AETHER

AETHER
EPISODE 5


__ADS_3

"kau tidak perlu membawanya dalam masalah ini"


jawab atlas


"aku tahu, namun... kau tau syarat membukakan gerbang dunia bawah ?" ucap taz


"dengan pengorbanan seorang dewa" jawab atlas


"kalau cerita dari azazil itu benar, maka ia akan membutuhkan satu dewa,


karena ia telah diusir dari surga, maka ia mencari dewa dibumi, dan tidak mungkin dirimu karena ia membutuhkanmu, namun anakmu..."


atlas menggeram, ia berjanji bahwa ia akan menjaga anaknya itu meskipun taz adalah permata dewa generasi 5 generasi sebelumnya


****************************************************


aslan sedang tertidur ketika mendengar suara ketukan dari jendela samping tempat tidurnya


ia membuka jendela dan melihat keluar


seketika ada yang menutup mulutnya dan menariknya keluar dan menuju genteng


diatas genteng pria itu membuka tudungnya


"hai aslan, sudah lama sekali semenjak aku bertemu denganmu" ucap atlas dengan senyum ramah


aslan terkaget melihat seseorang yang sangat mirip dengan dirinya sendiri


mereka berbincang sangat lama sampai akhirnya, atlas menyadari bahwa sudah waktunya untuk pergi


"berhati hatilah, dan jaga identitasmu, kelima orang lain yang mengetahui kekuatanmu harus dijaga,"


"oh iya bagaimana kabar raya dan ibumu?"


tanya atlas


"mengapa kau tidak pulang dan melihatnya sendiri"


jawab aslan


"baiklah aku akan coba" jawab atlas dengan tersenyum


"dilain waktu kita bertemu aku akan mengajarimu trik petir yang sangat dahsyat,


oh iya, apakah raya sudah memiliki pacar?" tanya atlas


"ya tentu saja, bahkan ibu sudah merestuinya tanpa persetujuan ayah, bahkan mereka sering tidur bersama"


atlas terkejut mendengar itu dan muram


"padahal aku ingin menunjukkan wibawa papi mertua" ucap atlas sambil menunduk


"hah, aku kurang percaya kau adalah permata dewa no. 1, bahkan raya pernah cerita kepadaku bahwa kau sering ketakutan ketika ibu marah"


"baiklah aku akan pulang, aku sangat rindu pada ibumu" ucap atlas


"oh iya kalau tidak salah ibu sudah mulai dekat dengan paman valmus"


atlas lebih terkejut lagi mendengar hal itu valmys nendra adalah pimpinan negara ares


aslan terheran melihat tingkah ayahnya, sampai akhirnya ia tersadar


"oh, maksudku dalam hubungan politik negara,


bukan hubungan seperti itu, tidak disangka otak seorang permata dewa no.1 sangatlah dangkal"

__ADS_1


"ah sudahlah aku akan berangkat, jaga dirimu baik baik" ia mengusap kepala putranya


kemudian ada sambaran petir yang menyambarnya, dan menghilang begitu saja


aslan masih terdiam disana, mencerna perkataan ayahnya, 'hmmmm, cucu zeus'


****************************************************


9 permata dewa kini tengah mengadakan sebuah pertemuan


9 permata dewa hanya mengetahui nama codenya, bahkan hanya 4 orang yang mengetahui permata dewa no. 1 dan itu adalah teman setimnya dulu


mereka hanya mengetahui nama sang atlas aleanzo salah satu pahlawan legendaris, namun mereka tidak tau tampangnya


bahkan para pemimpin negara pun tidam ada yang tahu


tiap tiap permata dewa membawa asistennya masing masing asisten mereka berdiri di belakang mereka, sedangkan mereka terduduk di kursi dengan meja bundar yang berdiameter sangaaaaat panjang


kursi itu berjumlah 10 namun kurang satu orang


"hey, isnan atas dasar apa kau memanggil kami ke sini" ucap zienza(norlan) kepada isnan(norlap)


"pembahasan kita kali ini, adalah tentang primordial dark yang menyerang bagian perbatasan, aku disini untuk menuntut penanggung jawab bagian perbatasan


tuan valmus nendra, kelalaianmu adalah penyebab semua ini terjadi"


valmus menatapnya dengan tatapan yang ganas


"yah.... memangnya kenapa, masalah itu sudah beres toh... lagipula tidak ada korban"


