ADA CINTA DALAM DIAMMU

ADA CINTA DALAM DIAMMU
Cuek...!


__ADS_3

Hari semakin larut. Berbagai rangkaian acara sudah terlewati, dan sepanjang hari ara hanya diam saja tanpa berkata sedikit pun


Bahkan di saat para tamu memberikan selamat pada pasangan pengantin baru itu pun ia hanya membalas nya dengan senyuman saja


Setelah semua tamu dan kerabat kembali ke rumah nya masing-masing. Kini tinggal lah keluarga inti


"Kalian istirahat lah lebih dulu biarkan kami yang membereskan sisa acara ini...! " (Ucap sang Umi perhatian)


"Iya umi...! " (sahut Ara)


"Owh iya nak malam ini Arif tidur di kamar mu ya soalnya besok juga kan kamu akan berangkat ke rumah mertua kamu..! " (terang Umi nya lagi)


"Iya Umi...!"


"Kok dari tadi iya aja... gak ada jawaban lain nak...? "


"Gak ada Umi..! "


"Ha.. ha.. ha.. kamu nih kebiasaan kalo ngomong suka terlalu jujur..! "


"Ya sudah kalau begitu ara ke kamar duluan umi...! "


Setelah berpamitan Ara pun pergi menuju kamar nya. Langkah nya terhenti ketika sampai di depan pintu kamar nya sendiri


Dimana dia melihat sang suami sudah lebih dulu berada di sana. Tepat nya di balkon kamar nya, sedang menatap lurus ke arah luar di mana angin malam mulai terasa dingin nya

__ADS_1


Ara pun tak begitu menghiraukan Arif ia tetap melangkah kan kaki nya menuju kamar mandi untuk membersihkan diri nya sendiri


Mendengar pintu kamar mandi yang di tutup dengan sedikit kencang Arif pun menoleh ke sumber suara


"Mungkin Ara sudah datang... ya sudah aku masuk saja... dingin juga lama-lama disini..! "


Tak berselang lama Ara pun keluar dari kamar mandi dengan menggunakan baju tidur nya tak lupa di padukan dengan hijab yang selalu melekat di kepala nya.


"Aku mau bicara sesuatu sama kamu...! " (Ucap Arif memulai percakapan)


"Sebaik nya bersihkan dulu dirimu...! "


"Baiklah..! "


Sementara Ara duduk di sofa kamar nya sedang bergelut dengan fikiran nya


Tak berselang berapa lama pula Arif pun keluar dari kamar mandi menggunakan celana cingkrang dan kaos berwarna hitam polos


"Boleh kita bicara sebentar...? " (Ucap Arif seraya duduk di sofa berseberangan dengan Ara)


Syukurlah sofa yang di duduki mereka memiliki panjang sekitar satu meteran


"Mau bicara apa...? " (Tanya Ara to the point)


"Bisa gak kalau lagi ngomong ngehadap ke sini... berasa lagi ngomong ke tembok...! " (Protes Arif karena sedari tadi Ara hanya memandang lurus ke depan dan terkesan tidak menghargai Arif sama sekali)

__ADS_1


"Mau bicara apa? Langsung aja aku udah mau istirahat..! " (Ucap Ara judes seraya menghadap ke Ara Arif)


"Galak amat sih... perasaan aku dari tadi ngomong baik-baik deh..! "


"Kalau kamu mau ngomong cuma buat basa-basi mending gak usah buang-buang waktu aku..! "


"Maaf..! " (Ucap Arif spontan)


"Ngapain minta maaf..? "


"Maafin aku untuk yang kemarin-kemarin...! "


"Yang kemarin-kemarin maksudnya...? Emang ada salah sama aku..! "


"Iya... menurut aku kayaknya aku banyak salah sama kamu...! Makanya aku minta maaf sama kamu..! "


"Udah kalau gak ada bahasan lain mending langsung tidur aja.. toh juga kita sama-sama lelah besok juga harus beres-beres lagi..! "


"Aku tidur di mana...? " (Tanya Arif ragu...?)


"Tidur di ranjang aja biar aku saja yang tidur di sofa...! "


"Gak aku aja yang di sofa kamu di ranjang aja..! aku cuma mau kamu nyaman..! "


"Terserah kamu..! " (Sembari melangkah menuju lemari untuk mengambil selimut untuk Arif beserta bantalan nya)

__ADS_1


__ADS_2