AETHER

AETHER
EPISODE 16


__ADS_3

sesampainya mereka di sana sang putri menuju toko baju dan melihat lihat baju di sana


aslan hanya berdiri tegak di belakangnya, dan ada satu hal yang mengganggu pikirannya


'wanita ini mengapa mencari baju lelaki, apa mungkin ia ingin membelikan baju untuk pacarnya?' batinnya


namun sesekali wanita itu mencuri curi pandang kepada aslan untuk mengukur badan aslan,


aslan tidak bisa membantah pada perasaannya yang memang menatap wanita itu dengan terpesona, ia memang secantik itu


wajahnya putih bersih, rambutnya kuning panjang berponi, matanya berwarna biru laut,sangat murah senyum dan tidak jutek seperti putri putri di film


sampai akhirnya sang putri sudah menemukan baju yang menurutnya cocok


ia mengangkat baju itu, dan menyamakannya dengan aslan, " coba kau pakai baju ini kalau pas bilang kepadaku!" perintah sang putri


aslan hanya mengeluarkan ekspresi wajah datar, dan memakainya di ruang ganti,


sang putri sudah tidak sabar ingin melihatnya


kemudian aslan dengan pakaian yang diberikan sang putri, ia pun menunjukkannya kepada sang putri


"putri kalau memang orangnya seukuran denganku maka pasti muat" jelas aslan


sang putri tersenyum


"baju itu kubelikan untukmu" jawab sang putri


aslan pun terkaget, 'untukku?'


"tugasmu yang diberikan adalah mempelajari kehidupan kami kan?, maka kau juga harus berpakaian seperti kami" jelas sang putri


aslan kini terlihat sangat keren karena retakkan oranye di wajahnya dan beberapa helai rambut yang berwarna oranye


sang putri hanya bisa tersenyum senyum, membayangkan aslan jika suatu saat nanti menjadi pacarnya


♤♡◇♧♤♡◇♧♤♡◇♧♤♡◇♧♤♡◇♧♤♡


dibenua gems


taz dan fana mengumpulkan permata dewa generasi keenam dan kesatria neoptolemus


kesatria neoptolemus sudah dilantik beberapa hari yang lalu


atlas pula datang dari benua lain sedangkan aslan ditinggal di benua lain


karena atlas tau apa yang akan didiskusikan oleh taz, dan seluruh permata dewa harus tau informasi ini


para permata dewa duduk disebuah meja panjang dan kesatria neoptolemus disediakan kirsi dibelakang mereka


"baiklah mari kita mulai" ujar taz


"beberapa tahun yang lalu fana mendapatkan ramalan dari hasil meramal seseorang


yaitu aslan azzuri" jelas taz


kebanyakan neoptolemus tidak kenal dengan aslan karena memang aslan dari awal tidak ingin mencolok disekolahnya


"dunia ini akan mengalami kehancuran,


ataupun kejayaan


dan entah mengapa bocah itu yang akan menjadi penyebabnya


nocah itu memiliki kekuatan yang sangat besar, aku hanya ingin memberitahu kalian kalau sekalinya dia berubah jahat

__ADS_1


larilah!!, jangan sekali kali melawannya,


kini letak keberadaannya tidak dapat dilacak, dia entah berada di mana," jelas taz


atlas memang tidak memberitahu siapa siapa soal pelatihannya, yang taz tau aslan sedang berlatih dengan atlas namun keberadaannya tidak ada yang mengetahuinya


"aku sarankan berhati hatilah" lanjut taz


kini atlas berdiri


"aku setuju dengan saran taz


kita harus berhati hati dengan bocah itu" kini para permata dewa menatapnya


mereka tidak menyangka bahwa kata kata itu akan keluar dari atlas, ayah dari aslan


"dia putramu atlas apa maksudmu kau ingin membunuh putramu?!!" bentak mai yang menggebrak meja


