
sesampainya mereka di sana sang putri menuju toko baju dan melihat lihat baju di sana
aslan hanya berdiri tegak di belakangnya, dan ada satu hal yang mengganggu pikirannya
'wanita ini mengapa mencari baju lelaki, apa mungkin ia ingin membelikan baju untuk pacarnya?' batinnya
namun sesekali wanita itu mencuri curi pandang kepada aslan untuk mengukur badan aslan,
aslan tidak bisa membantah pada perasaannya yang memang menatap wanita itu dengan terpesona, ia memang secantik itu
wajahnya putih bersih, rambutnya kuning panjang berponi, matanya berwarna biru laut,sangat murah senyum dan tidak jutek seperti putri putri di film
sampai akhirnya sang putri sudah menemukan baju yang menurutnya cocok
ia mengangkat baju itu, dan menyamakannya dengan aslan, " coba kau pakai baju ini kalau pas bilang kepadaku!" perintah sang putri
aslan hanya mengeluarkan ekspresi wajah datar, dan memakainya di ruang ganti,
sang putri sudah tidak sabar ingin melihatnya
kemudian aslan dengan pakaian yang diberikan sang putri, ia pun menunjukkannya kepada sang putri
"putri kalau memang orangnya seukuran denganku maka pasti muat" jelas aslan
sang putri tersenyum
"baju itu kubelikan untukmu" jawab sang putri
aslan pun terkaget, 'untukku?'
"tugasmu yang diberikan adalah mempelajari kehidupan kami kan?, maka kau juga harus berpakaian seperti kami" jelas sang putri
aslan kini terlihat sangat keren karena retakkan oranye di wajahnya dan beberapa helai rambut yang berwarna oranye
sang putri hanya bisa tersenyum senyum, membayangkan aslan jika suatu saat nanti menjadi pacarnya
♤♡◇♧♤♡◇♧♤♡◇♧♤♡◇♧♤♡◇♧♤♡
dibenua gems
taz dan fana mengumpulkan permata dewa generasi keenam dan kesatria neoptolemus
kesatria neoptolemus sudah dilantik beberapa hari yang lalu
atlas pula datang dari benua lain sedangkan aslan ditinggal di benua lain
karena atlas tau apa yang akan didiskusikan oleh taz, dan seluruh permata dewa harus tau informasi ini
para permata dewa duduk disebuah meja panjang dan kesatria neoptolemus disediakan kirsi dibelakang mereka
"baiklah mari kita mulai" ujar taz
"beberapa tahun yang lalu fana mendapatkan ramalan dari hasil meramal seseorang
yaitu aslan azzuri" jelas taz
kebanyakan neoptolemus tidak kenal dengan aslan karena memang aslan dari awal tidak ingin mencolok disekolahnya
"dunia ini akan mengalami kehancuran,
ataupun kejayaan
dan entah mengapa bocah itu yang akan menjadi penyebabnya
nocah itu memiliki kekuatan yang sangat besar, aku hanya ingin memberitahu kalian kalau sekalinya dia berubah jahat
__ADS_1
larilah!!, jangan sekali kali melawannya,
kini letak keberadaannya tidak dapat dilacak, dia entah berada di mana," jelas taz
atlas memang tidak memberitahu siapa siapa soal pelatihannya, yang taz tau aslan sedang berlatih dengan atlas namun keberadaannya tidak ada yang mengetahuinya
"aku sarankan berhati hatilah" lanjut taz
kini atlas berdiri
"aku setuju dengan saran taz
kita harus berhati hati dengan bocah itu" kini para permata dewa menatapnya
mereka tidak menyangka bahwa kata kata itu akan keluar dari atlas, ayah dari aslan
"dia putramu atlas apa maksudmu kau ingin membunuh putramu?!!" bentak mai yang menggebrak meja
"bukan begitu," atlas menghembuskan napasnya
"kekuatan yang dimiliki aslan sangat ditakuti oleh para dewa" jelas atlas
mereka kini terkaget
"kau menemuinya?" tanya taz yang tau tentang identitas atlas yang seorang putra dari zeus
atlas mengangguk sebagai jawabannya
"ada apa dengan putramu?" tanya taz
