A2 Kekasih Halalku

A2 Kekasih Halalku
~Pernikahan~


__ADS_3

Dear dairy....


Entah kenapa Fifah ngerasa kesel sama Ammar,


Seperti awal kami bertemu,


Fifah ngerasa canggung,


Hati Fifah kenapa sih?


Fifah menghembuskan nafas nya,


"Fifah bingung kenapa semua nya jadi seperti ini," Fifah membuka jendela penginapan sambil menatap bintang-bintang yang bertebaran di langit,


Afifah tersenyum lalu mengambil selembar kertas dan menulis di atas nya,


(Mungkin, dengan cara ini Fifah bisa sedikit tenang) batin Afifah menjatuhkan selembar kertas itu dari lantai atas yang di tempati nya,


Dengan segera Afifah menutup jendela tersebut dan segera tidur,


"Apa ini?" Ammar membuka lembaran kertas yang di dapati nya,


Bertemu dengan sosok seperti mu adalah, sebuah hal yang tak pernah aku rencanakan sebelum nya,


Memiliki mu adalah hal yang tidak pernah aku harapkan sebelum nya,


Berpisah dengan mu adalah hal yang tak pernah aku inginkan,


Entahlah,


Kehadiran mu membuat hidup ku terasa rumit


Namun, dengan kerumitan itu aku ingin kamu kembali,


Ammar tersenyum,


"Tulisan nya seperti tulisan Fifah, tapi gak mungkin" Ammar menggelengkan kepala nya,


Skip....


Perlombaan pidato telah usai esok mereka akan kembali ke mahad,


Afifah memperhatijan Ammar yang sedang duduk seorang diri di taman,


"Kenapa sih Fifah harus jatuh cinta sama orang sebaik Ammar, kan jadi susah di lupain ujung-ujung nya," Afifah mendenggus kesal,


Ammar membalikkan badan nya, dengan segera Afifah melangkah pergi, namun entah kenapa ia bisa terjatuh,


"ADUH!" teriak Afifah,


Dengan segera Ammar menghampiri Afifah,


"Kamu kenapa?" Ammar tersenyum geli,


Afifah hanya terdiam dengan wajah masam nya,


Ammar hanya menggeleng-gelengkan kepala nya dan mengobati kaki Fifah yang terlihat memar,


"Eh!" seru Afifah


"Kenapa?" tanya Ammar kebingungan,


"Ga boleh khawalat di tempat sepi nanti timbul fitnah," ujar Afifah spontan


"Oh yaudah ana pergi," Ammar beranjak dari duduk nya,


"Eh, jangan pergi tanggung jawab!" seru Afifah,

__ADS_1


Ammar menghela nafas nya,


"Tadi saya mau nolongin kamu, kamu bilang ga boleh khawalat gimana sih, lagian ana harus tanggung jawab atas hal apa?" Ammar memicingkan mata nya,


"Yaiyalah kamu harus tanggung jawab, kalo gak karna Fifah liatin Ammar dari tadi Fifah gak bakal begini." celoteh Afifah,


Ammar terpaku


"Coba ulangi perkataan kamu barusan," Ammar menyugingkan senyum nya,


(Yaallah, kenapa Fifah bilang nya di depan Ammar)


Afifah terdiam seribu bahasa sementara Ammar hanya tertawa geli,


"Niat bantuin gak sih," Afifah mengalihkan pembicaraan,


Ammar menatap tajam mata Afifah,


(Fif, ana ingin melupakan tapi kenapa kamu semakin hadir) batin Ammar,


(Yaampun tatapan nya itu tajam banget, andai aja kata aku dan kamu itu masih tersusun rapi menjadi kita, pasti Fifah bahagia banget Mar)


