
Arveta keluar dari tempat itu dengan perasaan gelisah, 'apa yang terjadi denganmu aslan' batinnya
"yah tenang sajalah kawan kawan, bahkan sekuat apapun si bocah nasib sial itu, kalau melawan pasukan neoptolemus ia pasti akan tunduk" saut alfulfa lewin, sang aether elemen api
meskipun pernah satu sekolah dengan aslan, seperti yang sudah dijelaskan, aslan memang sedikit yang mengenalnya
mereka berdua puluh semakin lama semakin dekat, bahkan syahfa yang biasanya hanya bercanda kepada empat rekan timnya, kini ia terbuka dengan mereka berdua puluh
"tidak" ujar rayner
mereka menoleh kepada rayner,
"aslan memiliki kekuatan yang misterius,
tiap malam ketika ia tertidur aku selalu melihat bayangan hitam keluar dari tubuhnya
entah apa makhluk itu," ucap rayner
"tunggu tunggu, kau kenal dengannya?" tanya alfulfa
"ya, aku rekan setimnya, dan dia sahabatku"
jelasnya
mereka terkaget,
"apakah ia memang sekuat itu dari dulu?" tanya reva sergans, perempuan dengan gems halflings,
, serigala
"tanya saja nona arvy, mereka pacaran" jelas rayner
arveta yang mendengar ucapan rayner seketika langsung terkaget, masalahnya tidak banyak yang tau tentang hubungannya dengan aslan,
inilah saatnya rayner membalas dendam dengan aslan karena ia membuatnya terlambat ketika hari wisuda, dengan cara menyebarkan hubungannya kepada orang lain
para neoptolemus pun terkejut, mereka menyerbu arveta dengan berbagai pertanyaan
"arvy, kau menolakku tiga tahun lalu bukannya karena kau tidak ingin berpacaran?"
"arvy, kau tidak pernah mengatakan kalau kau punya pacar"
"arvy, mengapa kau tidak memberitahuku"
begitulah pertanyaan dari kaum adam
sedangkan para wanita kebanyakan lebih dewasa
namun mereka tetap menghampirinya
kemudian dengan tenang ratu leia bertanya
"arvy bisakah kau jelaskan kepada kami semua"
arveta pun mengangguk sebagai jawaban,
mereka duduk disebuah bangku yang berada di luar tempat tersembunyi itu
"kita sudah berpacaran sejak tiga tahun yang lalu,
dia memang tidak mau terlalu mencolok,
ia sering dipanggil oleh master taz, kadang membuatku risih karena memotong waktuku bersamanya namun, aku pula sadar bahwa ia mengemban tanggung jawab yang besar
karena ia adalah putra dari atlas aleanzo dan mai azzuri" jelas arvy
__ADS_1
"atlas aleanzo?, sang pahlawan legendaris yang belum pernah ditemui selama beberapa tahun ini?" tanya alfulfa
mereka pun terkaget saat mendengar nama atlas aleanzo
namun rayner dan syahfa tertawa
"kalian bodoh," ledek syahfa
"orang yang tadi memotong pembicaraan taz itulah atlas aleanzo, sang permata dewa no.1"
mereka kini lebih terkejut lagi,
mereka masih berbincang dan tertawa sampai akhirnya para permata dewa sudah selesai dengan rapat mereka dan keluar melewati mereka
mereka memang sengaja menunggu mereka keluar agar bisa melihat para permata dewa yang begitu gagah
bangunan itu bangunan yang seperti benteng, dan didepannya ada sebuah jembatan yang terbuat dari bebatuan, dan dipinggir jembatan itulah mereka menunggunya
mereka semua melihat para permata dewa yang melewati mereka kecuali
fanza, ketika yang lainnya sedang melihat permata dewa, hanya ia sendirian yang menikmati sinar matahari yang menyinari tubuhnya
memang sebagai aether cahaya memang menyukai cahaya, juga sebagai sumber kekuatan mereka, namun bukan itu alasannya tidak ingin melihat para permata dewa
para permata dewa berjalan dengan asisten mereka berjalan di belakang mereka masing masing
freya merasa seperti melihat seseorang yang dikenalnya saat di dalam, seseorang yang sangat berharga dalam hidupnya
ia melihat ke sekeliling barisan neoptolemus, dan akhirnya ditemukanlah,
ia memberikan kode kepada asistennya untuk mendekat
"aku memintamu untuk menyuruh beberapa penjaga untuk membawa anak yang itu ke rumahku, paham?" titah freya kepada asistennya
asistennya pun mengangguk
kini para permata dewa sudah pulang