"lanjut ke masalah se—"


"tunggu... masalah itu sudah selesai?


maksudmu kami memiliki senjata pembunuh primordial dark?" ucap barret arthos


asisten mereka berbincang bincang, dan mencatat sesuatu untuk dijadikan dokumen hasil dari rapat tersebut


"entahlah, primordial dark itu lari ketakutan setelah melihat sesuatu, dan terpenggal sesaat kemudian,"


jawab valmus


"entahlah... ia datang tak terlihat dan pergi juga tak terlihat, namun hawa keberadaannya... ia adalah makhluk yang berbahaya" ucap valmus dengan nada ketakutan


"sungguh alasan yang bagus pak valmus, kau hanya mencari alasan agar kau tak disalahkan kan?" ucap zienza


"jangan gegabah zienza, jabatannya lebih tinggi darimu" ucap mai yang sedari tadi terdiam


"oy... kami memang kesal denganmu valmus, janagn mencari gegara" ucap arthur


freya dan reynar hanya terdiam tak ingin mencari masalah


"yang kukatakan hanyalah tuan valmus sedang frustasi, karena kelalaiannya, maka ia mengada ngada" jawab zienza dengan wajah tak berdosanya


BRAKK


dengan kesal valmus menggebrak meja, dan dengan kecepatan elemen cahayanya ia menerjang menuju zienza


zienza ketakutan, apa yang harus ia lakukan


BUKK


kepala valmus terinjak oleh seseorang diatas meja, kecepatan valmus dikalahkan oleh orang itu


jubahnya terkibar, berambut pendek berwarna biru terang, dengan dua luka cakar di mata kirinya

__ADS_1


semua orang bisa merasakan hawa kekuatannya


mereka mengira ini adalah penyerangan, meskipun begitu


mereka tetap terdiam, mengetahui bahwa lawannya ini dapat memusnahkannya dalam sekejap


mai terkaget, mengetahui bahwa lelaki pujaannya


telah hadir di hadapannya


seluruh asisten di situ ketakutan, mereka tahu meskipun seluruh kekuatan mereka disatukan mereka tetap akan musnah dalam sekejap


mereka pikir ini ujung dari hidup mereka


kemudian ia menatap mai dan berkata


"aku pulang" dengan senyum merekah


semua orang kini menatap mai,


'bagaimana mai bisa kenal dengan monster seperti ini'


mai kini mulai tenang


"atlas turunlah" ucap mai


bahkan asisten mai tidak mengetahui dia siapa


ia hanya bisa terdiam


setelah atlas turun mai berdiri dan menggandeng tangan atlas


"perkenalkan semuanya, ini suamiku atlas aleanzo permata dewa no.1" ucap mai


mereka akhirnya lega mendengar bahwa makhluk itu berada di pihak yang sama dengan mereka


zienza kini bersyukur, ia bahkan hampir mengompol di celananya


****************************************************


tidak lama kemudian rapat selesai mereka keluar dari ruangan rahasia itu


mai yang berjalam sambil menggandeng suaminya memulai pembicaraan," kau sedang ada urusan apa?" ucap mai sambil menengok ke arah atlas


"yah... misiku kali ini adalah, melepas rinduku kepadamu yang sudah tidak bisa terbendung" ucap atlas tersenyum


asisten mai kini hanya bagaikan nyamuk dibelakang mereka


mai tersipu malu, wajahnya memerah


atlas menatap asisten valmus yang kesusahan mengangkat valmus yang masih pingsan


****************************************************


mereka kini sudah hampir dekat kerumah dengan tangan yang masih menggandeng


asisten mai tadi sudah diperbolehkan kembali


"oh iya mai, kudengar kau merestui raya dan pacarnya" tanya atlas


"yah, aku tidak ingin mengganggu hubungan anakku sendiri kan"


"tapi kau mengizinkannya tidur bersama, itu dilarang" jawab atlas agak serius


"hei, bahkan kita sudah tinggal bersama ketika kau masih berumur 18 tahun, bahkan kita sudah melakukan hal itu, jadi bukankah munafik kalau aku melarangnya"

__ADS_1


oh iya benar juga


__ADS_2