ADA CINTA DALAM DIAMMU

ADA CINTA DALAM DIAMMU
Aku capek...!


__ADS_3

"Kalau aku bakal jadi siapa-siapa kamu gimana...? kamu bakal ngomong jujur ke aku...? " (Desak Arif)


"Mau kamu apa sih...? Dari tadi nanya masalah itu terus kayak penting bangat gitu...! "


"Tentu saja iya Ara ini itu penting kamu tinggal jawab iya atau gak kalau kami masih punya perasaan sama aku...! "


"Kalau iya kenapa...? Apa itu akan merubah semua hal yang ada di antara kita..? Belum tentu kan... toh juga kamu gak pernah balas perasaan aku... jadi buat apa... ada bagus nya juga kalau aku melupakan semua ini...! "


Arif kini hanya bisa menganga mendengar tutur kata yang terucap dari bibir Ara...

__ADS_1


jujur saja saat ini dia sangat bahagia... ingin rasa nya ia juga membalas apa yang di katakan Ara hanya saja kini dia hanya mematung mendengar kan ocehan Ara


"Kenapa kamu ngomong gitu ra...? "


"Memang itu kenyataan nya kan... kamu sebenarnya sudah tau apa yang sedang menimpa aku saat itu... kamu tau apa yang sedang terjadi dengan diriku dan kamu tau rasa apa itu tapi kamu tak membantu aku sama sekali... Kamu diam saja saat itu... bahkan saat kamu tau semua nya kamu pun gak ngatain sesuatu buat nyenagin aku sama sekali....! "(Omel Ara panjang lebar karena dia sudah terlanjur sakit hati dengan sikap Arif selama ini)


" Ra...! "(panggil Arif lembut)


Arif yang melihat Ara yang begitu terluka dengan perasaan yang ia pendam selama ini begitu kaget dengan penuturan yang baru saja Ara katakan... otak nya tak bisa berfikir dengan baik saat ini... Arif ingin sekali membawa Ara pada pelukan nya namun ia sadar perbedaan jenis kelamin dan hukum islam tak bisa ia lewati begitu saja

__ADS_1


Peraturan dalam islam yang melarang laki-laki menyentuh perempuan yang bukan mahram bagi nya membuat nya mengurung kan niat nya itu dalam-dalam


"Sudah lah... aku harus kembali takut nya kaka nyariin...! " (kata Ara sembari menghapus air mata yang sudah terlanjur banjir di pipi nya itu sembari meninggal kan Arif sendirian di sana)


"Maaf kan aku Ara" (cicit Arif lemah dan tak terdengar oleh Ara)


"Aku harus ngelakuin sesuatu untuk menghentikan semua ini... aku sakit melihat dia sedih seperti itu... apa ini yang membuat dia selalu diam ketika bertemu dengan ku...? " (batin Arif)


Arif masih asik dengan lamunan nya sementara Ara sudah kembali lebih dulu

__ADS_1


"Loh dek... kamu kenapa...? kok mata kamu sembab gitu...? kamu habis di apain sama Arif...? " (tanya sang abang yang melihat adik nya masuk ke dalam rumah dengan tatapan kosong)


Ara pun tak menghiraukan atau bahkan merespon perkataan Hanif... ia berjalan begitu saja melewati sang abang yang tengah kebingungan menatap nya penuh tanya


__ADS_2