AETHER

AETHER
EPISODE 14


__ADS_3

atlas menjelaskan bagaimana aslan harus mengendalikan makhluk yang berada di dalam tubuhnya


kemudian mereka memulainya, "masukilah alam batinmu, lawan makhluk itu atau buat perjanjian dengannya"


kini aslan sudah memasuki alam batinnya,


'waw otakku sangat besar, aku pasti orang pintar' batin aslan


ia kini berjalan menuju kegelapan, sampai ia mendengar suara memanggilnya 'hei, bocah'


ia mencari cari sumber suara tersebut, sampai ia menemukan makhluk itu,


berkulit gelap, badannya kekar dan tinggi, terdapat retakkan berwarna oranye di wajahnya sebelah kiri, menjulur dari dahi mengenai mata hingga pipinya


rambutnya panjang berwarna oranye, matanya empat berwarna oranye


"kau kira kau bisa mengalahkanku?,


kau kira aku bersemayam di tubuhmu untuk mengambil alih tubuhmu?" kemudian ia tertawa sungguh keras hingga memekikkan telinganya


aslan terkaget, ia hanya bisa diam kaku merasakan kekuatan yang jauh lebih besar daripada ayahnya


ia kemudian berhenti tertawa, "aku sudah mengetahui takdirmu dari awal kau lahir, aku hanya ingin duduk di kursi terdepan menyaksikan apa yang akan terjadi kedepannya.


kau akan membawa perubahan bocah, aku akan membiarkanmu memiliki kekuatanku,


tapi suatu saat kau akan sadar, bahwa kekuatanku akan membunuh orang terdekatmu"


kemudian ia berjalan mendekati aslan,


aslan hanya bisa diam kaku


ia mendekatkan ke telinga aslan


"semuanya tergantung dirimu bocah, selamatkan dunia dengan kekuatanku, ataupun menghancurkannya


aku akan menyaksikannya dari dalam tubuhmu,


menyaksikan bagaimana takdirmu yang mengenaskan, ataupun kau ingin merubahnya"


kemudian ada cahaya yang sangat besar dari tubuhnya ketika keduanya menyatu,


bahkan hal itu juga terjadi dengan tubuh aslan yang asli, tubuhnya bercahaya, dan mengambang dua meter


atlas menatapnya takjub, kemudian terjadi ledakan besar,


atlas sudah berlari terlebih dahulu, dan terkejut ia, untung saja gunung ini berada jauh dari penduduk,


karena yang ia lihat gunung itu sudah tidak ada, digantikan dengan lubang dan putranya masih mengambang di tempatnya


○●○●○●○●○●○●○●○●○●○●○●○


aslan terbangun di atas kasur yang empuk, ia tidak tau ia sekarang berada di mana, tampat itu begitu mewah, ia menatap sekitar


tempat itu sangat mewah dilengkapi dengan chandelier di atasnya

__ADS_1


tak lama kemudian ayahnya masuk, dan melihat putranya yang sudah terbangun


"waw, menurutku 10/10 dengan wujud barumu itu" ucap atlas, namun aslan tidak paham,


"apa maksudmu?" tanya aslan, atlas mengambil sebuah kaca genggam, dan menunjukkannya kepada aslan


ia pun terkejut melihat wajahnya, wajahnya masih sama, namun terdapat retakkan berawarna oranye di sebelah kiri dan beberapa helai rambut yang terkena retakan tersebut berubah warna menjadi oranye, matanya pula berwarna oranye


'waw wajahku semakin tampan dengan adanya retakkan ini' batin aslan,


kemudian ia teringat sesuatu, dimana mereka ini sekarang "ayah kita dimana?" tanya aslan


"kita berada di istana, setelah terjadinya ledakan besar, prajurit istana datang dan membawa kita ke istana,


dan raja yang kenal denganku menawarkan tempat beristirahat"


"ledakan?" tanya aslan


"kau tidak tau tentang ledakan yang kau ciptakan?"


aslan menatapnya dengan wajah kebingungan.


atlas pun menghembuskan napasnya


"baiklah langsung ke intinya, apakah kau sudah menguasainya?"


