A2 Kekasih Halalku

A2 Kekasih Halalku
~Kenapa Harus Aisyah~


__ADS_3

Kedua orang tuam Ammar maupun Aisyah telah berkumpul,Ammar menatap seisi ruangan dengan perasaan kesal,


'Kenapa harus Aisyah, kenapa bukan Afifah?' teriak Ammar dalam hati nya,


"Kami mohon maaf yang sebesar-besar nya atas perbuatan Aisyah yang harus berujung dengan semua ini," ucap ummi Zizah merasa malu akan perbuatan putri nya,


Sementara itu bu Tika dan pak Lukman orang tua Ammar hanya mengangguk,


"Baik, apakah segala nya telah di persiapkan?" tanya ustadz Ustman,


"Sudah," sahut ustadz lain nya,


'Aisyah akan memiliki Ammar, tapi Ammar pasti akan membemci Aisyah' Aisyah menatap wajah Ammar yang terlihat begitu kesal,


"Fifah Kesya!" panggil ustadz Ustman yang tak sengaja melihat Afifah dan Kesya,


"Ya ustadz," jawab Kesya,


"Temani Aisyah di sini," pinta ustadz Ustman,


Afifah terdiam,


"Yuk," Kesya menarik tangan Afifah,


Kedua nya duduk di samping Aisyah,


Afifah menatap Ammar dengan penuh kekecewaan,


'Semua nya usai Mar, usai dengan kekecewaan' Afifah mengalihkan pandangan nya,


'Fif, kenapa perpisahan yang sesungguh nya yang ana dapat kan?' Ammar mendenggus,


"Ustadz, penghulu nya sudah datang," ujar ummi Zizah,


Ammar terdiam,


'Tinggal menunggu hitungan detik Mar, ana akan benar-benar kehilangan kamu untuk selama nya,' Afifah tersenyum kecil kepada Ammar dan Aisyah,


Ammar kembali melempar senyum kepada Afifah,


'Mar, apakah yang terpancar di bibir kamu adalah senyum kebahagiaan?' Afifah kembali menundukkan pandangan nya,


'Fif, senyum kamu indah dan terasa tulus, apa kamu mengikhlaskan pernikahan ini?' Ammar menatap dalam wajah Afifah,


Segala nya telah disusun tinggal prngikraran izab lah yang akan dilaksanakan, Ammar duduk tepat di hadapan penghulu,

__ADS_1


Seluruh mata tertuju kepada Ammar dan Aisyah,


Kini saat nya Ammar yang mengucapkan ijab tersebut,


Namun tak sedikitpun Ammar berguming ia hanya diam membisu,


'Fifah gak bakal kuat dengar ini,' ujar Fifah dalam hati nya dan segera pergi entah kemana,


"Afifah," dengan segera Kesya mengejar Afifah,


"Mar," ujar pak Lukman,


Ammar hanya membisu,


"Ammar," sambung ustadz Ustman,


Ammar membubarkan lamunan nya,


"Abi, ini gak adil Ammar gak salah, kenapa Ammar harus menikahi Aisyah, Ammar gak bisa ustadz," tukas Ammar kepada pak Lukman dan ustadz Ustman,


Aisyah tertunduk


"Tapi, Mar tinggal separuh perjalanan lagi kamu dan Aisyah akan sah menjadi suami istri," jelas pak Lukman,


Ammar menggelengkan kepala nya,


Sementara Aisyah hanya terdiam di tempat,


Dalam waktu yang bersamaan pula,


"Fif, kamu kenapa nangis?" Kesya menghapus air mata yang mengalir dari kedua pelupuk mata Afifah,


Afifah hanya terdiam dan memberikan sebuah note book kepada Kesya,


"Apa ini?" Kesya membuka lembaran note tersebut,


A&A


Afifah Ammar...


Thanks for today


Karena mu aku menjadi perempuan yang paling bahagia di muka bumi ini.


Kesya terdiam menatap Afifah,

__ADS_1


'Mungkin, Fifah harus berusaha buat lupain Ammar, sekarang Afifah akan berusaha untuk mencintai Dzaky dengan tulus' Afifah menghapus air mata nya,


"Fifah," Ammar menatap Afifah


Afifah mendongakkan wajah nya,


"Apa?" tanya Afifah


"Ana mau bilang sesuatu Fif," ujar Ammar,


Afifah tersenyum


"Sebelum kamu bicara boleh ana yang berbicara terlebih dahulu?" Afifah mengalihkan pandangan nya,


"Boleh," jawab Ammar


"Mulai dari detik ini Ammar akan menjadi orang yang paling Fifah benci dan Fifah gak bakal pernah mau kenal sama Ammar apalagi bicara, rasa kecewa Fifah udah terlalu besar bahkan hati Fifah udah membeku dan ini semua karna Ammar, jadi tolong mulai detik ini juga jangan pernah anggap kita pernah kenal,"


"Tapi Fif," sela Ammar


Afifah hanya diam dan pergi dengan wajah penuh kemarahan,


Kesya menyodorkan note Afifah kepada Ammar,


"Mungkin kamu akan mengerti bagaimana keadaan hati Fifah dengan ini," Kesya segera menyusul Afifah,


Tepat di lembar terakhir note itu,


Baiklah hari ini aku benar-benar berhenti untuk mencintai mu...


Selamat tinggal Ammar,


Rasa ini pudar dengan sendiri nya


Terimakasih karena telah memberi ku beribu kekecewaan,


Tanpa mu aku baik-baik saja,


A&A telah usai,


Anggap semua ini tidak pernah terjadi...


~ā™”~


Bersambung...

__ADS_1


Terkadang luka lah yang menyadarkan seseorang akan bodoh nya penantian😌


__ADS_2