
"Sudah tidak kuat, ini sangat ngantuk Bella lelah ingin tidur" ucap Bella
Sedang kan aku yang mendengar Bella berbicara seperti itu, bertambah kawatir
"Tio cepat cari rumah sakit terdekat" ucap ku menyuruh Tio mempercepat laju mobil
Tanpa banyak bicara tio pun langsung memepercepat laju mobil nya
Sedang kan David yang melihat Bella mulai memejam kan mata nya dengan perlahan tetap berusaha membuat belala tetap tersadar dengan menepuk-nepuk pipi Bella dengan pelan-pelan
Tapi tetap saja, Bella tetap memejam kan mata dan tidak sadar kan diri
"Bella bangun saya bilang jangan pejam kan mata kamu" ucap David
Tetapi tetap saja mata Bella sudah memejam, hingga 15 menit kemudian mereka sampai di rumah sakit
Seketika ada beberapa suster yang mendekat ke arah mobil milik nya, dan Bella pun langsung di bawa ke ruangan untuk di periksa lebih lanjut
Saat ini
David berada di luar samping pintu tempat Bella di tangani masih dengan tanggan yang berlumur darah
"Tuan sebaik nya anda membersih kan luka anda terlebih dahulu, dan berganti pakai an saya sudah bawakan" ucap Tio yang baru datang kepada dan ngasih baju ganti kepada David
Sedang kan David yang mendengar ucapan Tio pun berfikir ada benar nya juga
Lagian Bella masih di atasi dokter, jadi aku mengambil paper bag yang dibawa Tio
Aku pun sudah berganti pakaian dan sudah mengobati lenganbku yang terkena peluru dan kembali lagi ke tempat di mana Bella berada
" apa dokter nya belum juga keluar " tanya David
"belum tuan" jawab Tio seada nya
"Ya sudah kamu kembali saja, biar saya yang jaga di sini" ucap David kepada Tio
"baik Tuan kalau gitu saya permisi undur diri" ucap Tio kepada David sambil membungkuk
__ADS_1
Seharus nya memang tadi sore Tio sudah selesai pekerjaan nya, tetapi mengingat saat ini
itu sebab nya dia juga ikut turun tangan karena Tio adalah orang kepercayaan David
Hingga tidak Berapa lama dokter yang menangani Bella pun keluar
" Permisi apakah anda keluarga dari pasien di dalam " ucap dokter kepada David
"ya saya suami nya Bagai mana keadaan istri saya dok" ucap David kepada dokter yang berada di depan nya
" pasien mengalami syok dan juga dahidrasi, pasien juga kekurangan cairan sehingga tubuh nya lemah dan butuh istirahat beberapa saat. Tapi Tuan tenang saja saya sudah menyuntik kan cairan dan juga ngasih obat bius kepada pasien sehingga pasien bisa istirahat dengan tenang, luka nya juga tidak terlalu parah beberapa hari akan hilang jika rutin di oleskan salep " ucap dokter menjelas kan kepada David
"Baiklah dokter Terima kasih, Apakah saya bisa menjenguk nya" tanya David kepada sang dokter
"Iya boleh tuan silakan kalau kita saya permisi dulu" ucap sang dokter setelah itu bergegas pergi
Begitu pun dengan aku, aku langsung masuk ke dalam ruangan tempat di mana Bella terbaring lemah di sana
Aku pun mendekat ke arah nya dan melihat Bella yang tertidur, wajah nya sangat pucat tanpa sadar aku melihat tangan Bella yang memerah
Dan aku kembali mengingat kejadian tadi, bahwan lengan dan paha Bella memerah seperti bekas cambukan
Bella aku akan membunuh orang yang telah menyentuh mu dan menyakiti mu ucap David sambil melihat ke arah Bella
David pun keluar dari ruangan Bella
Sedang kan Bian dan juga Rendy saat ini tengah bertarung melawan anak buah Lukas, sedang kan lukas sudah melari kan diri sejak tadi dan mengerah kan semua anak buah nya untuk menyerang Rendy dan juga Bian
Tadi Bian juga sempat menelpon polisi menuju sini, meski mereka berdua berhasil melawan beberapa anak buah lucas
Tapi tindakan Lucas yang menculik Bella tidak bisa di maaf kan, tak lama polisi pun datang dan membawa anak buat Lucas menuju kantor polisi
"Sial Lucas melarika diri, padahal aku ingin sekali membunuh nya saat ini juga" ucap Rendy
"Tenang kan diri mu bro" ucap Bian sambil menepuk pundak sahabat nya itu
"Bagai mana gw bisa tenang, sedang kan Bella sangat mengenas kan, dan David juga teetembak" ucap Rendy sambil berjalan keluar gudang bersama Bian
__ADS_1
"Gw hampir lupa, siapa itu Bella kenapa gw yang tidak tahu sendiri disini" ucap Bian kepada Rendy jujur diri nya masih penasaran akan sosok gadis muda yang David tolong
"Tanya sendiri ke sahabat lo, bukan hak gw ngasih tahu lo" ucap Rendy kepada Bian
"Sial lo, padahal gw udah penasaran dari tadi tapi David juga tidak mau ngasih tau gw" jelas Bian kepada Rendy
"Gimana rasa nya enak kalo di bikin penasaran? , itu yang tadi gw rasain saat gue tanya ke lo tadi anjg" ucap Rendy kepada Bian
"Sudah lah gue mau ke rumah sakit" ucap Rendy dan berjalan menuju mobil nya
"Gue juga mau kesana" ucap Bian
Kini mobil Bian dan juga Rendy berjalan menuju rumah sakit , tadi Rendy sempat meminta alamat kepada Tio dan langsung fi share lock
Itu lah kenapa Rendy langsung mengetahuni rumah sakit tempat Bella di rawat
Kini Rendy sudah sampai di rumah sakit begitupun dengan Bian, mereka langsung menuju ruang rawat inap Bella
Tapi saat David dan juga Bian masuk tidak ada siapa-siapa di sana
Rendy langsung mendekat ranjang tempat Bella berbaring, Sedang kan Bian pun mengamati sebentar gadia yang di tolong David dengan sek sama
"Kemana David" ucap gw tiba tiba sadar bahwa sedari tadi tidak ada David di sini
sedang kan Rendy yang mendengar gw berucap pun langsung menoleh dan benar tidak ada David di sana
"Apa dia meninggal kan Bella di sini sendiri an, kalo sampai beneran gw akan ambil Bella dari sahabat lo yang keras kepala itu" ucap Rendy
"Lo yakin, apa Caca nggak marah kalo lo sama dia dan lagi David juga sahabat lo salah lo tau" jawab Bian dengan enteng nya
Tetapi saat Rendy ingin menjawab perkataan Bian, tiba-tiba suara pintu terbuka dan membuat pandangan mereka berdua menoleh ke sumber suara tersebut
Dan ternyata yang membuka pintu adalah David, orang yang baru saja mereka bicara kan
"Ngapai kalian ada di sini?" tanya David sambil berjalan dan menaruh saleb di meja mini dekat Bella terbaring
"Kalo gw tentu saja lihat adek gw tersayang, gak tau kalo dia" ucap Rendy menjawap pertanyaan David
__ADS_1
Sedang kan Bian yang mendengar ucapan Rendy barusan bingung
"Adikk, sejak kapan lo punya adik dan tadi lo juga akan ambil gadis itu dari David, Bisa kalian jelasin kalo gw benaran sahabat lo" ucap Bian yang sudah sangat penasaran