AETHER

AETHER
EPISODE 22


__ADS_3

para permata dewa kini mengadakan rapat


Satu bangku kosong selalu menemani rapat mereka selama tiga tahun ini


"pendapatku sebaiknya kita berdamai dengan negara hades" isnan yang biasanya bijak, mengatakan hal seperti itu


"kau bodoh, kau rela kita dijajah dan diperbudak oleh mereka selamanya, aku tidak akan membirakannya, kita masih ada secercah harapan" jawab mai dengan tegas, ia tau konsekuensi apa yang akan terjadi jika melawan


Namun ia juga tau konsekuensi jika melakukan perdamaian


"para dark itu sangat kuat, cepat atau lambat mereka akan menghancurkan kita semua, dan jika itu terjadi bukankah lebih baik jika kita menyerah dari sekarang" tanggap nona devana


"sejak kapan kalian menjadi pengecut, menurutku kita sebagai permata dewa kita harus langsung turun menuju pertempuran


Bukannya sibuk memikirkan pertempuran, ingat kita masih memiliki senjata yang sangat besar yang bisa kita gunakan sebentar lagi" jawab zienza


mereka semua kini terdiam, memikirkan perkataan zienza mengenai terjun langsung menuju pertempuran


"dalam sidang ini kita tidak bisa membahas ini sendiri, lebih baik kita memanggil para neoptolemus" usul barret arthos


"yah baiklah" mai setuju


■□■□■□■□■□■□■□■□■□■□■□


Kini para ksatria neoptolemus sedang menuju area pertempuran


Sensor menunjukkan tadi ada pasukan dark berjumlah 900 diarea pertempuran namun seketika mereka menghilang begitu saja


"bagaimana kalau ternyata mereka bersembunyi di bawah tanah dan bersiap untuk menyerang kita" ucap alister frozo


"kau terlalu banyak mengayal" jawab trix hasty


Dan terkejutlah mereka saat sudah sampai di tujuan, tergeletak mayat mayat dark yang sudah tak bernyawa berjumlah 900


Mereka terkaget bukan main, makhluk macam apa yang bisa membunuh para dark sebanyak ini


BIP!! Bunyi panggilan dari para permata dewa untuk menghadiri acara rapat mereka


Mereka pergi melalui gerbang teleportasi yang diberikan


"duduklah neoptolemus!" titah mai


Mereka duduk dibelakang sekretaris para permata dewa, namun mereka mengosongkan bagian belakang permata dewa no.1


"mari kita mulai diskusi kita pada hari ini" lanjut mai


♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤


"ayah apakah boleh kita meninggalkan bangkai dark di area pertempuran itu?" tanya aslan sambil berjalan disamping ayahnya


"tenanglah mereka pasti akan terkejut dan tak tau siapa yang melakukannya. Kita aman" jelas ayahnya


Mereka sudah sampai di depan gerbang kota apollo, kota yang mereka tinggali


Di daerah situ memang jarang yang mengenal mereka, hanya segelintir orang, dan dengan penampilan baru aslan pasti tidak ada yang mengenalnya


Di depan gerbang rumah megah mereka


Aslan menyapa sang penjaga gerbang,


"pak aldo bisa tolong buka gerbangnya" pinta aslan dengan nada yang agak tinggi agar pak aldo bisa mendengarnya dari posnya


Pak aldo terkejut melihat kedua majikannya yang sudah tiga tahun lamanya pergi sudah kembali ke rumah


Pak aldo menyapa kemudian membukakan gerbangnya

__ADS_1


sesampainya di dalam rumah mereka tidak menemukan penghuni rumahnya, mereka hanya menemui pembantu yang menyapa mereka ketika masuk


"dimana mai dan raya?" tanya atlas kepada salah satu pembantu


"nyonya mai sedang mengikuti rapat permata dewa di capital of zeus, sedangkan nona raya sudah tinggal bersama suaminya" jelas pembantu tersebut


"SUAMI?!!" tanya atlas memastikan


Kemudian pembantu itu mengangguk dan pergi


"ayo aslan, kita juga harus menghadiri rapat itu, kau akan datang sebagai sekretarisku"


◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇


"CEPAT ATAU LAMBAT MEREKA PASTI AKAN MENGHANCURKAN KITA, DAN KAU MASIH BILANG KITA PUNYA HARAPAN, BAHKAN SUAMIMU MENGHILANG ENTAH KEMANA!" ucap valmus nendra kepada mai


"tuan valmus kumohon jangan lancang" ucap devana


"permisi," ucap ratu leia ditengah tengah keributan yang seketika dibuat hening


Mereka semua menoleh kepada sumber suara


"kami sebagai pasukan neoptolemus juga memiliki suara sebagai anggota rapat ini


Menurut pendapatku menyerah adalah keputusan yang salah, entah monster apa yang kita miliki di sisi kami, namun tadi kami menemui 900 bangkai dark di medan pertempuran


Bagi kami itu merupakan sebuah keajaiban, kami masih memiliki harapan untuk mengalahkan dark, dan aku yakin para dewa akan berpihak kepada kami


