
atlas menjelaskan bagaimana aslan harus mengendalikan makhluk yang berada di dalam tubuhnya
kemudian mereka memulainya, "masukilah alam batinmu, lawan makhluk itu atau buat perjanjian dengannya"
kini aslan sudah memasuki alam batinnya,
'waw otakku sangat besar, aku pasti orang pintar' batin aslan
ia kini berjalan menuju kegelapan, sampai ia mendengar suara memanggilnya 'hei, bocah'
ia mencari cari sumber suara tersebut, sampai ia menemukan makhluk itu,
berkulit gelap, badannya kekar dan tinggi, terdapat retakkan berwarna oranye di wajahnya sebelah kiri, menjulur dari dahi mengenai mata hingga pipinya
rambutnya panjang berwarna oranye, matanya empat berwarna oranye
"kau kira kau bisa mengalahkanku?,
kau kira aku bersemayam di tubuhmu untuk mengambil alih tubuhmu?" kemudian ia tertawa sungguh keras hingga memekikkan telinganya
aslan terkaget, ia hanya bisa diam kaku merasakan kekuatan yang jauh lebih besar daripada ayahnya
ia kemudian berhenti tertawa, "aku sudah mengetahui takdirmu dari awal kau lahir, aku hanya ingin duduk di kursi terdepan menyaksikan apa yang akan terjadi kedepannya.
kau akan membawa perubahan bocah, aku akan membiarkanmu memiliki kekuatanku,
tapi suatu saat kau akan sadar, bahwa kekuatanku akan membunuh orang terdekatmu"
kemudian ia berjalan mendekati aslan,
aslan hanya bisa diam kaku
ia mendekatkan ke telinga aslan
"semuanya tergantung dirimu bocah, selamatkan dunia dengan kekuatanku, ataupun menghancurkannya
aku akan menyaksikannya dari dalam tubuhmu,
menyaksikan bagaimana takdirmu yang mengenaskan, ataupun kau ingin merubahnya"
kemudian ada cahaya yang sangat besar dari tubuhnya ketika keduanya menyatu,
bahkan hal itu juga terjadi dengan tubuh aslan yang asli, tubuhnya bercahaya, dan mengambang dua meter
atlas menatapnya takjub, kemudian terjadi ledakan besar,
atlas sudah berlari terlebih dahulu, dan terkejut ia, untung saja gunung ini berada jauh dari penduduk,
karena yang ia lihat gunung itu sudah tidak ada, digantikan dengan lubang dan putranya masih mengambang di tempatnya
○●○●○●○●○●○●○●○●○●○●○●○
aslan terbangun di atas kasur yang empuk, ia tidak tau ia sekarang berada di mana, tampat itu begitu mewah, ia menatap sekitar
tempat itu sangat mewah dilengkapi dengan chandelier di atasnya
__ADS_1
tak lama kemudian ayahnya masuk, dan melihat putranya yang sudah terbangun
"waw, menurutku 10/10 dengan wujud barumu itu" ucap atlas, namun aslan tidak paham,
"apa maksudmu?" tanya aslan, atlas mengambil sebuah kaca genggam, dan menunjukkannya kepada aslan
ia pun terkejut melihat wajahnya, wajahnya masih sama, namun terdapat retakkan berawarna oranye di sebelah kiri dan beberapa helai rambut yang terkena retakan tersebut berubah warna menjadi oranye, matanya pula berwarna oranye
'waw wajahku semakin tampan dengan adanya retakkan ini' batin aslan,
kemudian ia teringat sesuatu, dimana mereka ini sekarang "ayah kita dimana?" tanya aslan
"kita berada di istana, setelah terjadinya ledakan besar, prajurit istana datang dan membawa kita ke istana,
dan raja yang kenal denganku menawarkan tempat beristirahat"
"ledakan?" tanya aslan
"kau tidak tau tentang ledakan yang kau ciptakan?"
aslan menatapnya dengan wajah kebingungan.
atlas pun menghembuskan napasnya
"baiklah langsung ke intinya, apakah kau sudah menguasainya?"
