ADA CINTA DALAM DIAMMU

ADA CINTA DALAM DIAMMU
Waktu 2 bulan


__ADS_3

"Maaf Umi...! Hanya saja berat bagi Ara untuk melakukan nya...! "


"Apa yang memberatkan mu nak...? Sementara di dalam agama kita semua nya sudah di permudah oleh Allah..? "


"Biar kan ana berpikir Umi... Beri Ara waktu untuk memberikan kabar bahagia pada Umi...! "


"Umi beri kamu waktu 2 bulan...! Kalau sampai dalam 2 bulan kamu juga belum bisa memberi Umi kabar baik maka kamu akan tau akibat nya nanti...! Sanah... Istirahat gih...! "


"Iya Umi...! "


Setelah mendapat wejangan panjang dari sang Umi nya Ara pun pergi ke kamar nya untuk beristirahat.


Entah mengapa perkataan sang Umi kali ini terdapat keseriusan yang amat di rasakan nya


Sementara itu di sisi lain


"Gimana? Udah berhasil...? " (Tanya Abi atau to the point pada Arif)


"Apa nya Abi...? "


"Bikinin cucu buat Abi...? "


"InsyaAllah secepat nya Abi... do'akan semoga semua berjalan lancar..! "


"Atau mau Abi bantuin supaya kamu sama dia bisa cepet kasih Abi sama Umi keturunan...? "

__ADS_1


"Gak perlu Abi... Arif akan bersabar menunggu nya...! "


"Ya udah terserah kamu aja.. sana istirahat gihh tadi Abi lihat Ara udah ke kamar...! "


"Ya udah kalau gitu Arif nyusul Ara dulu... selamat malam Abi...! "


Arif pun segera menyusul Ara ke kamar nya setelah mendapat izin dari sang Abi mertua nya tersebut


Setelah memasuki kamar


Terlihat Ara yang sudah lebih dulu berada di atas ranjang sembari memainkan ponsel nya


"Eumm Ara ini sofa di sini kemana..? "


"Aku tidur melantai saja kalau begitu...! "


"Jangan...! Di samping aku masih ada tempat... kamu boleh istirahat di sini...! "


"Tapi kan...! "


"Udah gak apa-apa...! Aku gak mau jadi istri durhaka..! "


Setelah mendengar penuturan Ara seutas senyum terbit di bibir Arif


Apakah Ara sudah mulai membuka hati nya pada sang suami yang dulu pernah membuat nya hilang akan kepercayaan pada cinta...?

__ADS_1


Arif pun merebahkan dirinya di samping Ara ayang kini sudah merubah posisi tidur nya


dari yang tadi nya bersandar di kepala ranjang kini menjadi terbaring di samping Arif


"Boleh aku ngomong sesuatu...? " (Tanya Ara ragu-ragu)


"Apa...? "


"Eum... itu.. anu.. tadi Umi...! " (ucapan Ara semakin cekat keluar dari bibir nya kala mengingat apa yang di minta sang Umi tadi)


"Kamu mau ngomong apa...? "


"Itu.... tadi Umi nanya kapan mau ngasih cucu...? " (Jawab Ara ragu)


"Terus...? " (Arif penasaran)


"Umi cuma ngasih kita waktu 2 bulan buat kasih kabar baik ke mereka...! "


"Terus kamu maunya gimana? "


"Aku gak tau...! Aku aja bingung dengan keadaan kita saat ini...! "


"Apa yang masih membuat kamu bingung Ara..? Apa masih kurang jelas keseriusan aku selama ini dengan kamu...? "


"Bukan itu... hanya saja berat bagiku untuk menerima kenyataan ini begitu saja.. kamu tau hati aku hancur kala tau Abi sudah menjodohkan aku... bahkan aku berusaha untuk bisa melupakan kamu... satu-satunya pria yang berhasil memporak-porandakan hati aku Rif... dan setelah aku tau yang mengikat janji suci pernikahan dengan ku adalah orang yang sama pula... kamu fikir aku gak shok...? Batin aku masih sulit menerima semuanya Rif... Maaf kan aku atas keegoisan aku kali ini...! " (jelas Ara panjang lebar dengan air mata yang terus berjatuhan membasahi pipinya)

__ADS_1


__ADS_2