
"Mar,kenapa antum pergi tadi?" tanya Fauzan
Ammar hanya tersenyum
"Cantikkan bidadari yang ana maksud," sambung Dzaky,
"Iya, iya." jawab Dzaky sambil merebahkan tubuh nya ke ranjang.
"Mar, cantikkan?" tanya Dzaky usil,
Ammar hanya tersenyum dan pergi entah kemana.
"Ammar mau kemana tu?" tanya Fauzan ,
Dzaky hanya diam dengan menaikkan kedua bahu nya.
"Zan,semoga Afifah bisa menjadi milik ana ya," ucap Dzaky secara tiba-tiba,
"Amin," sahut Fauzan.
Sementara itu Dzaky terus tersenyum tanpa alasan,
(Yaallah, betapa indah nya hidup ini jika Afifah bisa menjadi milik ana) ujar Dzaky dalam hati nya.
Dan pada waktu yang bersamaan...
Ammar duduk di pinggiran taman
"Yaallah, jika benar Afifah tercipta memang untuk ana, ana harap agar hati nya slalu terjaga" ucap Ammar sambil menatap bintang-bintang yang bertebaran di langit.
"Ammar," panggil seseorang
Ammar menatap ke suara itu,
Seketika Ammar tak berguming.
"Mar,kamu ngapain di sini, ini kan udah malam." ujar Afifah,
"Ana,itu hmm..." Ammar menghentikan ucapan nya,
"Antum kenapa?" tanya Afifah kembali
"Ana cuma pengen sendiri," jawab Ammar singkat.
Afifah menghela nafas nya
"Yaudah, ana pergi ya," tukas Afifah dan melangkah pergi.
"Afifah!" panggil Ammar
Afifah tersenyum sambil membalikkan badan nya,
"Ada apa mar?" tanya Afifah,
Ammar mengatur detak jantung nya yang mulai tak karuan
(Yaallah kenapa ini?) tanya nya dalam hati,
"Mar," panggil Afifah
"Hati-hati, di jalan." ucap Ammar yang tiba-tiba merasa kikuk,
"Emang di jalan ada apa?" tanya Afifah dengan wajah polos nya.
Ammar tersenyum
"Ada wajah ikhwan yang tidak seharus nya kamu lihat." jawab Ammar sambil beranjak dari duduk nya, dan langsung meninggalkan Afifah.
"Maksud nya?" tanya Afifah pada diri nya sendiri.
Ammar terus berjalan
(Yaallah, kenapa ana harus bilang itu ke Afifah? gimana kalau dia ngerti apa yang ana maksud) Ammar merasa tak karuan.
~♡~
Jam menunjukkan pukul 07:15
Para santri mulai masuk ke dalam kelas masing-masing,
"Assalamualaikum," ucap ummi Zizah
"Waalaikumsalam" jawab para santri putri dengan serentak,
__ADS_1
"Kebetulan hari ini para ustadz dan ustadzah akan mengadakan rapat tentang santri dan santriwati, yang akan mewakili pesantren kita untuk, lomba pidato jadi ummi harap kalian bisa tenang." ujar ummi Zizah
"Aman mi." jawab mereka serentak,
"Yaudah, ummi tinggal ya" ummi Zizah meninggalkan kelas.
Afifah mengeluarkan sebuah note book dari dalam laci nya.
Dairy...
Kemarin, Afifah ketemu Ammar
Afifah ngerasa malu
Tapi... Afifah seneng
Yaallah, apa Ammar masih mencintai Fifah?
Dan apa maksud perkataan Ammar kemarin?
Yaallah Afifah pengen Ammar kembali dalam hidup Fifah,
Yaallah, jagai Ammar
Afifah mengakhiri note nya,
"Afifah ngapain?" tanya Kesya yang tiba-tiba muncul
Dengan segera Afifah menutup note nya
"Gak ada kok Sya," Afifah memejamkan mata
nya,
"Owh" Kesya membulatkan bibir nya.
Entah kenapa tiba-tiba saja Afifah merasa canggung,
(Yaallah Fifah gak tenang) ujar Afifah dalam hati nya.
"Fif, keluar yuk udah jam istirahat ni," ajak Kesya,
Afifah hanya mengangguk dan menyetujui ajakan Kesya.
Ammar berdiri di pinggiran balkon mahad,
Ammar tersenyum sambil menulis sepatah kata di selembar kertas, dan membuat nya menjadi sebuah pesawat kertas,
dengan segera Ammar melempar kertas itu.
Tapi tuhan berkata lain, bukan nya terhenti di hadapan Afifah
tetapi malah terhenti di hadapan Aisyah.
