
Keesokan hari nya
Ara mengerjap secara perlahan hingga nerta cantik itu kini terbuka dengan sempurna karena terusik dengan lantunan adzan yang sayup-sayup terdengar mulai memanggil orang-orang untuk menemui sang Khalik di waktu subuh.
Kesadaran nya di tuntut kembali kala merasakan dinginnya udara pagi di kulitnya, Hingga membuat ia sadar bahwa semalam semua sudah ia tunai kan secara sempurna.
"Kak... bangun udah subuh...! " (ucapnya sembari menggoyang lengan Arif yang kini tengah memeluk posesif dirinya)
Arif pun segera membuka mata kala mendapat sentuhan dari sang istri, karena sebenarnya ia sudah terbangun dari tadi, beberapa menit lebih awal sebelum Ara membuka matanya
"Selamat pagi sayang... Terima kasih untuk malam terindah yang sudah kami beri untuk ku...! "(Ucapnya menggoda)
" Lancar amat tu lidah kak...! Kaget tau...! "
"Harus lancar... karena kini kamu lebih dari apapun... Terima kasih aja kayaknya gak cukup...! "
"Maksudnya...? "
"Mandi yuk... habis itu kita subuh bareng...! "
"Apaan sih kak... jangan aneh-aneh deh... aku malu...! " (ucap Ara yang kini semakin mempererat genggaman pada selimut yang membalut tubuh polosnya)
Ya... semalam ia telah menyerahkan seluruh hidup nya pada sang suami.
Karena tak ada lagi alasan yang menjadi penghalang terjadinya ibadah suci itu.
Ara yang tak ingin semakin mendengar kata-kata absurd yang keluar dari mulut sang suami pun segera turun dari ranjang sembari memperbaiki lilitan selimut di tubuhnya, sementara Arif segera memakai dalamnya.
Baru akan melangkah kan kaki nya Ara tiba-tiba mengurungkan niatnya sembari meringis kecil karena sakit di bagian dinding labianya
Arif yang paham dengan apa yang di rasakan oleh sang istri pun segera menggendong Ara ke kamar mandi hingga membuat Ara terpekik kaget di buatnya
__ADS_1
Ara pun di turunkan di atas kloset setelah nya barulah Arif mengisi bathup agar Ara bisa berendam untuk merilekskan dirinya.
Setelah meletakkan Ara di dalam bathup Arif pun segera keluar untuk mengganti sprei bekas ibadah panjang mereka semalam, dimana sprei itu kini telah mengukir sebercak bukti bahwa gadis yang semalam sudah ia jamah adalah gadis yang mampu dengan sangat baik menjaga dirinya sendiri.
Terbukti dengan adanya bercak darah di atas sprei itu yang menjadi saksi bahwa Arif adalah laki-laki pertama yang menjamah dirinya.
Setelah mengganti sprei tersebut Arif kembali ke dalam kamar mandi untuk membantu sang istri.
Senyum tak henti-hentinya terbit dari bibirnya kalau mengingat apa yang sudah mereka lakukan semalam.
Hingga Ara yang melihat Arif yang tengah memandang nya pun hanya mampu menyembunyikan wajah malu nya di dada sang suami.
Setelah mengantar Ara ke ruang ganti baru lah Arif yang ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Setelah nya mereka shalat subuh berjamaah menyambut pagi pertama setelah memberi dan menerima yang telah mereka tunaikan semalam.
Setelah itu Ara pun segera mengistirahatkan dirinya di atas ranjang karena Arif sudah memesan sarapan untuk mereka berdua tadi setelah subuh pada para maid di dapur
"Selamat sarapan sayang...! Hari ini gak usah ngelakuin apapun ya.. cukup di kamar aja temenin aku...! "
"Apaan sih kak.. kamu meresahkan ya lama-lama... gara-gara rusuhnya kamu yang gak ketulungan nih bikin aku jadi kek orang sakit gini...! " (protes Ara)
"Manggil suami kok gitu bangat sih... aku aja manggil kamu dengan panggilan yang berbeda...! "
"Terus kaka maunya gimana? "
"Ya panggil aku dengan panggilan berbeda juga lah... masa aku doang yang manggil kamu dengan panggilan sweet tapi kamu gak...! "
"Ya udah Hubby sayang... jangan ngambek lagi... ntar ganteng nya ilang loh...! " (canda Ara)
"Coba ulangi sekali lagi... aku gak dengar tadi...! " (dustanya)
__ADS_1
"Ih... Jangan gitu by... malu tau..! "
"Iya deh iya... gak aku godain lagi...! "
Setelah nya mereka sarapan dengan tenang di iringi dengan b
candaan ria di pagi hari
Hari-hari berlalu begitu cepat tak terasa setahun telah berlalu
Terlihat Ara tengah memangku baby mungil nan imut di ruang tengah
Ya sebulan setelah malam itu Ara pun di nyakan hamil.
Kini pelengkap dari buah cinta mereka telah hadir untuk semakin mempererat hubungan dan jalinan kasih di antara keduanya....
...TAMAT...
Terimakasih semuanya ๐
sudah setia membaca novel yang kadang-kadang jadwal upp nya suka lama ini๐
maaf kan keterlambatan nya karena kesibukan author yang tak terkira di dunia nyata
sebenarnya ada adegan Malam pertama nya sih ini
cuma ke tolak sama pihak Admin๐ jadi author hapus deh...
maafkan atas segala keterlambatan upp dan lain hal nya ๐
dan Terima kasih masih setia menjadi pembaca novel ter absurd ini๐
__ADS_1