A2 Kekasih Halalku

A2 Kekasih Halalku
~Aku Hanya Mencintai mu~


__ADS_3

"Ayo kita turun sayang!" sarkas Ammar sembari menggandeng Afifah,


"Ok," jawab Afifah sambil mengikuti langkah Ammar,


"Kamu ingat tempat ini?" tanya Ammar sambil menatap Afifah,


FLAS BACK...


"Aduh!" Afifah meringis kesakitan karena baru saja bertabtakan dengan seorang pria,


"Mbak hati-hati dong jalannya," ujar Ammar,


"Ulangi!" tegas Afifah,


"Mbak," sahut Ammar singkat,


"Eh, situ gak liat masih cantik gini di bilang mbak, saya masih SMA!" jelas Fifah dengan penuh kekesalan.


Ammar mendekatkan wajahnya tepat di hadapan Afifah,


"Eh, mau ngapain?" Afifah memejamkan matanya,


"Jangan galak-galak entar gak laku," ledek Ammar,


"Sembarangan!" Afifah menendang kaki Ammar,


"Aw, sakit!" Ammar menjatuhkan dirinya di bangku taman,


Afifah mendekati Ammar,


"Mana yang sakit?" Afifah bertanya dengan penuh penyesalan,


Ammar menunjukkan kakinya yang ditendang Afifah, dengan segera Afifah mengobatinya,


"Ammar!" ucapnya sembari mengulurkan tangan,


Afifah tersenyum sambik menerima uluran tangan itu,


"Afifah," jawabnya,


"Kita temenan?" tanya Ammar,


"Hmm... gimana ya?" Afifah memandang lekat wajah Ammar,


"Gak mau? Ya udah gapapa, gak maksa kok," jelas Ammar,


"Nanti kalo kita kejebak cinta gimana?" Afifah bertanya penuh keraguan,

__ADS_1


Sementara Ammar terkekeh mendengarnya, bagaimana mungkin ia akan jatuh cinta dengan gadis sekejam Afifah pikirnya,


"Tenang tipe seorang Ammar gak kayak Afifah kok," Ammar menahan tawanya,


"Ok," Afifah merasa kesal.


FLAS BACK ON


Afifah tertawa geli,


"Ini tempat pertama kali kita kenal," jelas Afifah sambil menatap wajah tampan Ammar,


"Kamu bisa aja ya," Ammar menggelengkan kepalanya,


"Waktu itu kamu mencintai seorang gadis bernama milan kan?" Afifah membuang pandangannya,


Spontan Ammar langsung memeluk Afifah, entah apa yang ada di pikirannya sehingga ia mengucapkan nama itu,


"Sekarang aku hanya mencintaimu bukan orang lain," jelas Ammar.


~♡~


"Pulang yuk!" ajak Ammar kepada Afifah,


Afifah hanya mengangguk tanpa sepatah kata pun,


"Silahkan masuk bidadariku," ucap Ammar sembari membukakan pintu mobil untuk Afifah,


"Sama-sama istriku tercinta," jawab Ammar sambil mendaratkan satu kecupan di kening Afifah,


"Aku haus," keluh Afifah,


"Yaudah aku cari minum dulu ya kamu di mobil aja panas soalnya," Ammar menutup pintu mobil dan berlalu pergi,


Sementara Afifah hanya diam di mobil sambil memainkan gadgetnya.


Bruk...


"Maaf!" ujar Ammar,


"Ammar!" Ucap seorang wanita,


Ammar melepas kacamata hitamnya sambil menatap lekat wajah perempuan itu,


"Milan!" Ammar tersenyum sambil menunjuk perempuan itu,


"Iya saya, apa kabar?" Milan mengulurkan tangannya,

__ADS_1


Ammar terpaku,


"Hai, Ammar!" Milan memukul lengan Ammar dengan lembut,


"Aku baik mil, oh ya-- aku duluan ya," Ammar membalikkan badannya,


"Kamu makin ganteng ya setelah cukup lama kita berpisah," Milan terkagum dengan sosok Ammar saat ini,


Sementara itu Ammar hanya mengerjapkan matanya dan berlalu pergi,


"Kok lama banget sih?" tanya Afifah sambil mengambil botol minuman yang di pegang Ammar,


Ammar hanya tersenyum dan segera menyetir mobil,


'Yaallah... kenapa aku harus bertemu Milan ketika aku sudah memiliki wanita lain?' batin Ammar,


"Mar, kamu kenapa sih, kok keliatan bingung gitu?" tanya Afifah sedikit heran,


"Gak papa kok sayang," jawab Ammar seraya tersenyum kepada Afifah,


"Yaudah, dah sampai ni," ujar Afifah,


Keduanya turun dari mobil secara bersamaan, Afifah menjatuhkan dirinya di sofa,


"Uhh, capek!" teriaknya,


"Sttt...." Ammar mendaratkan telunjuknya tepat di bibir Afifah,


Afifah menatap Ammar manja,


"Ih apaan sih!" celotehnya,


"Cadarnya di buka dulu sayang, apa perlu pangeranmu yang tak berkuda ini yang membukanya?" Ammar memegang kepala Afifah,


"Mungkin," Afifah tersenyum manja,


"Baiklah bidadariku," Ammar tersenyum sembari membukakan cadar yang dikenakan Afifah,


"Uhh, sayang Ammar... kita terus gini ya jangan sampai ada orang lain," ucap Afifah sambil memeluk Ammar,


Spontan Ammar terpaku mendengar apa yang dikatakan Afifah,


"Iya sayang," jawab Ammar membalas pelukan Afifah,


'Yaallah... kenapa hidup ini tiba-tiba terasa sulit!" teriak Ammar dalam hatinya,


Sepertinya ada hal lain yang di pikirkan Ammar, jika benar begitu, apakah sosok Milan yang tengah berada dalam pikirannya? masalalu apa yang sebenarnya pernah terjadi antara Ammar dan Milan? dan bagaimana bisa Ammar berpacaran dengan Afifah pada waktu itu? apa yang terjadi? sabar semua akan terjawab readersku tersayang😘😘

__ADS_1


~♡~


Bersambung..


__ADS_2