A2 Kekasih Halalku

A2 Kekasih Halalku
~Hanya Untuk mu Zea Afifah Asyila~


__ADS_3

Kini keduanya telah menyelesaikan acara sarapan itu,


"Sayang, aku pergi ke madrasah dulu ya," tukas Ammar yang sekarang tengah berdiri tepat di ambang pintu rumah, dan ditemani oleh Afifah,


"Hati-hati dijalan," pesan Afifah kepada Ammar,


Ammar tersenyum sembari mendekati Afifah,


Kini Afifah mulai melangkah mundur, sepertinya Ammar akan menggoda Afifah kembali,


"Sayang.." kini tepat sudah, Ammar kembali menahan pergerakan langkah Afifah dengan memegang bahunya,


Afifah mendongankkan wajahnya,


"Ana uhibbuki," bisik Ammar tepat ditelinga Afifah,


Deg..


Kini jantung Afifah serasa tak berdetak lagi,


"Sayang.. dirumah baik-baik ya, aku bakal khawatir, ingat! jangan biarkan siapapun mendekatimu terlebih menyentuhmu, kamu milikku hanya milikku bukan orang lain," pesan Ammar sembari mengecup kening Afifah,


"Diriku hanya untukmu dan akan slalu seperti itu, tidak ada satupun orang yang akan memilikiku kecuali kamu, cintaku hanya untukmu," kini Afifah justru membalas kecupan Ammar dengan mencium pipi kanan Ammar dengan jangkauan tingginya,


Deg..


Kini Ammar yang serasa ingin terbang melayang rasanya,


"Yaudah, kamu hati-hati ya," ujar Afifah sambil mencium punggung tangan Ammar,


Ammar hanya tersenyum disertai anggukan kecil dan segera pergi.


~♡~


Sepanjang hari Afifah hanya diam di dalam rumah, tak ada satu hal pun yang tengah ia kerjakan saat ini, sesekali Afifah membuka-buka dairy lamanya, rasanya sudah cukup lama ia tak menggoreskan tinta di atas lembaran-lembaran bukunya.


Afifah memperhatikan sebuah note sedang bewarna merah muda, ia tersenyum sembari membuka lembaran-lembaran note itu,


Dear dairy...


Yaallah, sungguh aku mencintai satu diantara seluruh makhluk ciptaanmu,


Jadikan dia untukku


Izinkan aku menggapai jannah mu bersamanya.


"Ngapain senyum-senyum sendiri?" tanya Ammar yang tiba-tiba telah berada di hadapan Afifah kembali,

__ADS_1


"A-- Ammar!" Afifah menutup notenya dan segera menyembunyikannya, namun ia kalah cepat dengan Ammar, kini note itu tengah berada dalam genggaman Ammar,


"Balikin...." kini Afifah memelas,


Ammar hanya menggelengkan kepalanya sembari membuka lembaran note tersebut,


"Dear dairy...


Ammar memang bukan milik Aisyah,


Ammar tidak mencintai Aisyah!


tidak sedikitpun!


Namun...


Entah mengapa terbesit di hati ini dengan sebuah kekecewaan,


Yaallah...


Apa Fifah masih mencintai Ammar?


Jujur, Fifah gak kuat sama semua ini!


Ammar jika benar kamu yang terbaik untukku,


Ammar meletakkan dagunya di bahu milik Afifah dari arah belakang,


"Kamu tidak pernah berhenti mencintaiku selama ini?" Bisikan lembut itu terdengar jelas di telinga Afifah,


'Yaallah... jawab apaan ni? Afifah malu,' Afifah memejamkan matanya,


"Jawab suamimu sayang! aku bertanya tentang perihal hatimu yang dulu pernah menjadi milikku sebelum semuanya sah apakah benar dirimu tidak pernah berhenti mencintaiku? dan s'lalu terbakar api cemburu saat aku berada di dekat orang lain?" Ammar menggenggam kedua tangan Afifah yang tiba-tiba saja membeku,


"A--aku harus keluar!" elak Afifah,


Namun secepat kilat Ammar membalikkan tubuh istrinya itu, kini tepat sudah sasarannya wajah Afifah berada di hadapannya bahkan ini lebih dekat dari yang pernah terjadi,Ammar tersenyum.