"dia bilang aku bisa menggunakan kekuatannya, dan dia hanya akan diam di dalam tubuhku" jelas aslan


atlas mengangguk, "sekarang waktunya kita lihat kekuatan apa saja yang kau miliki"


♤♡♤♡♤♡♤♡♤♡♤♡♤♡♤♡♤♡♤♡♤♡♤


ada raja, ratu, putri dan pangeran,


dan juga jagoan-jagoan klan


namun kali ini mereka hanya menonton


mereka akan bertarung


meskipun aslan belum tau kekuatan yang dimilikinya, namun cara tercepat untuk tau adalah disaat berlawanan dengan orang yang jauh lebih kuat


"ingatlah aslan, aku takkan menahan" ucap atlas sambil tersenyum


aslan pun memasang wajah serius,


atlas kini telah merubah wujudnya


ia memiliki tanduk rusa, dan ada garis hitam diwajah sebelah kanannya, dan rambut yang terkena garis tersebut berubah warna menjadi hitam


seketika atlas mengeluarkan apinya yang berwarna biru dan ada hitam hitamnya, itulah kekuatan primordial darknya, kekuatan itu menambah kecepatan dan kekuatannya


aslan menerjang duluan dengan kecepatan petir,


tidak disangka, kekuatan itu lebih cepat dibandingkan dengan kecepatan petir, kini atlas telah berada di belakang aslan, dan memukul aslan ke bawah dengan pukulan api birunya

__ADS_1


aslan yang belum bersiap terkena pukulan yang sangat keras di bagian punggungnya, ia terbanting ke tanah,


atlas tak berhenti ia menendangnya dengan tendangan turbo


sehingga aslan terpental ke dinding, atlas pun menombak aslan, darah segar keluar dari mulutnya


atlas menarik baju aslan dan melemparnya bersama dengan tubuhnya sembarangan,


saat aslan masih di udara ia menarik kakinya, dan membantingnya


ia menjeda sebentar, agar tau ada reaksi atau tidak dari putranya,


bahkan tubuh aslan lebih keras dari tubuh vero,


atlas menyerang vero dengan pukulan energi panas, yang membuat dada vero berlubang dan mati


namun kini atlas menyerang tubuh aslan dengan api biru dan tubuhnya tidak berlubang,


kalau api biru diserang ke vero, mungkin tubuh vero sudah berubah menjadi abu


kini aslan tengah bangkit kesusahan, ia meringis sedikit, dan menyeka darah yang ada di mulutnya


ia berdiri sempoyongan,


aslan mulai menyerang, dengan pukulan energi panas, namun pukulan tersebut ditepis oleh atlas, sehingga pukulan tersebut mengenai dinding ujung


kini atlas memukulinya namun tidak dengan api biru, mungkin kalau ia dikenai api biru lagi ia bisa mati


aslan tidak bisa berbuat apa apa ketika ia dipukuli,


hingga akhirnya ia terjatuh, "bangunlah," ucap aslan


aslan tetap bangkit dengan seluruh tenaga yang tersisa dalam dirinya, ia memakai jurus fire fist dan memukulkannya ke lantai, sehingga lantai itu retak,


dan memakai telekinetik dan melempar bebatuan itu ke ayahnya, ayahnya tidak mau kalah, ia melemparkan batu yang lebih besar seukuran bus dan melemparnya ke aslan


aslan dengan sisa tenaga yang dimilikinya mengarahkan tangannya ke batu yang sedang mengarah kepadanya,


ia ingin mengeluarkan petir yang dapat menghancurkan batu tersebut, namun tidak terjadi apa apa,


kemudian ia berteriak masih dengan mengarahkan tangannya ke arah batu tersebut


kemudian ketika jarak batu itu berjarak 1cm dari tangannya, batu itu hancur berkeping keping, atlas terkejut dengan apa yang baru aslan lakukan,


bukan hanya atlas, sang raja dan yang lainnya juga terkejut melihat kekuatan itu


ia baru menggunakan salah satu kekuatan kronos,


yaitu kekuatan penghancur, dimana ia dapat menghancurkan benda berkeping keping ataupun menjadi debu ketika disentuhnya ataupun berjarak setidaknya 1cm


bahkan kekuatan tersebut akan dimodifikasi nantinya


kemudian aslan menggunakan kekuatan selanjutnya, yaitu kekuatan regenerasi.


seluruh luka ditubuhnya kini sudah sembuh,

__ADS_1


ia kembali berdiri tegak dan melihat ke ayahnya, dan terkejut ayahnya, bahwa mata aslan berubah menjadi empat


atlas tersenyum, "baiklah mari kita mulai pertarungan sebenarnya!"


__ADS_2