
Vincent masuk ke dalam rumahnya dengan Hyera yang mengikutinya di belakang. Pria itu berjalan menuju sebuah ruangan dan membukanya. "Ini kamar kamu, Ra."
Hyera pun mengintip ke dalam ruangan tersebut. "Wahh ... besar ya kak kamarnya," ujarnya berdecak kagum menatap ruang kamar yang luasnya dua kali lipat dari ruang kamar yang dia pakai di rumah bibinya dulu.
Vincent hanya tertawa mendengar perkataan Hyera yang polos. "Yaudah, sekarang kamu beres-beres terus istirahat. Nanti jam tujuh kamu turun. Kita makan malam sama-sama."
Hyera langsung memegang lengan Vincent saat pria itu sudah mau pergi. Vincent pun menoleh dan menatap Hyera dengan pandangan bertanya.
"Aku boleh hias kamar ini gak kak?" tanya Hyera penuh harap.
Vincent tersenyum, "Boleh dong. Lagian juga ini kamar kamu. Terserah kamu mau melakukan apa aja di kamar ini."
"Terima kasih, Kak," ujar Hyera senang dengan mata yang berbinar bahagia.
Vincent mengangguk. Setelah itu ia pergi meninggalkan ruangan. Hyera menutup kamarnya dan menguncinya. Ia pun bersandar di pintu dengan raut wajah yang ingin meledak.
"Akhh ... akhirnya gue punya kamar lagi. Yuhuuu ...." pekik Hyera bahagia. Bahkan ia sudah melompat-lompat kecil dengan senyum yang terus mengembang.
Kemudian Hyera segera membuka kopernya. Mengeluarkan pakaiannya dan memasukkannya ke dalam lemari. ia juga mengeluarkan barang-barang pribadinya seperti action figure, dan barang lainnya yang berhubungan dengan idola kesukaannya. Ia menaruh barang tersebut di atas nakas samping kasurnya dan juga di atas meja belajar.
Setelah itu, dia mengeluarkan skincarenya dan menaruhnya dia atas meja rias. Mengeluarkan lampu tumblr dan menempelinya di tembok, tepatnya di atas kepala kasur. Ia juga memasang foto-foto polaroid miliknya di lampunya. Terakhir, ia membuka semua gulungan posternya dan menempelinya di tembok. Tidak lupa ia juga menempelinya di belakang pintu.
"Akhirnya bisa tempel poster ini lagi. Senangnya," ujar Hyera sambil menatap hasil hiasan ia di kamar ini dengan pandangan kagum dan juga bangga.
Merasa sudah selesai, Hyera langsung melompat ke atas kasur dan memeluk boneka Tata dengan erat. "Tata, kamu pasti senangkan tinggal di sini? Sama aku juga senang hahahaha."
Dirasa tubuhnya sudah lelah. Ditambah lagi dengan matanya yang sudah memberat. Akhirnya ia tertidur.
"Ahh ... gue belum mandi," ujarnya terbangun dengan mata yang masih setengah terbuka.
"Nanti aja deh mandinya. Mending tidur dulu. Ngantuk," Ujarnya pelan dan kali ini Hyera benar-benar sudah berada di dalam mimpi indahnya.
***
Hyera menuruni tangga dengan baju tidurnya. Kemudian berjalan menuju ke ruang makan. Di ruang makan, ternyata Vincent sudah ada sambil menatap lekat kedatangan Hyera sambil tersenyum hangat. Hyera berjalan mendekati meja makan dan duduk di samping Vincent.
"Hai ... Kak," sapa Hyera.
Vincent membalasnya dengan mengangguk. Hyera menatap makanan di hadapannya. Matanya pun berbinar-binar.
Pasti enak banget nih makanannya.
__ADS_1
"Silahkan di makan, Ra. Kakak tau kamu pasti lapar. Terlihat dari tatapan mata kamu."
Hyera hanya tersenyum canggung sambil mengelus tenguknya. Merasa malu karena ketahuan kalau ia menatap hidangan di hadapannya itu dengan pandangan ingin memangsa karena lapar.
"Abis makan, aku bakalan kasih tau apa aja pekerjaan kamu di rumah ini," ujar Vincent memberitahu.
Hyera mengangguk mengerti. Mereka berdua pun mulai menyantap makanannya. Hening, karena mereka pokus dengan makanan milik masing-masing. Sebenarnya bisa saja Hyera membuka pembicaraan. Hanya saja, ia ingin menikmati makanan di hadapannya ini dengan khidmat.
Makanan enak. Jangan disia-siakan. Harus dinikmati biar rasanya tambah enakk.