"Astagfurullah," Ammar memukul kening nya.
"Apa ini?" tanya Aisyah sembari membuka kertas itu,
Inni uhibbuki...
Aisyah menatap Ammar, sementara Ammar hanya memegangi kening nya,
(Yaallah kok bisa salah) jerit Ammar dalam hati nya,
"Wa ana uhibbuka." teriak Aisyah
Ammar hanya terdiam dan segera pergi.
"Syah!" panggil Afifah,
dengan segera Aisyah menghampiri Afifah dan Kesya,
"Kamu ngapain teriak-teriak?" tanya Kesya
"Karena Ammar ngasi ini ke ana," Aisyah menunjukkan selembar kertas kepada Afifah dan Kesya.
Afifah terpaku dengan pandangan kosong,
(Yaallah, secepat ini kah Ammar mencintai orang lain?) tanya Afifah dalam hati nya,
Kesya tersenyum
"Wah cocok dong kan sama-sama a" ucap Kesya,
__ADS_1
"Ana awwalan." sambung Afifah sambil berlari entah kemana,
"Fif!" teriak Kesya sambil mengejar Afifah,
Aisyah hanya terdiam dan kembali ke kelas.
Pada waktu yang bersamaan pula,
"Cepet Zan, ajari ana gombal," tukas Dzaky,
"Malas," tolak Fauzan,
"Emang antum mau ngapain?" sambung Ammar,
"Mau gombalin Afifah." jawab nya singkat.
"Owh" Ammar membulatkan bibir nya, sambil mencoret-coret buku yang ada di hadapan nya dengan rasa kesal.
~♡~
Seluruh santri putra dan putri berkumpul di halaman mahad,
"Baik, langsung saja berdiri nya saya di hadapan kalian semua untuk mengumumkan, hasil rapat kami tentang perwakilan perlombaan pidato, sesuai kesepakatan para ustadz dan ustadzah putra yang akan mewakili sekolah kita ada dua orang yaitu Dzaky dan Ammar," ustadz Ustman menghentikan perkataan nya.
"Putri ustadz?" teriak seorang santri putra,
"Dan untuk putri Aisyah dan Afifah yang akan mewakili nya, lusa kalian akan berangkat sekuan dan terimakasih wassalam." ustadz Ustman segera pergi.
"Yes ada kesempatan." Dzaky terlihat kegirangan,
sementara Ammar hanya terdiam,
Afifah memperhatikan Ammar dari kejauhan,
(Sakit ya kalau orang yang kita cintai mencintai orang lain) ujar nya dalam hati sambil tersenyum,
Seluruh santri kembali pada kegiatan nya masing-masing.
Ammar duduk di sebelah Fauzan yang tampak di sibukkan dengan pelajaran,
"Rasa cinta aku ke kamu itu layak nya huruf yang gak bakal bisa sendiri tanpa ada nya isim, dan aku berharap agar kamu dapat menjadi isim itu agar aku dapat berdiri," ucap Dzaky yang tiba-tiba muncul entah dari mana,
Ammar hanya diam membisu
Sementara Fauzan hanya terkekeh,
"Gimana baguskan?"tanya Dzaky,
Fauzan mengangguk
"Lebay," jawab Fauzan menahan tawa,
"Ana mau kemaktabah" sambung Ammar.
Dzaky dan Fauzan hanya mengangguk.
(Yaallah, kenapa Dzaky harus suka sama Afifah, dan kenapa harus Dzaky?) Ammar mengoceh dalam hati,
Ammar mengelilingi perpustakaan tanpa tujuan,tak sengaja ia melihat seorang santri putri kesulitan untuk mengambil kitab,dengan segera Ammar menghampiri nya dan mengambil kitab itu.
"Ini," ujar Ammar
"Makasih," ucap nya sambil membalikkan badan,
Ammar terdiam
"Syukron akh,"ucap Aisyah, sambil tersenyum,
"Ammar, Aisyah" Afifah yang tak sengaja melihat kedekatan antara Ammar dan Aisyah segera pergi.
"Afifah!" panggil Ammar sambil mengejar Afifah,
(Yaallah,sakit banget) batin Afifah
"Fif," Ammar menarik tangan Afifah,
Afifah menghentikan langkah nya,
"Mar,aku ada urusan" ucap Afifah melepaskan pegangan Ammar,
Ammar hanya terdiam
(Yaallah,apa yang ana lakukan? kenapa ana harus nyentuh Afifah, itu gak boleh)
__ADS_1
ucap nya dalam hati.
~♡~