"dia bilang aku bisa menggunakan kekuatannya, dan dia hanya akan diam di dalam tubuhku" jelas aslan
atlas mengangguk, "sekarang waktunya kita lihat kekuatan apa saja yang kau miliki"
♤♡♤♡♤♡♤♡♤♡♤♡♤♡♤♡♤♡♤♡♤♡♤
ada raja, ratu, putri dan pangeran,
dan juga jagoan-jagoan klan
namun kali ini mereka hanya menonton
mereka akan bertarung
meskipun aslan belum tau kekuatan yang dimilikinya, namun cara tercepat untuk tau adalah disaat berlawanan dengan orang yang jauh lebih kuat
"ingatlah aslan, aku takkan menahan" ucap atlas sambil tersenyum
aslan pun memasang wajah serius,
atlas kini telah merubah wujudnya
ia memiliki tanduk rusa, dan ada garis hitam diwajah sebelah kanannya, dan rambut yang terkena garis tersebut berubah warna menjadi hitam
seketika atlas mengeluarkan apinya yang berwarna biru dan ada hitam hitamnya, itulah kekuatan primordial darknya, kekuatan itu menambah kecepatan dan kekuatannya
aslan menerjang duluan dengan kecepatan petir,
tidak disangka, kekuatan itu lebih cepat dibandingkan dengan kecepatan petir, kini atlas telah berada di belakang aslan, dan memukul aslan ke bawah dengan pukulan api birunya
__ADS_1
aslan yang belum bersiap terkena pukulan yang sangat keras di bagian punggungnya, ia terbanting ke tanah,
atlas tak berhenti ia menendangnya dengan tendangan turbo
sehingga aslan terpental ke dinding, atlas pun menombak aslan, darah segar keluar dari mulutnya
atlas menarik baju aslan dan melemparnya bersama dengan tubuhnya sembarangan,
saat aslan masih di udara ia menarik kakinya, dan membantingnya
ia menjeda sebentar, agar tau ada reaksi atau tidak dari putranya,
bahkan tubuh aslan lebih keras dari tubuh vero,
atlas menyerang vero dengan pukulan energi panas, yang membuat dada vero berlubang dan mati
namun kini atlas menyerang tubuh aslan dengan api biru dan tubuhnya tidak berlubang,
kalau api biru diserang ke vero, mungkin tubuh vero sudah berubah menjadi abu
kini aslan tengah bangkit kesusahan, ia meringis sedikit, dan menyeka darah yang ada di mulutnya
ia berdiri sempoyongan,
aslan mulai menyerang, dengan pukulan energi panas, namun pukulan tersebut ditepis oleh atlas, sehingga pukulan tersebut mengenai dinding ujung
kini atlas memukulinya namun tidak dengan api biru, mungkin kalau ia dikenai api biru lagi ia bisa mati
aslan tidak bisa berbuat apa apa ketika ia dipukuli,
hingga akhirnya ia terjatuh, "bangunlah," ucap aslan
aslan tetap bangkit dengan seluruh tenaga yang tersisa dalam dirinya, ia memakai jurus fire fist dan memukulkannya ke lantai, sehingga lantai itu retak,
dan memakai telekinetik dan melempar bebatuan itu ke ayahnya, ayahnya tidak mau kalah, ia melemparkan batu yang lebih besar seukuran bus dan melemparnya ke aslan
aslan dengan sisa tenaga yang dimilikinya mengarahkan tangannya ke batu yang sedang mengarah kepadanya,
ia ingin mengeluarkan petir yang dapat menghancurkan batu tersebut, namun tidak terjadi apa apa,
kemudian ia berteriak masih dengan mengarahkan tangannya ke arah batu tersebut
kemudian ketika jarak batu itu berjarak 1cm dari tangannya, batu itu hancur berkeping keping, atlas terkejut dengan apa yang baru aslan lakukan,
bukan hanya atlas, sang raja dan yang lainnya juga terkejut melihat kekuatan itu
ia baru menggunakan salah satu kekuatan kronos,
yaitu kekuatan penghancur, dimana ia dapat menghancurkan benda berkeping keping ataupun menjadi debu ketika disentuhnya ataupun berjarak setidaknya 1cm
bahkan kekuatan tersebut akan dimodifikasi nantinya
kemudian aslan menggunakan kekuatan selanjutnya, yaitu kekuatan regenerasi.
seluruh luka ditubuhnya kini sudah sembuh,
__ADS_1
ia kembali berdiri tegak dan melihat ke ayahnya, dan terkejut ayahnya, bahwa mata aslan berubah menjadi empat
atlas tersenyum, "baiklah mari kita mulai pertarungan sebenarnya!"