Afifah.
Ammar menghentikan langkah nya tanpa membalikkan badan,
"Cinta memang gak pernah gagal untuk memaafkan Fif, cinta itu indah kamu benar akan semua itu, tapi maaf... ana udah berhenti untuk mencintai kamu" Ammar melanjutkan langkah nya,
Sementara Afifah hanya terpaku di tempat sambil memperhatikan kepergian Ammar,
(Mar, kita bener-bener selesai,)
Afifah menahan isak tangis nya,
Sementara itu....
(Maaf Fif, ana harus ngomong seperti itu, ana merasa gagal, kamu harus ngerti bahwa cinta gak seindah yang kamu pikirkan, ada saat di mana hati harus bersabar atas kekecewaan,
Afifah, inni uhibbuki fillah),
Ammar tersenyum sambil menatap Foto yang di pegang nya.
~♡~
Bersambung....
Uluh-uluh pembaca jangan sedih dong,
Ingat kata Ammar Allah akan menggantikan nys dengan yang lebih baik
Sorry author baru bisa nyambung hari ini
Soal nya keadaan hati author lagi sama kayak keadaan hati Ammar, ucapi sesuatu gitu :)
__ADS_1