AETHER

AETHER
EPISODE 8


__ADS_3

"tentu, akulah yang melatih ayahmu, dan satu satunya aether yang berhasil selamat setelah melawan kakekmu" jelas taz


"kakekku?" tanya aslan


ia tidak tau kalau ternyata kakeknya juga seorang gems god, meskipun secara logika ia seharusnya sudah tau


"ya, kakekmu, ia adalah makhluk terkuat yang pernah aku temui, tak terbayangkan betapa mengerikannya ketika aku sudah mendekati ajal"


"maka akan menjadi sebuah kehormatan bagiku untuk melatih cucu dari orang yang pernah mengalahkanku" sambung taz


aslan masih belum paham, apa maksudnya ini?


berbeda dengan ayahnya yang baru mengetahui kebenaran tentang gemsnya ketika diberitahu oleh taz


aslan sudah melatih beberapa teknik selama setahun kemarin, ia telah melampaui ayahnya dalam melakukan teknik yang tidak pernah biaa ayahnya kuasai


yaitu teknik waktu, telekinetik, dan teknik petir


untuk teknik mencuri gems ia belum pernah ada target untuk dicuri


bahkan sekarang taz merinding membayangkan kekuatan aslan yang akan menjadi jauh lebih kuat daripada ayahnya, ataupun kakeknya


"apa maksudmu?"tanya aslan


"aku akan menjadi gurumu, dan mengajari yang pernah kuajari kepada ayahmu" jawab taz


"tidak ada yang bisa diajarkan seorang guru kalau muridnya lebih pandai kan?"


"apakah itu sebuah tantangan?" tanya taz


"tidak...


itu....


sebuah...


ancaman"


ketika aslan mengucapkan ancaman, ia juga mengeluarkan auranya yang sangat besar, bahkan lebih besar dari aura taz sendiri


yang taz pikirkan sekarang adalah bagaimana tetap terlihat tenang meskipun ia sedang ketakutan


"baiklah aku menyerah"


ia memperbolehkan aslan keluar dan pergi


"kau lihat itu, fana" ucap taz


"tentu saja" seorang wanita melepas kain ajaib yang dimana jika digunakan tak kasat mata


fana adalah seorang penyihir, wajar saja dia memiliki barang ajaib seperti itu


fana adalah salah satu permata dewa generasi 5


fana adalah yang paling cantik diantara permata dewa lain, meskipun kini ia sudah tua


"jangan jadikan dia sebagai musuhmu taz,


karena kau baru saja bertemu dengan makhluk paling berbahaya dimuka bumi ini" jelas fana


"dan takdir yang dimiliki bocah itu...


sangatlah mengerikan, aku harap ia sanggup menanggung beban itu" sambung fana


"memang apa yang kau lihat?" tanya taz


"yang bisa kuberitahu padamu sekarang adalah, bahwa dunia ini akan mengalami perubahan, entah kehancuran ataupun kejayaan, dan penyebab perubahan itu adalah


bocah itu"


°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•


aslan kini terduduk di bangku taman


sedang memikirkan perkataan taz tentang garis keturunannya


'apakah dia tau semuanya?'


tuba tiba seseorang melingkarkan tangannya di leher aslan dari belakang

__ADS_1


"jadi, bagaimana pertemuanmu dengan master taz gloria?" tanya orang itu,arveta


"entahlah, ada beberapa pertanyaan di benakku" jawab aslan


arveta mengambil ikat rambut dari sakunya


"ceritakan saja padaku"


aslan menceritakan semuanya, dan arveta mendengarkannya sembari mengikat rambut aslan


namun aslan tidak menceritakan tentang gems god karena arveta belum mengetahui apa apa tentang gems itu


"berarti kau ingin tau tentang ayah dan kakekmu?" tanya arveta sambil mencium wangi rambut aslan


"ya... mungkin, bagaimana denganmu apa yang terjadi di ruangan wakil kepala sekolah?"tanya aslan


"oh iya"


arveta pindah duduk di samping aslan


"seluruh ketua dan wakil ketua kelas akan menjadi dewan kerja sekolah


sebuah organisasi kedisiplinan sekolah yang diketuai oleh seseorang dari kelas dua, kalau tidak salah namanya leo wild" jelas arveta


'seorang lelaki?'