***
Selesai makan, mereka berdua pun sekarang berada di ruang tamu. Vincent menaruh kertas di atas meja dan menggesernya ke arah Hyera. "Ini kamu baca, Hyera."
Hyera pun mengambil kertasnya dan membaca. Saat itu juga matanya membulat.
Pekerjaan Hyera di Rumah ini
1. Membersihkan rumah, hanya lantai atas
2. Menyiram tanaman setiap sore
3. Membersihkan kolam renang sebulan 2x
5. Membersihkan kandang kucing dan memberinya makan
Hyera langsung menatap Vincent dengan pandangan horor.
"Kenapa kamu?" tanya Vincent bingung.
"Kak, kok tega sih nyuruh aku lakuin ini semua," kata Hyera sambil cemberut.
"Iyaa harus dong. Kan kamu di sini kerja juga, Hyera. Lagian ini termasuk ringan kok buat kamu."
"T-tapi apa ini? Bersihin kandang kucing sama ngasih makan? Gila aja, kak!" pekik Hyera tidak terima.
"Loh kok gila?" tanya Vincent yang benar-benar bingung. Ia merasa tidak ada yang salah dengan apa yang ia tulis.
"Iyalah, Kak!" jawab Hyera lantang. "Itu pasti kandangnya banyak kotorannya. Terus juga aku tuh sebenarnya takut kucing, Kak," Ujar Hyera sambil menatap ke arah Vincent dengan pandangan memelas.
Rasanya Vincent ingin tertawa kencang. Ia akhirnya tahu alasan kenapa gadis di hadapannya ini sangat menolak untuk mengurus kucingnya, tetapi ia tahan karena tidak ingin membuat gadis itu tambah kesal. Akhirnya Vincent memilih untuk bertanya. "Kenapa bisa takut kucing?"
__ADS_1
"Y-yaa ... Takut aja, Kak. Mukanya nyeremin soalnya," ujar Hyera.
"Gak serem, Hyera. Kucing tuh lucu tau. Gemesin lagi," ujar Vincent mencoba memberitahu.
"Serem Kakak! Lagian juga, kok bisa ada kucing sih? Perasaan aku gak liat ada kucing daritadi," Hyera mencoba melihat sekeliling, mencari keberadaan makhluk berbulu itu, tetapi nihil, ia tidak menemukan hewan tersebut.
"Itu kucingnya ada di samping kamu," jawab Vincent santai.
"Ahh ... masa sih, Kak." Hyera pun menoleh ke samping. Benar saja, ada kucing di sampingnya-menatap tajam ke arahnya.
"AKKHHH " teriakan Hyera melengking. Bahkan Hyera sampai melompat dan memeluk Vincent tanpa sadar.
"Kak, tolong usir kucingnya!" pinta Hyera memohon sambil menggoyangkan lengan Vincent agar segera mengusir kucing tersebut.
Vincent menepuk kepala Hyera lembut menenangkan. "Udah tenang aja. Kucingnya udah pergi kok sekarang."
Mendengar perkataan Vincent, Hyera pun mengintip sampingnya. Memastikan bahwa kucing sialan itu benar-benar sudah pergi.
"Auah ... Kak! Hyera kesel sama Kakak!" ujar Hyera sambil menepuk pundak Vincent keras, lalu pergi menuju ke kamarnya.
"Hyera, besok jangan lupa sama tugasnya yaa?" teriak Vincent saat Hyera sudah berada di tengah anak tangga.
"BODO AMAT!"
Vincent pun tertawa mendengar teriakan jawaban dari gadis manis itu.
Gemesin banget sih!
***
"Kak Vincent nyebelin banget!" sungut Hyera, membantingkan tubuhnya ke atas kasur.
Hyera mengambil boneka kesayangannya, Tata dan Chimmy dan memeluknya erat. "Eeh ... tadikan gue meluk Kak Vincent kan ya?" tanyanya pada diri sendiri.
Setelah itu, pipinya langsung memerah seperti kepiting rebus.
"Aihh ... jadi malu," ucapnya malu sambil mengoyangkan kakinya. "Tapi tunggu dulu," ucap Hyera menghentikan aktivitasnya.
Hyera bangun dari tidurannya dan duduk. Ia pun menciumi bau badannya dan mendesah sadar. "Gue kan tadi belum mandi. Kak Vincent kebauan gak ya?"
Rasanya Hyera ingin menenggelamkan dirinya saja di dasar laut. Bisa-bisanya ia memeluk kakak kesayangannya itu dengan tubuhnya yang kotor dan bau ini karena belum mandi. Semoga saja Vincent tidak sadar dengan aroma yang menguar dari tubuhnya ini.
__ADS_1
"Ya ampun, asem banget badan gue!"