"bukan begitu," atlas menghembuskan napasnya


"kekuatan yang dimiliki aslan sangat ditakuti oleh para dewa" jelas atlas


mereka kini terkaget


"kau menemuinya?" tanya taz yang tau tentang identitas atlas yang seorang putra dari zeus


atlas mengangguk sebagai jawabannya


"ada apa dengan putramu?" tanya taz


"dalam beberapa hari ini kekuatan aslinya telah bangkit,


yang bisa kujelaskan adalah dia kini telah berbeda daripada ketika dia dulu kalah melawan vero


bisa saja ia berubah pihak,


mai masih bingung dengan penjelasan atlas


atlas tak pernah memberitahu siapapun tentang monster yang bersemayam di tubuh aslan


atlas meninggalkan ruangan diikuti dengan.mai fana dan taz


permata dewa sisanya menjelaskan tugas tugas pada neoptolemus


"apa yang kau maksud atlas?" mai bertanya kepada atlas


mereka berempat kini berada di ruangan lain yang kedap suara


"ayahku memberikan dua pilihan kepadaku,


membunuh aslan, atau menjinakkannya" mereka kini terkejut, mendapatkan perintah dari dewa langsung


"mengapa kau harus membunuh putra kita?" tanya mai kembali


atlas menghembuskan napasnya, mungkin ia memang harus memberitahu mereka


lagipula mai memang ibu dari aslan, sudah sewajarnya ia tahu


"aslan akan menjadi awal dari kehancuran dunia, dan itu karena monster yang bersemayam di dalam tubuhnya,


monster itu jauh lebih kuat dari dewa dewa yang dilangit


bahkan ketika aku sudah mengeluarkan tahap kedua primordial dark aku hampir kalah dengan sedikit kekuatannya


monster itu adalah kronos" jelas atlas

__ADS_1


mereka terkaget, tentu mereka pernah mendengar soal kronos


makhluk yang bisa membuat dewa sekalipun gentar


"untuk sekarang aku hanya bisa menjelaskan sampai situ"


"baiklah" taz dan fana meninggalkan mereka berdua


mai sudah menangis mendengar nasib menyedihkan putranya,


atlas yang tak tega melihatnya ia memeluknya


atlas memegang kedua pipi mai,


"lihat mataku," perintah atlas


mai mendongakkan kepalanya dan menatap mata suaminya dalam dalam


atlas tersenyum


"aku ingin tau, seperti apa ekspresimu ketika aku sudah tidak ada" atlas pun mencium kening mai


entah ia akan memberitahu mai soal kematiannya empat tahun lagi


mai menatap atlas dengan wajah penasaran dan perasaan yang aneh


"apa maksudmu?" tanya mai


atlas menatap ke atas menahan air matanya yang akan jatuh, ia tentu tidak ingin mai menangisinya ketika ia mati, maka memberitahunya adalah pilihan yang terbaik


ia menatap mai, masih dengan mata berkaca


"ayahku menemuiku dan memberitahuku bahwa hidupku tidak sampai empat tahun lagi"


mai membeku


"tidak tidak, kita pasti bisa membawamu kembali, aslan akan menggunakan kekuatan waktunya untuk mengembalikanmu, iya, benar!!, kau bisa hidup selamanya denganku" ucap mai mencoba meyakinkan dirinya bahwa ini semua akan baik baik saja dengan senyumannya yang masih basah


atlas menggeleng, mai mengerti jawaban atlas, ia shock mendengarnya, 'kemungkinan besar aslanlah yang akan membunuhnya'


mai kembali menangis sejadi jadinya


atlas memegang pipi mai dan mencium bibir tipis mai


mereka kini tenggelam dalam cinta mereka yang begitu dalam untuk masing masing


mai yang sudah mempertahankan cintanya selama bertahun tahun


dan atlas yang sudah mencintainya, meskipun mai empat tahun lebih tua darinya


mereka melepaskan ciumannya


"maafkan aku sayang, namun kau tidak bisa merubah takdir yang sudah ditetapkan untukku"


"maka saat itu juga aku akan ikut denganmu" jawab mai


"kau harus bertanggung jawab atas pengabdianmu pada rakyat—"


"pengabdianku selalu untukmu sayang, bahkan kalau kau waktu itu tidak memintaku menjadi pemimpin negara zeus maka aku tidak mau"


mai menarik tangan atlas dan membawanya ke rumah,


disitu mereka melakukan hubungan suami istri


mai sudah bertahun tahun menahan hasratnya karena atlas yang berpergian

__ADS_1


"aku mencintaimu atlas, bahkan kalau kau pergi maka aku juga akan pergi"


__ADS_2