"tampankah orangnya?" selidik aslan


"ya tampan dan juga gagah" jelas arveta


tentu aslan langsung memasang wajah yang lesu


kemudian arveta terkekeh


"kau tau, aku tidak terlalu tergoda dengan lelaki yang seperti itu" ucap arveta


wajah aslan kini merah bagaikan tomat


arveta pun berhenti terkekeh "namun aku selalu ingin kau yang menjadi wakilku, meskipun aku slalu tau


bahwa dunia pula tidak layak mendapatkan orang yang sempurna sepertimu,


"hmm" sahut aslan


"kau tidak pernah cerita tentang ayahmu, ataupun tentang keseharianmu selama 7 tahun kemarin,


dan kau tidak mengabariku selama 7 tahun, apa kau memang benar benar menghindariku?"


"tidak, aku tau kalau kau akan memasuki p.a.l maka aku memutuskan untuk menemuimu sendiri daripada mengirimmu surat


dan ternyata kau sudah berubah seperti ini, bagaikan tuan putri sesungguhnya" jelas aslan


arveta tersipu ketika mendengar bahwa aslan memandangnya seperti putri


arveta ingin mengungkapkan perasaan sebenarnya kepada aslan, mungkin ini saatnya


"a-a aku..."


"aku belum siap" ucap aslan dengan santai


arveta terkaget mendengar ucapan itu


"aku tau kau ingin mengatakan apa, dan jujur perasaanku kepadamu juga sama,


namun aku belum siap, tunggu aku"


arveta mencoba mencerna perkataannya


"seberapa lama?" tanya arveta


"entahlah, tapi yang bisa kulakukan untukmu sekarang adalah ini" aslan mencium pipi peta


°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•


ngomong ngomong soal raya


setelah pertemuan antara 10 permata dewa


mai dan atlas kembali ke rumah mereka

__ADS_1


dirumah mereka sebelum mereka sampai


raya sedang duduk di atas paha seseorang dan mencium bibir orang tersebut, mereka berada di atas sofa


"raya berhentilah!" pinta lelaki itu


lelaki itu bernama keya vels


ia adalah seorang pria yang bisa dikatakan nerd


dan juga berkaca mata


maka tidak aneh bagi mai untuk langsung menyetujuinya, karena dia tidak mungkin menyakitinya


dan tambah lagi, raya yang menembak cowok itu bukan sebaliknya


pertemuan mereka pun karena keya yang dibully oleh teman sekelasnya, mereka memang sudah pacaran ketika mereka di sekolah


"sebentar lagi key" raya beralih mencium lehernya


"kau seharusnya malu memiliki pacar sepertiku, bahkan aku hanya bekerja sampingan di restoran


aku pula hanya manusia biasa, bukan aether sepertimu, aku tidak layak bersanding denganmu"


raya pun menghentikan aksinya dan menatapnya tajam, "jangan pernah berbicara hal yang aneh"


kini ciuman raya semakin brutal, ia ingin membuka baju keya namun


ceklik


suara pintu rumah terbuka


"ibu pulang"


"itu ibu, kita harus ke bawah dulu, kemudian kita akan melanjutkannya di kamarku"


keya mengangguk dengan lesu, raya yang menyadari itu memegang kedua pipi keya


"sayang, aku mencintaimu dan aku tidak peduli apa yang orang lain katakan


kau tidak perlu membuatku bahagia, aku ingin kita bahagia bersama" mendengar itu keya kini bangkit


"raya turunlah, kau tidak mungkin percaya siapa yang datang" ucap ibunya


"siapa?" raya dan keya pun turun ke bawah dan terkejutnya ia


keya yang turun juga ikut terkejut


'betapa cepatnya aslan tumbuh dewasa' itulah yang ia kira


raya pun melompat ke arah atlas dan memeluknya


"selamat datang ayah"


memang sudah begitu lama semenjak mereka bertemu


"aku pulang" jawab ayahnya


"oh iya ayah, perkenalkan ini pacarku namanya keya" ucap raya sambil menunjuk kepada keya


atlas menatap pacar dari raya itu


sangat jauh dari apa yang ia bayangkan, selama beberapa tahun ini ia memang tau bahwa raya sudah terkenal


dan ia kira ketika aslan mengatakan bahwa raya sudah punya pacar, mungkin ia membayangkan lelaki yang kuat bertato


namun bocah ini, namun yang ia tahu adalah bocah ini orang yang baik


terpancarkan sinar positif darinya


"selamat datang di keluarga kami, sepertinya tidak ada yang perlu dirahasiakan


namaku atlas aleanzo permata dewa no.1 ayah dari raya dan aslan azzuri"


"HAHHHH!!??" ia cukup terkejut ketika pertama kali bertemu dengan raya dan tau bahwa dia adalah putri dari mai


dan ternyata dia juga putri dari makhluk terkuat zaman ini


setelah perkenalan mereka selesai, raya menarik keya menuju kamarnya disitulah mereka melakukan yang dilarang tuhan

__ADS_1


__ADS_2