"Buka matamu sayang! lihat di hadapanmu ada pria tampan," Ammar menarik tangan Afifah yang menutupi wajah nya.


"Ammar!" rengeknya,


"Sayang... aku juga tidak pernah berhenti mencintaimu, aku s'lalu mencintaimu, bahkan ketika hatimu singgah ke hati orang lain sekalipun itu, aku tetap mencintaimu," kini Ammar menatap Afifah dengan sriyus,


Entah apa yang merasuki Afifah, tiba-tiba saja ia memeluk Ammar dengan sangat erat,


"Fifah juga sayang banget sama Ammar!" Kini pelukan itu semakin erat,

__ADS_1


"Jalan yuk!" ajak Ammar,


Afifah hanya mengangguk dan segera mencari cadarnya,


"Fif, apa itu?" Ammar mendekati Afifah,


"Mana?" Afifah terlihat takut,


Sementara Ammar hanya terdiam sembari mengambil cadar yang berada di genggaman Afifah,


"Aku cuma mau ngambil ini kok!" Ammar menunjukkan cadar yang tengah di pegangnya sambil tersenyum jail,


"Ish, balikin!" Afifah mulai merengek layaknya anak kecil,


"Coba bilang dulu, sayang balikin," ucap Ammar dengan nada manja,


Afifah mendenggus kesal,


"Sayang balikin!" Ucapnya sambil meniru perkataan suaminya itu.


Sementara itu Ammar langsung berdiri tepat di hadapan Afifah,


"Ammar, jangan khilaf sekarang!" Afifah memejamkan matanya,


Ammar hanya terkekeh geli melihat tingkah laku Afifah saat ini,


"Cuma mau masang ini kok!" Ammar tersenyum sambil memasangkan cadar di wajah Afifah,


Sungguh mengesalkan, Afifah menatap Ammar dengan tatapan sinisnya,


"Indama anjuru ilaiki qolbi yabtasim,( ketika aku melihatmu hatiku tersenyum)" Ammar tertunduk malu,


'Yaallah, apa lagi ini?' batin Afifah brrteriak kencang,


Ammar mengambil kedua tangan Afifah dan menggenggamnya,


"Kamu adalah kekasih ku, ketika berada di dekatmu jiwaku terasa tenang, begitu pula dengan hati ini, habibati aku takut jika kamu memisahkan antara hatiku dan hatimu, maka dekatkanlah nadimu di sini di dekat nadi ku," Ammar meletakkan sebelah telapak tangan Afifah tepat di dada Ammar,


Deg...


Jantung Afifah berdegup sangat kencang, Afifah mendongakkan wajahnya sementara Ammar menundukkan wajahnya, readers tau dong maksudnya gimana.


"Kita adalah sepasang kekasih, hatiku adalah milikmu, tidak perlu mendekatkan nadi agar aku slalu mencintaimu... karena nadiku telah menyatu dengan nadimu ketika hati kita telah menyatu dalam ikatan yang halal, jangan takut aku tidak akan pernah memiliki pria lain lagi setelah pernikahan ini, tapi... wanita lain masih bisa memilikimu Ammar Al-Fatih, tidak masalah jika jika nantinya aku akan berbagi cinta, walau itu harus dengan tiga wanita sekalipun, Ammar Al-Fatih... inni uhibbuka, aku mencintaimu dengan sebenar-benar cinta dan cintaku untukmu karena Nya, maka aku ikhlas dengan skenario cinta ini bagaimanapun nanti," Afifah tersenyum dari balik cadarnya,


"Cintaku hanya untukmu Zea Afifah Assyifa, bidadari Al-Fatih," Ammar mendaratkan kecupannya di kening Afifah.


~♡~

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2