
Cerahnya hari ini, dapat membangkitkan jiwa
udara sejuk menyapa, namun terasa sama saja bagi aslan, bocah berumur lima belas tahun itu akan memasuki akademi, akademi melatih tiap-tiap orang menjadi kesatria olympus, sebuah julukan bagi pasukan kelima negara
ia sudah siap berangkat menuju akademi,
menuruni tangga dan melihat ibunya sedang memasak sarapan untuk kedua anaknya, dan kakaknya raya yang sedang menunggu di meja makan sambil memegang hp-nya
berbeda dengan kakaknya yang seorang model, aslan memilih menjadi kesatria olympus,
"waw kau sudah siap aslan, sungguh semangat yang bagus" ucap ibunya sembari menaruh makanan di atas meja, aslan membalasnya dengan mangut-mangut
"wujudmu itu aslan...." ucap ibu dengan serius
kini aslan dan raya menatap ibunya
"sungguh mirip dengan ayahmu, melihatmu dengan seragam, bagaikan melihatnya di hari pertama aku melatihnya" ucap ibu
aslan menggeram "kau tidak perlu samakan aku dengan orang yang meninggalkan keluarganya"
sontak ibu terkaget, ia mengerutkan dahinya "apa maksudmu aslan, dengan ucapanmu" tanya ibu dengan wajah terheran
"ia meninggalkan kita kan? entah untuk kepentingan apa"
"aku akan membicarakan tentang ayah kalian sepulang kerja, sudah saatnya kalian mengetahuinya..... raya kau ada kerjaan kan hari ini"
raya terkaget dan melebarkan matanya "oh iya aku ada syuting iklan baru" ia langsung mengambil tas dan membawanya
"aku juga ada upacara" ucap aslan sambil melangkah dengan cepat
ia memakai sepatunya bersampingan dengan kakaknya "ini semua salahmu bodoh" ucap raya
aslan menatap kakaknya dengan tatapan heran,
"mengapa ini menjadi salahku"
"seandaikan kau tidak membantah, ibu tidak akan naik darah" jawab raya
__ADS_1
aslan pun tersenyum "setidaknya kita akan mendapat jawaban kan?" aslan mengepalkan tangannya dan menjulurkannya kepada kakaknya
raya tersenyum dan memukul pelan tangan aslan
"yah setidaknya kau ada gunanya" ucap raya sambil tertawa
"hei kau kira aku ini alat?"
****************************************************
mai hanya termenung menyandarkan kepala kepada sandaran kursi, memikirkan ucapan aslan tentang ayahnya sendiri
"mengapa kau belum balik juga 'bodoh' " **batin mai
**flashback
mai mencari kemana-mana namun ia masih belum menemukan pacarnya itu, sampai akhirnya hanya ada satu tempat yang terlintas di pikirannya
diatas bukit dimana semuanya terlihat sangat indah, matahari senja ingin segera meninggalkannya, seorang pria berdiri di tengah tengah bukit menatap matahari.
"disini rupanya kau, aku sudah mencarimu ke mana mana cepatlah kembali ke rumah, aku sudah menyiapkan makan malam" ucap mai, mereka memang sudah tinggal bersama semenjak mereka pacaran.
mai tersenyum "mana mungkin aku lupa, ini adalah tempat kau menyatakan cintamu kepadaku kan?"
pria itu tersenyum kecil "semenjak saat itu tempat ini selalu memiliki arti buatku, seberapa kerasnya perjuanganku agar bisa mendapatkanmu, apa saja yang telah kulakukan bersamamu, dan mengingatkanku tentang kau.... orang pertama yang menganggapku ada"
mai tersipu malu mendengarnya wajahnya memerah senyuman di wajahnya semakin melebar
"mai bisakah kau berjanji padaku" ucap pria itu
"apa itu?"
pria itu berpikir sejenak, hening, "kalau aku keluar kendali.... sediakah kau membunuhku" ucapnya
"aku menolak" potong mai "aku lebih baik mati bersamamu"
**flashback off
__ADS_1
"cepatlah pulang **batin mai
dilain tempat
aslan sedang berada di jalan menuju akademinya namun secara tiba tiba ada seseorang menepuk bahunya
ia adalah rayner regan, putra dari reynar regan
teman masa kecilnya, "tidak disangka kau juga mengikuti akademi"
"tentu saja aku mengikuti akademi"
****************************************************
mereka sampai di sana tepat waktu dan setelah sampai mereka memasuki kelas masing masing,
aslan berada di kelas S, kelas orang yang cerdas
ia duduk bersama rayner karena kebetulan mereka juga sekelas
kelas dimulai
masuklah seorang guru, sontak mereka terkejut dengan guru ini, karena ia bukan sembarang guru
ia adalah, "selamat pagi, kalian pasti sudah tau siapa aku, namun dengan berat hati nama dan identitas disembunyikan, kalian bisa memanggilku norlap, nomor delapan dari sepuluh permata dewa
sepuluh permata dewa adalah julukan bagi gems terkuat di dunia, seluruh gems hanya mengetahui udentitas dari nomor 2 sampai enam, mereka adalah pemimpin dari lima negara
no.2 adalah mai azzuri, gems terkuat ke dua pemimpin dari negara zeus
no.3 adalah freya valeri, pemimpin dari negara aphrodite
no.4 adalah valmus nendra pemimpin dari negara ares
no.5 adalah barret arthos pemimpin dari negara hermes
no.6 adalah arthur gemintang pemimpin dari negara poseidon
__ADS_1
dan kini makhluk terkuat ke delapan telah berdiri di hadapannya