
aslan kini berlari bersama rayner,
ditengah lorong,
hari ini adalah hari kelulusan mereka,
"ini semua gara gara kau aslan" ucap rayner menyalahkan aslan karena semua ini
mereka terkunci di kamar mandi karena aslan lupa menaruh kuncinya di mana
"yasudah mau kau memaafkanku atau tidak, kita tetap terlambat"
tiga tahun sudah berlalu, hari ini adalah hari mereka akan segera berubah seragam menjadi seragam kesatria olympus, namun tidak bagi aslan
ketika sampai disana pidato yang disampaikan arveta telah selesai, mereka sempat dimarahi oleh guru
nama masing masing siswa akan dipanggil ke depan untuk mengambil ijazah mereka dan disambut opeh arveta
"aslan azzuri"
aslan melangkahkan kakinya ke depan panggung
arveta mengulurkan tangannya, namun
aslan mencium bibir pacarnya itu
"maaf aku telat babe" ucap aslan
"berarti kau tidak menonton pidatoku?"
aslan hanya menggaruk kepalanya
"aku janji aku akan menggantinya"
peta membalasnya dengan senyum dan mengangguk
selesai upacara tersebut tiap tiap siswa dijemput oleh orang tua mereka masing masing
aslan membawa peta menuju taman dan mendudukkan dia di atas kursi
aslan berjongkok di depan peta
"peta, mungkin selama beberapa tahun ini kita tidak akan bertemu"
aslan menjelaskan semua tentang latihannya bersama ayahnya
wajah peta terlihat murung
"kapan kau akan kembali?" tanya peta
"entahlah"
peta menghembuskan napasnya, peta sudah terbiasa dengan sikap aslan yang tidak bisa menepati janjinya
"kali ini bersumpahlah padaku, bahwa kau akan menjaga hatimu untukku!!" tekan peta
aslan tersenyum, ia tidak menyangka kata kata itu akan keluar dari mulut peta
"yang seharusnya dipertanyakan itu kau babe, tenang saja aku tidak akan memandang wanita lain selainmu,"
"bagaimana kalau kita buat perjanjian?"
aslan mulai tertarik, "perjanjian apa itu?"
__ADS_1
"kalau kita akan bertemu lagi, kita sudah menjadi orang besar, dan kau akan melamarku di depan semua orang"
aslan menegukkan ludahnya, peta menatapnya lekat, dengan wajah yang serius, peta semakin mendekatkan wajahnya kepada wajah aslan
aslan semakin gugup, meringat dingin sekitar tubuhnya
"baiklah"
□■□■□■□■□■□{}●○●○●○●○●○
atlas sudah siap ingin 'menculik' aslan, namun secara tiba tiba seluruh pemimpin negara dan seluruh permata dewa dari generasi lama mulai dari 1-6 datang
mai pun mengajak mereka menuju aula yang berada di rumah mai
aula itu sebesar lapangan futsal
"ada apa dengan pertemuan mendadak ini?, dan mengapa harus di rumahku?" ucap mai
"kau akan segera mendapat jawabannya" jawab taz
"pertemuan kita kali ini adalah tentang aliansi yang akan menjadi ujung tombak permata dewa ketika melawan dark
bisa dibilang mereka adalah kaderisasi permata dewa generasi selanjutnya, aku akan menyebutnya NEOPTOLEMUS, mereka akan dipilih melalui kekuatan mereka
beberapa orang yang telah kupilih arveta arthos , syahfa snow, fanza harvert, rayner regan, alister frozo, akasya agha, dan akan ada 14 lainnya, setuju?" jelas rayga, permata dewa no.1 generasi kesatu,
umur dari pemilik kekuatan memanglah panjang, jadi wajar saja permata dewa dari no.1 sampai sekarang masih hidup
"SETUJU!!" seru yang lain
"dengan ini kita bisa memulai era baru kita,
lalu atas dasar apa kau mengumpulkan kita taz?," tanya rayga
"aku ingin menjelaskan tentang apa yang pernah terjadi pada vero"