syahfa dan fanza berjalan bersama. letak dari tempat rapat itu ada di negara aphrodite
juga tempat dimana fanza tinggal, syahfa selama beberapa hari akan tinggal di rumah fanza
"menurutmu apa yang membuat aslan menjadi buronan?" tanya fanza
"ia bukanlah buronan za.. ia hanya termasuk daftar orang dengan kekuatan yang mengancam peradaban" jelas syahfa
fanza hanya mengangguk
"kau dari kapan menyadari mereka?" tanya fanza
"dari sebelum kita berjalan menuju rumahmu" jawab syahfa yang masih menatap ke depan dengan santai sama seperti fanza
mereka menyadari bahwa ada yang mengikuti mereka namun mereka tetap tenang
"sekarang!!" perintah salah satu dari pengikut,
ada sejumlah lima puluhan orang menerjang mereka,
syahfa dan fanza adalah seorang neoptolemus, makanya mereka membawa banyak pasukan
tanpa bergerak sama sekali syahfa membekukan permukaan tanah disekitarnya, dan akhirnya mereka tergelincir dan gagal
mereka berteriak dan kabur, namun syahfa menembakan pukulan beku ke tangan salah satu orang yang membuat tangan orang itu terjebak dan tidak bisa ke mana mana
syahfa menarik kerah lelaki itu
__ADS_1
"siapa yang memerintahmu" tanya syahfa
"aku!!" sahut seseorang
syahfa ketika melihat wanita itu membelalakkan matanya, dan menunduk depan wanita tersebut
ialah freya valeri
"syahfa ayo kita pergi" ajak fanza
syahfa terheran heran, ia baru ingat, tiap kali mereka membicarakan pemimpin negara dan sampai kepada freya valeri, fanza pasti tidak peduli sama sekali
"tunggu" pinta freya
namun fanza tetap menghadap ke belakang
"kumohon, dengarkanlah penjelasan ibu, nak" pinta freya
syahfa yang masih menunduk membelalakkan matanya, dan kemudian menyadarinya
"ayo kita pergi" ajak syahfa yang sudah setuju dengan ajakan fanza
namun kini freya sudah didepan mereka
"nak dengarkanlah ibu"pinta freya
"mohon maaf nyonya valeri namun sepertinya kau salah mengenali seseorang, namaku fanza harvert, putri kandung dari emilia harvert dan joe harvert" ucap fanza masih menunduk
hati freya merasa teriris, bahkan putrinya sudah tak menganggapnya sebagai ibunya sendiri
ia menunduk, menangis
"ibu tau, ibu salah, ibu menjualmu ke seseorang dengan harga besar, dan membiarkanmu begitu saja, namun kini ibu tau betapa butuhnya ibu akan kehadiranmu dihidupku, ibu mohon maafkan ibu" lirih freya, freya masih menangis berharap bahwa putrinya akan kembali padanya
"kau gila!!" bentak fanza dengan nada tinggi, akhirnya fanza membuka mulutnya
"kau menjualku kepada seseorang sehingga aku merasakan penderitaan penyiksaan dan pemerkosaan ketika aku masih berumur tujuh tahun,
aku terus dijual, bahkan ketika aku masih bersamamu, kau tidak mempedulikanku, bahkan terkadang kau lupa kalau kau memiliki anak
ketika temanmu datang kau bilang aku adalah anak pembantu,
ketika aku dijual saat berumur tujuh tahun kuharap kau akan datang menyelamatkanku,
bahkan ketika mereka menyetubuhiku aku selalu berharap bahwa kau datang, namun tidak!!, dan kini kau ingin aku kembali padamu?, mimpi kau" fanza meludahi wajah freya yang masih menangis
freya wanita anggun berambut ungu, ternyata rela menjatuhkan harga dirinya untuk seorang putri dari bangsawan harvert
fanza dan syahfa berlalu, namun syahfa berhenti tepat disamping freya
"aku mengerti perasaan fanza, kami sudah tiga tahun berteman,
setiap hari ia selalu mengatakan, bahwa ia menunggu hari ajalmu tiba"
freya terkejut dengan ungkapan syahfa yang menyelekit hatinya, kakinya terasa lemas, ia terjatuh dan berlutut
"jadi mungkin satu satunya hal yang bisa membuat dia memaafkanmu adalah
kematianmu" lanjut syahfa dan meninggalkannya
freya masih menangis, dan memegang gelang warna warni di tangannya
gelang itu adalah pemberian fanza ketika ia berumur lima tahun
"maafkan ibu, ibu akan terus berusaha membawamu kembali, sampai nanti ibu mendegarnya dari mulutmu sendiri,
__ADS_1
kalau kau akan memaafkan ibu kalau ibu mati, maka ibu akan membiarkanmu mengambil hidup ibu"