Dan suatu saat nanti mungkin bantuan dari permata dewa no.1 akan datang


Mengingat bahwa dia masih memiliki kekuarga disini, dia tidak mungkin membiarkannya mati di tangan dark ataupun azazil dan hades" jelas ratu leia


"ya, 900 dark itu mati seketika di tangan monster yang mengerikan itu, aku yakin makhluk itu berada di sisi kita" lanjut alfulfa


"kalau kalian memiliki perekam dan proyektor kaljan bisa melihatnya di tanah negara ares, semestinya mereka masih tergeletak disana"


jelas arveta


mai memerintahkan prajurit di negara ares untuk merekam bekas bangkai dark, dan memerintahkan prajurit untuk membawa proyektor


Mereka menyaksikan bangkai itu bersama


Para permata dewa masih tidak bisa percaya dengan apa yang mereka lihat


Namun isnan memerhatikan dengan seksama, ia menyadari luka luka yang didapati oleh para dark yang ada di situ


Mereka mati ada ya g dalam keadaan gosong, hancur tak bersisa dan lain lain


Ia menyadari luka itu pasti berasal dari sahabatnya, atlas, namun ia simpan untuk dirinya sendiri


mereka sudah cukup melihatnya, melihat kehancuran yang bisa diciptakan oleh monster itu


Mereka hanya bisa diam terpaku, dan membayangkan betapa kuatnya monster itu


"hal seperti itu tidak mungkin bisa dilakukan oleh gems manapun, itu pasti suatu makhluk yang diturunkan untuk menyelamatkan kita," ucap tuan valmus


"permisi tuan dan nyonya, kami kedatangan satu tamu terakhir" ucap sang penjaga pintu


Kemudian mereka membuka pintu besar itu dan menunjukkan tamu terakhir di rapat ini


BUMM


Aura mematikan yang dipancarkan oleh kedua orang itu terasa sangat tajam bagi mereka, rasanya mereka bisa mati hanya karena auranya


para neoptolemus terkaget seumur hidup mereka mereka belum pernah bertemu dengan makhluk sekuat ini sebelumnya

__ADS_1


Kedua makhluk itu berjalan menuju kursinya masing masing


"ayah, auramu bocor" aslan mengingatkan ayahnya mengenai auranya


"oh," kemudian ia mengembalikan auranya tersebut


"hai semuanya,


sudah lama tidak bertemu, pada rapat kali ini aku ingin memperkenalkan seseorang,


yang duduk dibelakangku ini adalah sekretaris sekalian anakku, aslan aleanzo


Dia akan menjadi pendampingku sampai jabatanku putus,


Silahkan dilanjutkan"


Mai terkejut dengan ucapan atlas 'orang yang duduk dibelakangnya adalah aslan?, perubahan macam apa yang dilakukannya sampai bisa terlihat seperti itu,'


Bentuk fisik aslan memang sudah berubah, bodynya lebih bagus, rambutnya semakin panjang,matanya sebelah merah dan sebelah oranye, dan retakan oranye di wajahnya


Aslan terlihat santai dengan ini semua


"hei, Atlas apa kau tau tentang pembantaian 900 dark yang ada di negara ares?" tanya isnan,


Ia sudah tau bahwa atlas lah yang melakukannya, namun ia ingin yang lain tau dengan caranya sendiri


Atlas terlihat berpikir kemudian,


"oh yah, itu hanya aku dan aslan sedang bermain main" ucapnya dengan santai dan canda tawa


Mereka terkejut, dan para neoptolemus yang tidak terbiasa dengan sikap atlas pun terkejut


namun ada tatapan yang berbeda pada arveta, syahfa, fanza, dan rayner.


Mereka menatap aslan bagaikan orang lain, mereka seperti sudah tidak kenal lagi dengan orang itu


Bahkan pada sifatnya, diam dan tatapannya yang dingin dan membunuh


"sama sekali tak merubah apapun" ucap valmus


"apa maksudmu ini tak merubah apapun? Sudah jelas jelas ini merubah segalanya" tanya isnan


"kalau mereka yang memiliki kekuatan seperti itu, mereka pula yang harus dilindungi, bahkan seharusnya mereka dikurung" ucap valmus


"kau meragukan kekuatan kami?" suara itu terdengar dingin dari mulut seseorang yang berada dibelakang atlas


"atau kau menantang kami?" ia kembali berbicara


"apa maksudmu nak?" tanya valmus


"kau meragukan kekuatan kami, karena kau mengira kami tidak mungkin bisa mengalahkannya namun percayalah, 900 dark itu belum memanaskan tubuhku


Dan kau menantang kami hingga kau ingin mengurung kami, namun sekarang aku tanyakan kepadamu, apakah kau berani?" ucap aslan dengan dingin, dan tatapan mematikan


Valmus hanya bisa meneguk ludahnya


Para neoptolemus pun terkejut dengan keberanian aslan menantang valmus seperti itu


"biar kuperjelas maksud ucapan aslan," ucap atlas sambil berdiri


"tak akan ada kurungan yang bisa menahan kami berdua untuk berperang, namun kalau kau ingin ikut pasukan kami silahkan ikut


Namun kalau kau menentang kami...


Silahkan berperang melawan kami"

__ADS_1


__ADS_2