"dalam beberapa hari ini kekuatan aslinya telah bangkit,
yang bisa kujelaskan adalah dia kini telah berbeda daripada ketika dia dulu kalah melawan vero
bisa saja ia berubah pihak,
mai masih bingung dengan penjelasan atlas
atlas tak pernah memberitahu siapapun tentang monster yang bersemayam di tubuh aslan
atlas meninggalkan ruangan diikuti dengan.mai fana dan taz
permata dewa sisanya menjelaskan tugas tugas pada neoptolemus
"apa yang kau maksud atlas?" mai bertanya kepada atlas
mereka berempat kini berada di ruangan lain yang kedap suara
"ayahku memberikan dua pilihan kepadaku,
membunuh aslan, atau menjinakkannya" mereka kini terkejut, mendapatkan perintah dari dewa langsung
"mengapa kau harus membunuh putra kita?" tanya mai kembali
atlas menghembuskan napasnya, mungkin ia memang harus memberitahu mereka
lagipula mai memang ibu dari aslan, sudah sewajarnya ia tahu
"aslan akan menjadi awal dari kehancuran dunia, dan itu karena monster yang bersemayam di dalam tubuhnya,
monster itu jauh lebih kuat dari dewa dewa yang dilangit
bahkan ketika aku sudah mengeluarkan tahap kedua primordial dark aku hampir kalah dengan sedikit kekuatannya
monster itu adalah kronos" jelas atlas
__ADS_1
mereka terkaget, tentu mereka pernah mendengar soal kronos
makhluk yang bisa membuat dewa sekalipun gentar
"untuk sekarang aku hanya bisa menjelaskan sampai situ"
"baiklah" taz dan fana meninggalkan mereka berdua
mai sudah menangis mendengar nasib menyedihkan putranya,
atlas yang tak tega melihatnya ia memeluknya
atlas memegang kedua pipi mai,
"lihat mataku," perintah atlas
mai mendongakkan kepalanya dan menatap mata suaminya dalam dalam
atlas tersenyum
"aku ingin tau, seperti apa ekspresimu ketika aku sudah tidak ada" atlas pun mencium kening mai
entah ia akan memberitahu mai soal kematiannya empat tahun lagi
mai menatap atlas dengan wajah penasaran dan perasaan yang aneh
"apa maksudmu?" tanya mai
atlas menatap ke atas menahan air matanya yang akan jatuh, ia tentu tidak ingin mai menangisinya ketika ia mati, maka memberitahunya adalah pilihan yang terbaik
ia menatap mai, masih dengan mata berkaca
"ayahku menemuiku dan memberitahuku bahwa hidupku tidak sampai empat tahun lagi"
mai membeku
"tidak tidak, kita pasti bisa membawamu kembali, aslan akan menggunakan kekuatan waktunya untuk mengembalikanmu, iya, benar!!, kau bisa hidup selamanya denganku" ucap mai mencoba meyakinkan dirinya bahwa ini semua akan baik baik saja dengan senyumannya yang masih basah
atlas menggeleng, mai mengerti jawaban atlas, ia shock mendengarnya, 'kemungkinan besar aslanlah yang akan membunuhnya'
mai kembali menangis sejadi jadinya
atlas memegang pipi mai dan mencium bibir tipis mai
mereka kini tenggelam dalam cinta mereka yang begitu dalam untuk masing masing
mai yang sudah mempertahankan cintanya selama bertahun tahun
dan atlas yang sudah mencintainya, meskipun mai empat tahun lebih tua darinya
mereka melepaskan ciumannya
"maafkan aku sayang, namun kau tidak bisa merubah takdir yang sudah ditetapkan untukku"
"maka saat itu juga aku akan ikut denganmu" jawab mai
"kau harus bertanggung jawab atas pengabdianmu pada rakyat—"
"pengabdianku selalu untukmu sayang, bahkan kalau kau waktu itu tidak memintaku menjadi pemimpin negara zeus maka aku tidak mau"
mai menarik tangan atlas dan membawanya ke rumah,
disitu mereka melakukan hubungan suami istri
mai sudah bertahun tahun menahan hasratnya karena atlas yang berpergian
__ADS_1
"aku mencintaimu atlas, bahkan kalau kau pergi maka aku juga akan pergi"