
namun pertarungan belum selesai
vero bangkit dan meraung sangat kencang
ia memukul aslan saat lengah, aslan terpental dan menabrak puing puing bekas dinding
vero melompat dan mendarat tepat diatas aslan, darah segar keluar dari mulut aslan
aslan mendorongnya dengan teknik telekinetik,
vero terpental, namun aslan tetap menerjang vero
ia menggerakkan tanah dan mengunci gerakan vero
vero terjebak dalam lilitan tanah, aslan membuat bola api yang sangat besar, bagaikan matahari,
dan dengan senyum penuh kemenangan ia melempar matahari itu
vero menghancurkan tanah yang menahannya, dan menerjang menuju matahari itu, kemudian ia genggam bola api itu dan ia dorong kembali menuju aslan
aslan ingin menahannya dengan tangannya, namun yang terjadi sangat diluar nalar
ia menyerap api itu dengan tangannya, taz yang melihat itu terkejut
namun vero tak menunggu untuk menyerangnya, ia memukul aslan kebawah dan terus mendorongnya, aslan yang sudah kehabisan tenaga hanya bisa menahannya dengan kekuatan yang tersisa
ia terjepit kalau ia tidak keluar dari situasi ini ia bisa mati
matanya kini menyala, sedari tadi ia tidak ingin menggunakan kekuatan petirnya, namun kini masalah hidup dan mati
sebuah petir dari langit berwarna ungu menyambar vero, ia merasakan perih yang dahsyat, aslan melihat celah, kemudian ia memukulkan pukulan energi panas ke dada vero
tak henti sampai di situ ia melempar bola api menuju vero
namun berhasil ia tahan, ketika aslan menerjangnya vero memukul aslan sehingga ia terpental, ketika ia masih di udara vero menariknya dan membantingnya ke tanah
darah segar keluar dari hidungnya, vero memukuli aslan hingga aslan tak berdaya
aslan tak menyerah ia mengirim pukulan energi panas menuju vero,
kini dada vero telah terkena tiga pukulan energi panas, darah segar keluar dari mulut badak besar itu, tangannya melepuh karena menahan matahari, punggungnya patah karena terbanting, kulitnya terkelupas karena petir besar
vero terjatuh tak lama kemudian, disusul dengan aslan yang jatuh,
ia tumbang karena tubuhnya yang penuh lebam dan darah, hidungnya dan mulutnya mengeluarkan darah, sekujur tubuhnya dipenuhi lebam dan tenaganya yang habis
dan vero berubah menjadi wujudnya yang manusia
taz ternganga melihat kehancuran yang diciptakan kedua monster itu
atap ruangan itu terbuka, dinding hancur, lantai hancur, banyak puing bekas lantai dan dinding
__ADS_1
salah satu keistimewaan halflings adalah ketika tubuh monster mereka hancur maka mereka akan berubah menjadi manusia, dan semua lukanya menghilang, dan selama ia menjadi manusia tubuh monster halflings akan memulihkan diri sendiri, sehingga selama beberapa saat halflings tidak akan bisa berubah menjadi wujud monster mereka
namun ketika sedang dalam wujud manusia mereka, mereka masih bisa menggunakan sedikit kekuatan monster itu, seperti tenaga badak
atau yang memiliki cheetah bisa menggunakan kecepatannya dll
vero berdiri di samping taz, "kekuatan anak itu memang gila yah, suatu saat nanti mungkin ia bisa menyusul permata dewa generasi ini"
"ya... mungkin saja ia bisa mengalahkan azazil" jawab taz
♤♡◇♧♤♡◇♧♤♡◇♧♤♡◇♧♤♡◇♧♤♡◇
aslan terbangun di ruang perawatan dengan banyak perban di tubuhnya
dahinya diperban, mata sebelah kanannya diperban karena lebam yang sangat besar sehingga matanya tertutup, tangannya diperban, sekitar punggungnya diperban, kakinya juga diperban
taz tidak memberitahu teman teman aslan kalau aslan berada di ruang perawatan
kini di depan ranjang aslan terdapat lima orang, taz, vero, perawat, professor andreas dan mai
"eh, ibu sedang apa kau disini?" ucap aslan
mai menyilangkan tangannya di depan dada
"aku mendapat telponan dari akademi tentang pertarunganmu dengan tuan vero"
aslan sedikit terkejut, untuk apa taz memberitahu ibunya tentang pertarungan itu
"bahkan ayahmu dirumah malu, bagaimana kau bisa kalah meskipun sudah memakai kekuatan petir dan telekinetik" bentak mai
"setelah kau lulus dari akademi kau akan berlatih bersama ayahmu kau paham?!"
