
entah mengapa hari ini aslan dipanggil menuju ruang pelatihan, sedangkan teman temannya yang lain sedang belajar di kelas
'mungkin taz masih ingin merekrutku?' batinnya
sesampainya ia di depan pintu itu, ia dibuat terkagum dengan pintunya, berbentuk setengah lingkaran, berwarna emas, dan banyak ukiran, berukuran sangat besar
dengan cepat ia membuka pintu itu, dan dugaannya benar,
ruangan itu berwarna putih dan sangat luas
di dalam ruangan ada taz dengan seseorang yang kira kira masih berumur 40 tahunan
"ada apa taz?, kau masih belum menyerah?" tanya aslan
"kau mungkin masih menolakku, namun kau aka berfikir dua kali setelah kau sparring dengan temanku ini ,
permata dewa no.1 generasi kelima, vero fatruk"
aslan tersenyum, dan mulai meregangkan tubuhnya 'menarik'
lelaki itu memakai jubah putih, auranya sangat kuat
meskipun tak sekuat atlas, namun terasa hawa kekuatannya, berambut pendek berwarna putih, wajahnya tampan dan putih, tubuhnya tidak besar namun atletis
"sebaiknya kita langsung mulai" ucap aslan
"perkenalkan namaku—" aslan secara tiba tiba muncul di depannya dan menombak vero
__ADS_1
untungnya vero memiliki rilfeks yang tinggi, ia mengubah tangannya menjadi tangan badak dan menahan tendangannya
meskipun begitu ia tetap terpental 5 langkah
vero mengatur napasnya,
"hei bocah setidaknya berilah aku waktu untuk bersiap"
"kau bahkan kesusahan menghindar tendanganku, kau tidak akan sanggup sedetik melawan ayahku"
remeh aslan
vero menarik napas pelan dan menghembuskannya
"aku memang bukan tandingannya, namun disini kaulah lawanku"
ia kini berubah menjadi badak, berbadan badak namun berdiri tegak
tangannya seperti manusia namun berkulit badak, sama dengan kakinya, tingginya 2,5 meter
tubuhnya kekar
aslan menerjang menuju vero dengan kecepatan turbo dari apinya, dan menendang dengan tendangan api naganya
vero menahannya dengan tangan kanannya, kemudian ia menghempaskannya
aslan terhempas dua meter, kemudian ia kembali maju dan memberikan pukulan energi panas menuju dada vero
__ADS_1
vero yang tidak melihatnya terpental dan memegangi dadanya yang terdapat luka bakar di sana
vero melompat dan mendarat menuju aslan ,
aslan mundur dua langkah, lantainya hancur, namun ia terpental menuju ujung ruangan, dan menabrak dinding
tak berhenti sampai disitu ia menerjang aslan dan menombaknya, kaki badak yang sebesar tubuh manusia itu menghantamnya, dindingnya pun ikut hancur dan bergetar hebat
vero kemudian memukuli aslan namun aslan mencoba untuk tetap berdiri
aslan memukulkan api berbentuk kepalan tangan, vero mencoba menahannya namun api itu terlalu kuat
aslan tak berhenti ia mengirim bola api bertubi tubi sambil melayang di udara
vero mati matian menahannya sambil menahan rasa perih di dadanya
aslan kini ingin mencoba sesuatu namun ia berfikir bahwa ini tidak mungkin
ia menggunakan telekinetiknya dan mencoba meremukkan tubuh vero
vero masih bisa menahannya, aslan memainkan tangannya dan menggerakkan bekas lantai dan dinding yang berserakkan untuk menabrak vero, vero terpental kesana kemari
ia memutuskan untuk mengakhirinya, ia menerjang aslan dan memukulnya dengan sangat keras hingga ia terlempar menuju langit langit ruangan, kemudian ia terjatuh
ia kembali menerjang aslan, namun ternyata aslan sudah siap, aslan menendangnya dengan tendangan turbo tepat di dagunya, dan menarik culanya dan melemparnya ke bawah,
vero terbanting dan kini ia berada di bawah, aslan akan mengakhirinya, ia membuat turbo di tangannya, dan membuat api di kakinya sehingga mempercepat gerakannya dan menambah kekuatan di kakinya, pertarungan itu selesai dengan hasil aslan sebagai pemenang
__ADS_1