vero membuka bajunya dan menunjukkan bekas luka ditubuhnya
semua terkaget disitu, mereka belum pernah melihat ada luka di tubuh vero sebelumnya
"hey vero, bagaimana ada orang yang bisa mengalahkan tubuh badakmu, dan melukai tubuh aslimu" ucap fana
vero menggeleng, "kejadian ini tiga tahun lalu, orang ini tidak menyerang tubuh asliku,
melainkan ia menembus tubuh badakku sampai tubuh manusiaku"
"hah!!" semua orang di ruangan itu mulai berbisik
"kala itu aku sedang sparring dengan pelaku, aku akui tubuh badakku kalah" lanjut vero
"siapa pelaku itu tuan vero?," tanya valmus
"aslan azzuri, putra dari mai azzuri dan atlas aleanzo" lanjut vero
"hekk" pekik vero, ia kini melayang di udara sambil memegangi lehernya
"kau sebut nama putraku sekali lagi, maka akan kubunuh kau" geram atlas
rayga menerjang atlas dengan kecepatan cahayanya
namun atlas tak bergerak sama sekali dan dalam kedippan mata, rayga telah menempel di dinding, dan dinding itu retak
semua terkaget dengan apa yang atlas lakukan,
__ADS_1
kini atlas mengeluarkan 20% aura kekuatannya, tidak seperti ketika di pertemuan sebelumnya ia hanya menggunakan 1%
semua orang terjatuh, bagaikan ada tekanan yang besar menahan pundak mereka
'aura kekuatan macam apa ini?'
bahkan hanya dengan atlas yang mengeluarkan aura kekuatannya mereka dapat mati karena tekanannya
'makhluk macam apa dia ini?, aku harus segera kabur dari sini' batin salah seorang wanita dari generasi kelima
atlas sudah menahan auranya kembali,
"perkenalkan, namaku atlas aleanzo, makhluk terkuat dimuka bumi ini"
"omong kosong!!" vero menerjangnya dalam wujud badaknya itu adalah kecepatan tercepat yang pernah ia tempuh selama ini
"kau tidak pernah belajar yah"
dan tanpa bergerak sedikitpun, dada vero telah dilubangi, vero terjatuh dihadapan atlas
sebuah lubang yang besar yang berada di dada vero
kini ia berubah menjadi manusia, namun lubang itu masih ada, vero telah mati, atlas mengarahkan tangannya menuju vero, cahaya warna hijau menyelimutinya,
dadanya kembali seperti semula, ia kembali bernafas,
"bagaimana rasanya setelah merasakan kematian?" ucap aslan
vero terkaget dan segera berlutut di depan atlas, diikuti dengan yang lain, mereka berlutut dengan agak kaku karena masih terkaget dengan kekuatan atlas
'aku telah menciptakan monster yang lebih mengerikan dari tuhan itu sendiri' batin taz
"tenang saja, aku tidak selamanya serius kok, dari tadi aku hanya bercanda, dan kalian menganggapnya serius, bahkan aura ku baru 20 persen hah bodoh!!, kalian semua bodoh, hahahah!!"
"kau ini gila yah, mengerjai kami seperti ini!!" teriak taz
ia agak kesal dengan atlas karena menggunakan kekuatannya untuk sesuatu yang aneh
"siapa suruh, dari tadi suasana di sini sangat tegang,"
namun mereka tetap menunduk,
atlas tampak bingung
"hei, bangkitlah, mengapa kalian masih menunduk?" atlas terheran heran
"mari kita mulai era baru permata dewa dengan atlas sebagai raja" mereka mulai bangkit
atlas kebingungan "heh?"
"HIDUP RAJA ATLAS!!"
"HIDUP!!"
"HAAHHH!!,
hei tidak aku tidak bisa menjadi pemimpin!"
"tenang saja tuan atlas,
yang perlu kau lakukan hanyalah menjadi yang terdepan ketika peperangan" jelas fana
"oh"
__ADS_1
vero masih terdiam, ia tidak menyangka bahwa atlas yang bercanda dapat membunuhnya semudah itu,
sebaiknya ia tidak mengganggu keluarga itu