"baik, bu"
ibunya pergi meninggalkan ruangan, suara derap langkahnya terdengar nyaring
'itu yang kutunggu tunggu, akhirnya aku bisa mengasah kekuatan ini bersama ayah hahahaha' batin aslan
"eh, tunggu, kalah?, bukankah aku jatuh setelah vero"
kemudian ia melihat kedepan ke arah vero
tidak ada bekas luka di tubuhnya, kemudian ia menatap dirinya sendiri, banyak sekali luka ditubuhnya
"hei, bagaimana kau tidak ada luka?, bukankah kau sudah kukalahkan tadi?" ucap aslan
vero terkekeh, "hei bocah, bahkan untuk melawan versi rhino-ku kau sudah kalah, bagaimana kau akan melanjutkan melawan versi manusia-ku"
aslan yang mendengar penjelasan itu cukup kecewa dengan dirinya sendiri
ia memaksakan tubuhnya untuk keluar dari ruangan tersebut, taz sempat menghadangnya namun aslan tetap bersikeras bahwa dia ingin keluar
__ADS_1
"bagaimana?, kau sudah bisa menggunakan mode badakmu?" tanya taz memastikan
"tidak, bahkan cedera ini lebih parah dari cedera yang diberikan vulcan¹"
vero membuka bajunya dan membiarkan taz melihat tubuhnya, "entah mengapa bekas petir dan pukulan energi panasnya menembus ke tubuh asliku"
ia belum pernah mendapatkan luka yang mengenai tubuhnya sebelumnya
aslan
ia kini verjalan menuju kamarnya, semua orang sedang berada di kelas belajar, jarak asrama dan ruang perawatan tidaklah jauh, sehingga tidak ada yang melihat aslan dalam keadaan ini
aslan mengganti bajunya, dan berjalan menuju taman, karena luka itu aslan diberikan izin tidak masuk kelas sampai ia sembuh
sesampainya ia di taman ia duduk di bangku taman tersebut, tubuhnya kini penuh dengan perban, mata sebelah kanannya tidak dapat melihat sementara karena diperban
ia meratapi semua yang telah ia lalui ketika bertarung dengan vero, ia belum pernah merasakan mendekati ajal sebelumnya
lama ia meratapi kesombongannya, ternyata sudah lewat waktu pulang sekolah,
tiba tiba seseorang memeluknya dari belakang
"akh!!" aslan meringis karena sekujur tubuhnya masih terasa sakit
"owh, aku minta maaf aku tidak—" peta terkaget dengan apa yang terjadi pada aslan
peta berjongkok depan aslan dan dengan tatapan khawatirnya
"apa yang terjadi padamu?, mengapa kau bisa jadi seperti ini"
"kau tidak perlu khawatir" ucap aslan menenangkan peta, kemudian ia menceritakan semuanya
"kau bertarung dengan permata dewa no.1 generasi kelima?!" peta sangat terkaget dengan pernyataan aslan
sejarah mengatakan bahwa satu pasukan dark dari negara hades setara dengan seperempat kekuatan vero
"kau berhasil selamat dari serangan tempur tuan vero!, kau sungguh hebat"
aslan menundukkan kepalanya "ya... betapa lemahnya aku bisa kalah dari dia"
peta menyadarinya, ia tidak terima akan kekalahannya ini,
peta memegang kedua pipi aslan, "biar kuberitahu kau, mau seberapa kalipun kau kalah, kau akan selalu menjadi idolaku, karena kenapa"
aslan mengangkat kepalanya dan menatap gadis itu
"karena kau akan selalu bangkit dan melakukannya kembali"
aslan merasa senang dangan ucapan gadis itu
aslan menarik gadis itu dan didudukkan di atas pahanya, dan mulai mencium bibir wanita itu
__ADS_1
*******************
1: vulcan adalah salah satu musuh yang akan muncul di kisah atlas,