ADA CINTA DALAM DIAMMU

ADA CINTA DALAM DIAMMU
Hak aku...!


__ADS_3

"Ara sama Arif balik dulu ya umi Abi.. insyaallah kapan-kapan datang lagi buat berkunjung...! " (Pamit Ara pagi itu)


"Gak mau nginap lagi... seminggu aja...? " (Tanya sang umi antusias)


"Gak umi.. Ara mau balik pagi ini.. soalnya ada urusan penting yang harus Ara selesai kan di rumah...! Umi sama Abi jaga kesehatan baik-baik ya...! "


"Ya sudah kalau begitu mau nya kamu umi bisa apa...! Hati-hati di jalan ya nak...! Arif Umi titip ara ya.. tolong jaga dia baik-baik...!


" Insyaallah Umi... amanah Umi akan selalu Arif jalankan dengan baik...! "


"Ya sudah kalau begitu kami berangkat ya Umi Abi...! Assalamu'alaikum..!" (Ucap keduanya sembari mencium tangan orang tua tersebut secara bergantian)


Setelah berpamitan mereka pun segera melaju meninggalkan kediaman orang tua Ara


Sepanjang perjalanan tak henti-hentinya Arif menyunggingkan senyuman pada Ara


hingga Ara yang sesekali menatap dirinya bukannya baper malah bergidik ngeri membayangkan apa yang akan terjadi setelah ini nantinya.


"Kenapa kamu natap aku gitu bangat...? " (tanya Ara membuka percakapan)


"Gak apa-apa...! Cuma lagi senang aja... gak boleh ya..? "


"Senyum kamu bikin aku ngeri Rif...! "

__ADS_1


"Dih.. di senyumin suami malah bikin ngeri... bukannya bahagia ya seharusnya...? "


"Senyum kamu kali ini aneh...! "


"Ntar juga tau arti dari senyum ku ini...! "


Merasa aneh dengan Jawa sang suami Ara pun tak lagi bersuara.


Sepanjang perjalanan ia hanya menatap pemandangan sepanjang perjalanan mereka hingga mobil yang mereka kendarai memasuki pekarangan rumah mereka.


Setelah menurunkan semua barang mereka bergegas masuk ke dalam rumah


Setelah masuk ke kamar mereka Ara terlebih dulu membersihkan diri nya.


Tak berselang beberapa menit Ara pun keluar dari kamar mandi.


Setelah nya gantian Arif yang membersihkan diri.


Sementara Ara segera menuju ke dapur untuk memasak makan siang mereka.


Selama setahun pernikahan mereka Ara tetap memenuhi kewajiban nya kepada suami secara lahir walaupun batin nya belum ia tunai kan.


Ada nya ART tak membuat Ara lupa akan kewajiban yang satu ini.

__ADS_1


Setelah beberapa menit berkutat di dapur Ara pun segera menyidang kan makanya nya ke atas meja dan setelah nya ia menuju kamar untuk mengajak Arif makan siang sebelum menunaikan shalat dzuhur.


Malam hari nya ketika Ara tengah bersandar di kepala ranjang sembari menggulir layar ponsel nya, Tiba-tiba Arif duduk di sebelah nya sembari memberikan pelukan hangat untuk sang istri.


"Kamu gak lupa kan sama kata-kata kamu di rumah umi..? "


"Yang mana...? "


"Jangan pura-pura lupa deh Ara... kamu kira aku gak tau trik kamu supaya kabur lagi dari hal ini...? "


"Aku serius tanya... kamu kok malah nuduh gitu...! "


"Siapa yang nuduh... katanya kalau udah sampai rumah boleh...! "


"Ngapain...? "


"Ya hak aku...! Masa kamu lupa...? "


Setelah mendengar ucapan Arif Ara hanya diam.


Ia tak tau harus bagaimana saat ini, ya dia ingat pernah mengatakan itu saat malam kemarin di rumah sang umi yang mana saat ini juga ia harus siap memenuhi kewajiban nya sebagai seorang istri kepada sang suami saat ini juga.


Toh mereka adalah pasangan halal yang sudah jelas selama setahun ini bukan.

__ADS_1


__ADS_2