"Ngapain liatin sampai segitu nya?" Ammar menaikkan sebelah alis nya,


"Apaan sih," Afifah mendorong Ammar dan bangkit dengan segera,


"Gak usah sok udah bisa jalan deh," tukas Ammar,


"Bisa kok," tukas Afifah sambil melangkah, dan tiba-tiba terhenti,


(Aduh sakit ternyata masihan) ujar Afifah dalam hati nya,


"Kok berhenti?" Ammar tersenyum jail


Tanpa sepatah kata pun Afifah langsung merangkul Ammar,


"Ayo jalan!" perintah Afifah


"Fif, kalau ada yang tau kita bisa di nikahi paksa,"


"Mar, ini darurat," jelas Afifah


"Tau ah," Ammar melepas rangkulan Afifah dan meninggalkan nya,


(Fif, sadar Fif Ammar udah ga cinta lagi sama kamu, Ammar cuma sekedar mau bantui bukan peduli, udah Fif ngekhayal nya) Afifah menghela nafas nya,


(Mar, berhenti perhatian ke Fifah, dia milik Dzaky sekarang sahabat kamu sendiri jangan mengganggu, lupakan Fifah dia bukan yang terbaik) Ammar terus berjalan tanpa berbalik arah.


~♡~


Hari ini Ammar dan Afifah kembali ke mahad, empat puluh lima menit berlalu Ammar turun dari mobil tanpa memperhatikan Afifah sedikit pun,


"Ammar," teriak Aisyah sambil berlari ke arah Ammar dan memeluk nya,


Sontak seluruh santri yang berada di tempat itu terdiam,


Ammar melepas pelukan Aisyah,


"Apa maksud ukhty," Ammar terlihat kesal dan segera meninggalkan tempat itu,


Aisyah terdiam


(Yaallah hati Fifah sakit,) Afifah pergi meninggalkan tempat itu dengan wajah masam,


Sementara itu,


"Mar, di panggil ke kantor tuh," ujar Fauzan yang tiba-tiba datang,

__ADS_1


"Soal apa ya?" Ammar menatap Dzaky


"Lomba mungkin," sahut Fauzan


Dengan segera Ammar kembali melangkahkan kaki nya yang terlihat sangat lelah,


Ammar berdiri di depan pintu kantor, bukan nya mendapatkan sosok Afifah justru sosok Aisyah yang di dapati nya,


"Ada apa ustadz?" tanya Ammar


"Benar Aisyah memeluk kamu tadi?" tanya ustadz Ustman dengan nada tegas,


Ammar terdiam dengan anggukan


"Kamu tau apa konsekuensi atas perbuatan itu?" tanya ustadz Ustman


Ammar hanya menggeleng


"Kalian harus menikah karna Aisyah melakukan nya dengan sengaja,"


Afifah yang sedang berdiri di depan pintu kantor langsung pergi,


"Tapi ustadz," elak Ammar


"Tidak ada kata tapi," tegas ustadz Ustman,


Ammar terlihat kesal dengan keberadaan nya di kantor hari ini,


Pada waktu yang bersamaan,


Dear dairy....


Hari ini perjuangan Fifah benar-benar hancur,


Ammar akan menikah dengan Aisyah,


Dan seisi mahad akan menyaksikan ini,


Jujur...


Afifah ga ikhlas


Fifah kecewa yaallah,


Yaallah, bagaimana ini?


Fifah ga bisa mencintai orang selain Ammar


Bahkan itu Dzaky sekalipun


Fifah kecewa dengan cinta Fifah yang tumbuh buat Ammar,


Terimakasih karna hanya memberiku luka luka dan luka.


Afifah menghapus air mata nya


(Selamat tinggal Fif, perjuangan ana sudah hancur, ana gak bakal bisa memiliki kamu, sia-sia perjuangan ana selama ini untuk menjaga kamu dari dosa) Ammar menunjukkan kepala nya.


~♡~


Bersambung....


Ada kala nya di mana cinta seseorang akan di uji,


Tapi percayalah rencana llah jauh lebih indah dari keinginan mu😊


Bersabarlah, semua akan baik-baik saja.

__ADS_1


__ADS_2