A2 Kekasih Halalku

A2 Kekasih Halalku
~Semoga Cinta mu Untukku Benar~


__ADS_3

Ammar menatap Afifah sendu,


'Yaallah... cinta ana untuk Fifah memang benar adanya, tapi... rasa untuk Milan masih begitu dalam, lantas apa yang harus ana lakuin?'


"Sayang, bantui aku nyusun dairy lama ini dong!" Afifah merekahkan senyumnya,


Ammar hanya diam sembari menghampiri Afifah,


"Ini bagus banget notenya!" Ammar membuka salah satu note book milik Afifah,


Dear dairy...


Ammar...


Afifah berharap setelah pernikahan nanti,


Semua akan berjalan dengan baik-baik saja,


Tanpa seorang pun yang akan merusak segalanya,


Aku percaya cintamu untukku itu benar,


Dan sayang...


Aku berjanji akan selalu setia untukmu,


Aku berharap kamu pun begitu,


Dan jika kamu berkhianat...


Yakinlah aku akan pergi!


Spontan Ammar terpaku,


"Udah yuk kita bakar!" ajak Afifah sambil menarik tangan Ammar,


Ammar hanya diam membisu saat Afifah membakar semua dairy nya.


15 menit berlalu semua kertas telah menjadi debu, Afifah tersenyum lega,


"Sayang, masuk yuk!" ajak Afifah kembali,


Lagi-lagi Ammar hanya diam,


Kini keduanya tengah berada di ranjang,


'Ammar kok dingin banget ya?' Afifah bergumam dalam hatinya,


'Yaallah... kalau Afifah tau Milan telah kembali gimana?' kini pandangan Ammar berada pada benda pipih yang di pegangnya,

__ADS_1


'Ammar kenapa sih?' Afifah berdecak kesal,


Namun sepertinya Ammar masih belum mengerti,


"Ammar!" Afifah menarik gadjet yang berada di genggaman Ammar dengan wajah yang penuh kekesalan,


"Ya kenapa?" tanya Ammar kebingungan,


"Kamu kenapa sih?" tanya Afifah serius,


Ammar hanya tersenyum sembari menarik Afifah kedalam pelukannya,


"Mar, aku butuh jawaban bukan pelukan kamu!" Afifah menegaskan sambil mendorong Ammar,


"Fif, aku harus ke madrasah sekarang!" ucap Ammar sambil melangkah keluar,


"Jangan bohong! aku ngerasa kamu nyembunyiin sesuatu dari aku Mar! Ayolah, jujur!" kini air mata mulai menetes dari kedua pelupuk mata Afifah,


Ammar menghentikan langkahnya dan mendekati Afifah,


"Sayang jangan nangis," Ammar mulai menghapus air mata yang membasahi wajah Afifah,


"Kamu gak mau liat aku nangis?" tanya Afifah sendu,


Ammar hanya mengangguk sambil menatap Afifah,


"Kalau kamu gak mau liat aku nangis lagi, kamu jujur sama aku apa yang sebenarnya terjadi!" Afifah menegaskan,


"Kenapa kamu gak bilang? Kan aku bisa pijatin," ucap Afifah sembari menjatuhkan kepala Ammar dalam pangkuannya,


'Fif, maaf aku gak bisa jujur!' Ammar memejamkan matanya,


~♡~


"Sayang... aku ke madrasah ya!" ucap Ammar sambil mengecup kening Afifah dan segera berlalu,


'Entah kenapa perasaan aku gak enak,' Afifah menghela nafasnya sambil mengikuti Ammar,


Sementara itu Ammar merasa gelisah, entahlah rasanya keadaan ini benar-benar membunuhnya,


Kini tiba sudah ia di madrasah dengan segera ia melangkahkan kakinya keluar,


"Astagfirullah!" Ammar terpaku ketika melihat seorang wanita yang berada di hadapannya,


"Ammar, kamu di sini?" tanya milan dengan beberapa buku yang berada dalam pelukannya,


"Aku ngajar disini! kamu sendiri ngapain di sini?" Ammar kembali bertanya,


"Aku ustadzah baru di sini," jelas Milan,

__ADS_1


Sementara Ammar hanya menganggukkan kepalanya,


"Mar, aku gak nyangka kalau kita bakal ketemu lagi, sesuai dengan janji aku bahwa aku akan benar-benar kembali setelah aku sukses, dan kamu? apa kamu masih dalam pendirian kamu, kalau kamu gak bakal menikah kecuali dengan aku?" Milan bertanya,


Tanpa mereka sadari Afifah tengah menyaksikan itu semua,


"Mil, a--aku," Ammar terdiam,


"Kamu masih stay kan hany?" Milan memastikan,


Ammar mengangguk,


'Apa maksud Ammar? Mar, kamu itu milik aku,' Afifah merasa kecewa dengan segera ia meninggalkan tempat itu,


"Kamu sriyus?" Milan tersenyum lepas,


Mil, rasa cinta itu masih ada, dan aku selalu stay buat kamu, tapi maaf! pernikahan telah mengikatku sehingga untuk memiliki kamu kembali itu gak mungkin," Ammar berlalu pergi


Milan terdiam memperhatikan kepergian Ammar,


"Aku kira, kamu benar-benar menepati janji kamu, tapi aku salah!" Milan menghembuskan nafasnya,


Jam terus berputar hingga waktu mengajar pun telah usai, Ammar segera pulang kerumah,


Saat tiba di rumah...


"Assalamualaikum bidadari Al-Fatih...." sambut Ammar sambil mencium pipi Afifah,


Namun tak ada respon apapun akan hal itu, justru Afifah malah pergi meninggalkan Ammar,


"Sayang, kamu mau kemana sih?" Ammar menahan tangan Afifah,


"Dapur!" jawab Afifah ketus,


Ammar tersenyum manis,


"Mau buatin aku kopi?" tanya Ammar,


"Enggak!" kini jawaban yang di berikan Afifah semakin datar,


"Terus?" Ammar merasa penasaran,


Afifah membalikkan badannya,


"Semoga cintamu untukku benar!" ujar Afifah ketus dan segera meninggalkan Ammar,


Ammar hanya tersenyum, sepertinya ia tak mengerti.


~♡~

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2