
"Jadi bagaimana dengan pertunangan anak-anak kita ini...? Apa kah kita akan mempertemukan mereka ketika masa pertunangan atau kita biarkan mereka bertemu saat sudah akan di nikah kan saja...?"
"Kita pertemu kan mereka pada saat akan di nikah kan saja... aku ingin mereka menerima kejutan satu sama lain saja...! "
"Ya sudah jika itu mau mu...! "
"Aku akan datang ke rumah mu besok untuk mengantar cincin pertunangan anak-anak kita... aku harap bisa melihat calon menantu ku besok...! "
"Jika tujuan datang ke rumah sahabat mu ini selain untuk mengantar cicin pertunangan dan melihat putri ku... maka datang saja ke rumah hari ini jika ingin melihat nya..! "
"Ha.. ha.. ha.. tidak usah buru-buru... aku masih bisa bersabar Hawiyah... tidak perlu seperti itu juga...! "
"Ya sudah terserah pada mu saja...! "
"Ya sudah kalau begitu aku pamit dulu ya... Assalamu'alaikum..! "
"Wa'alaikumussalam...! Sampai ketemu besok Bay...! "
"Iya...! "
__ADS_1
Setelah pamit mereka pun berpelukan singkat untuk mengakhiri pertemuan mereka siang itu
Hari pun semakin siang...
Hanif baru saja tiba di rumah nya setelah lama mecari-cari cincin yang indah yang tentu nya cocok dengan calon istri nya itu
"Gimana nak...? Sudah ketemu cincin yang pas...? " (Tanya sang Abi membuka pembicaraan)
"Alhamdulillah sudah Abi... semoga saja Sirah menyukai pilihan ku ini...! "
"Semoga saja nak...! "
"Ini Umi... gimana... bagus gak...? " (Sembari menunjukkan cincin yang sudah di beli nya itu)
"MasyaAllah bagus nak... sederhana namun tetap memancar kan keindahan nya... semoga saja Sirah suka sama pilihan kamu...! "
"Aamiin... do'akan semua nya lancar hati ini ya Umi...! Karena aku tau doa seorang ibu pasti akan mudah di Ijabah oleh sang kuasa...! "
"Semoga Allah memudah kan niat baik mu nak...! "
__ADS_1
"Makasih Umi...! "
Mereka yang begitu asik berbincang-bincang bertiga tidak begitu memperhatikan di mana Ara kini berada
Sementara orang yang tidak berada dalam pembahasan pertunangan bersama di ruang keluarga itu pun kini sedang duduk termenung di ruangan kamar nya dengan mukena yang masih melekat di tubuh nya dengan lamunan nya
"Kira-kira seperti apa calon yang akan menjadi imam ku kelak ya Allah... apakah aku bisa menerima dia sebagai imam ku... apakah dia mampu menerima aku yang masih banyak kekurangan ini... apakah dia mampu mencintai ku tanpa berlebihan rasa seperti dia mencintaimu ya Allah... Lalu apakah aku harus merelakan rasa yang sudah 3 tahun lalu bersemayam di hati ini...? Bisa kah aku mengikhlaskan semua yang sudah kau atur untuk ku ya rabb...? Bimbing aku ya Allah... agar aku tidak salah memilih jalan... Semoga apa yang sudah menjadi keputusan mu adalah satu-satu nya yang terbaik bagi ku.. Aamiin allahumma aamiin" (Bantin nya)
Malam pun tiba... kini mereka semua tengah bersiap-siap untuk datang ke rumah Sirah untuk melangsung kan niat mulia ya itu mempersunting Sirah sebagai menantu sekaligus istri dari Hanif
"Gimana nak... udah siap...? "
"InsyaAllah Umi... semoga semua nya bisa berjalan dengan lancar...! "
"Aamiin... semoga saja nak... owh iya Ngomong-ngomong di mana adik mu saat ini... apa dia tidak akan ikut dengan kita... mengapa dari tadi siang dia tidak kelihatan...? "
"Entah lah umi... coba aja umi cek ke kamar nya... kali aja belum selesai dandan...! "
"Heh... adik kamu bukan wanita yang suka dandan... kamu pun tau itu..! "
__ADS_1