
"Tidak usah kak Rensy aku tidak mau bertambah merepotkan orang lain, itu kata mama Bella dulu" ucap nya
"Tidak merepotkan sama sekali, kalo kamu keluar dengan keadaan seperti ini, apa kamu bisa ini sudah jam 10 malam jadi makan dan istirahat pesok pagi aku antar pulang" ucap Rendy
...Setelah beberapa saat makan pun datang di antar bi inah Rendy tidak ada sudah berada di kamarnya...
...Bella yang memang lapar pun langsung menghabis kan makanan tersebut dan setelah itu meminum obat dan tidur hingga pagi hari...
...Dirinya pun bagun cuci muka setelah itu turun, pagi kak Rendy sapanya gugup karna baru kenal juga...
"Pagi Bella kamu sudah bangun, ah kamu tidak mandi" tanya Rendy yang melihat gadis yang iya tabrak semalam masih menggenakan pakaian yang sama
...Bella pun malu karna dari kemarin tidak ganti pakain tapi gimana lagi , dirinya bahkan tidak mempunyai pakaian ganti apalagi sekarang dirinya berada di rumah orang...
"Bella nggak ada baju ganti kak jadi Bella nggak mandi, lagian Bella mau pulang" ucap nya lirih
"Sorry aku lupa yaudah ayok ikut aku, aku pinjamin baju ku nggak papa kan sementara aja nanti aku pesenin" ucap Rendy
"Tidak perlu repot repot kak, aku banyak repotin kakak udah nyusain numpang makan tidur sekarang malah mau beliin baju buat Bella, pasti mama kecewa sama bela disana" ucap nya lirih ditambah raut mukanya yang sendu karna ini pertama kalinya dirinya merepotkan orang lain apa lagi baru mengenalnya
Rendy yang mendengar itupun berbalik dan memegang pundak gadis di depannya itu
"Anggap aja aku seperti kakak kamu sendiri, aku dari dulu sangat ingin mempunyai adik perempuan. Sekarang kamu tidak perlu malu atau merasa tak enak karna aku sekarang Rendy Atmaja adalah kakak kamu ngerti" ucap Rendy entah lah baru semalam bertemu dan dirinya langsung menyukai dan ingin melindungi gadis di depannya tersebut
...Bella yang mendengar pun terharu dan meneteskan air mata, dirinya kaget karna masih ada orang yang menyayangi nya meski baru bertemu, dirinya pun reflek langsung memeluk laki laki tersebut...
"Makasih kak Rendy udah baik sama Bella, gak tau Bella harus balas kebaikan kak Rendy kayak gimana nanti" ucapnya sambil terisak
"Hei kenapa adik kaka malah menangis, kalo mau membalas nya cukup kamu anggap kakak sebagi kakak kandung kamu" ucapnya sambil menghapus air mata Bella
__ADS_1
"Ayok kakak ambilin baju kamu mandi terus makan oke" tambah nya lagi
"Iya kak" ucapnya
...Setelah itu mereka pun ke atas saat Rendy mengambil mengambil baju untuknya, dirinya hanya menunggu di luar...
...Setelah dirinya menerima kemeja Rendy, Bella pun pergi ke kamar tamu dan mandi setelah semuanya selesai Bella pun turun , baju rendi sangat besar seperti Dress...
"Hahaahaha, Bella kamu lucu banget sih pakek baju kakak , kakak sudah pesen baju buat kamu sih tapi masih agak siang dateng nya nggak papa kan" ucapnya masih sambil tertawa
"Kak Rrndy jangan ketawa, dan terimakasih karna belikan Baju Bella" ucap Bella sambil cemberut
"Lucu sekali sih kalo ngambek bikin gemesh, sini duduk dulu makan" ucap Rendy
...Mereka pun makan setelah itu Bella dan Rendy duduk di ruang tamu...
"Kak aku mau pulang gak enak disini ngerepotin kakak terus" ujar Bella
"Ah itu nggak usah Bella bi bisa pulang sendiri kok" ujar nya ter bata bata
...Rendy yang melihat gelagat aneh Bella pun langsung tau kalo gadis di depannya ini sedang berbohong...
"Bella mungkin aku baru semalem kenal kamu, tapi aku tau saat ini kamu sedang berbohong. Apa kamu kabur dari rumah atau gimana"
"Ah tidak kak mana mungkin Bella kabur dari rumah" ucap nya tak terima pasalnya dirinya di usir lebih tepat nya
"Kalo nggak kamu dari rumah kenapa kamu nggak mau di antar pulang, trus gelagat kamu juga aneh kakak tau kamu lagi nyembunyiin sesuatu dan kakak nggak mau maksa kamu buat bilang" ucap Rendy sambil melihat Bella
"Tapi kalo kamu nggak pulang kedua orang tua kamu akan cemas Bella apa kamu nggak kasian sama mereka hem" tambahnya sambil mengelus rambut Bella
__ADS_1
"Se sebenernya Mama papa dan kakak Bella sudah meninggal, Bella juga bukan orang sini" ucap nya lirih dia nggak mungkin berbohong sama orang yang telah berbaik hati kepadanya
"Ah maaf kan aku, aku tidak bermaksud" ucap Rendy merasa bersalah
"Tidak apa apa kok kak Bella juga udah ikhlas" jawab nya mantap
"Pantas saja muka kamu seperti campuran, sekarang kamu tinggal di mana biar aku anter" ucap nya Rendy
"Bella asli jakarta, baru pindah kesini 1 mingguan lebih. kakak katanya mau kerja kakak kerja aja nggak papa nanti telat ini udah siang" jawab nya sambil mengalihkan pembicaraan
...Rendy yang paham kalo Bella mengalihkan pembicaraan tetap nggak mau mengalah sampai gadis di depannya jujur...
"Aku Bosnya jadi aku bebas berangkat jam berapa saja" ucap nya enteng
"Dasar"
"Hahaha memang benar itu kenyataan nya. pokoknya aku nggak mau tau aku mau anter kamu pulang aku takut kamu kenapa napa inget aku kakak kamu sekarang" ucap Rendy
"Sebener nya Bella nggak tau mau pulang kemana" jawab nya lirih
"Bagai mana mungkin, apa kamu tinggal di apartemen sendirian oh bahkan kamu masih sangat kecil masih umur 15th ku rasa itu sangat berbahaya" ucapnya santai
"Yakkk apa yang kak Rendy bilang, aku umur 17th bukan 15th, huhh dasar sok tau" ucap Bella tak terima
"Whatt kaget Rendy, tapi kamu mirip gadis umur 15th lagian cuma beda 2thn doang" jawab nya dengan percaya dirinya
...Bella diam tidak mau menjawab, masak iya dirinya di katakan umur 15 apa karna dia pendek...
"Ututu jangan ngambek lagi, yaudah kakak mau kerja dulu inget nanti kakak yang anterin kamu pulang" jawab nya setelah itu dirinya beranjak pergi
__ADS_1
...Bella juga ada di kamar sekarang, apa aku harus pulang ke rumah kak David tapi aku di usir kemarin. tapi kan kak David suami aku, tapi ahhh Bella lebih baik kamu pulang saja apapun yang terjadi mari di hadapi kak David tidak se menyeramkan itu kok. ucapnya menasehati diri sendiri...
...Dilain tempat David sedang berfikir, Apa aku salah kemarin mengusir nya? tidak ini bukan salah ku tapi aku tidak menyangka gadia itu beneran tidak pulang ke rumah, ah pasti dia sedang berada di rumah laki laki yang menyawa tubuhnya cihhh ngapain juga aku mikirin gadis itu mau pulang mau enggak itu bukan urusan ku...