AETHER

AETHER
EPISODE 17


__ADS_3

Arveta keluar dari tempat itu dengan perasaan gelisah, 'apa yang terjadi denganmu aslan' batinnya


"yah tenang sajalah kawan kawan, bahkan sekuat apapun si bocah nasib sial itu, kalau melawan pasukan neoptolemus ia pasti akan tunduk" saut alfulfa lewin, sang aether elemen api


meskipun pernah satu sekolah dengan aslan, seperti yang sudah dijelaskan, aslan memang sedikit yang mengenalnya


mereka berdua puluh semakin lama semakin dekat, bahkan syahfa yang biasanya hanya bercanda kepada empat rekan timnya, kini ia terbuka dengan mereka berdua puluh


"tidak" ujar rayner


mereka menoleh kepada rayner,


"aslan memiliki kekuatan yang misterius,


tiap malam ketika ia tertidur aku selalu melihat bayangan hitam keluar dari tubuhnya


entah apa makhluk itu," ucap rayner


"tunggu tunggu, kau kenal dengannya?" tanya alfulfa


"ya, aku rekan setimnya, dan dia sahabatku"


jelasnya


mereka terkaget,


"apakah ia memang sekuat itu dari dulu?" tanya reva sergans, perempuan dengan gems halflings,


, serigala


"tanya saja nona arvy, mereka pacaran" jelas rayner


arveta yang mendengar ucapan rayner seketika langsung terkaget, masalahnya tidak banyak yang tau tentang hubungannya dengan aslan,


inilah saatnya rayner membalas dendam dengan aslan karena ia membuatnya terlambat ketika hari wisuda, dengan cara menyebarkan hubungannya kepada orang lain


para neoptolemus pun terkejut, mereka menyerbu arveta dengan berbagai pertanyaan


"arvy, kau menolakku tiga tahun lalu bukannya karena kau tidak ingin berpacaran?"


"arvy, kau tidak pernah mengatakan kalau kau punya pacar"


"arvy, mengapa kau tidak memberitahuku"


begitulah pertanyaan dari kaum adam


sedangkan para wanita kebanyakan lebih dewasa


namun mereka tetap menghampirinya


kemudian dengan tenang ratu leia bertanya


"arvy bisakah kau jelaskan kepada kami semua"


arveta pun mengangguk sebagai jawaban,


mereka duduk disebuah bangku yang berada di luar tempat tersembunyi itu


"kita sudah berpacaran sejak tiga tahun yang lalu,


dia memang tidak mau terlalu mencolok,


ia sering dipanggil oleh master taz, kadang membuatku risih karena memotong waktuku bersamanya namun, aku pula sadar bahwa ia mengemban tanggung jawab yang besar


karena ia adalah putra dari atlas aleanzo dan mai azzuri" jelas arvy

__ADS_1


"atlas aleanzo?, sang pahlawan legendaris yang belum pernah ditemui selama beberapa tahun ini?" tanya alfulfa


mereka pun terkaget saat mendengar nama atlas aleanzo


namun rayner dan syahfa tertawa


"kalian bodoh," ledek syahfa


"orang yang tadi memotong pembicaraan taz itulah atlas aleanzo, sang permata dewa no.1"


mereka kini lebih terkejut lagi,


mereka masih berbincang dan tertawa sampai akhirnya para permata dewa sudah selesai dengan rapat mereka dan keluar melewati mereka


mereka memang sengaja menunggu mereka keluar agar bisa melihat para permata dewa yang begitu gagah


bangunan itu bangunan yang seperti benteng, dan didepannya ada sebuah jembatan yang terbuat dari bebatuan, dan dipinggir jembatan itulah mereka menunggunya


mereka semua melihat para permata dewa yang melewati mereka kecuali


fanza, ketika yang lainnya sedang melihat permata dewa, hanya ia sendirian yang menikmati sinar matahari yang menyinari tubuhnya


memang sebagai aether cahaya memang menyukai cahaya, juga sebagai sumber kekuatan mereka, namun bukan itu alasannya tidak ingin melihat para permata dewa


para permata dewa berjalan dengan asisten mereka berjalan di belakang mereka masing masing


freya merasa seperti melihat seseorang yang dikenalnya saat di dalam, seseorang yang sangat berharga dalam hidupnya


ia melihat ke sekeliling barisan neoptolemus, dan akhirnya ditemukanlah,


ia memberikan kode kepada asistennya untuk mendekat


"aku memintamu untuk menyuruh beberapa penjaga untuk membawa anak yang itu ke rumahku, paham?" titah freya kepada asistennya


asistennya pun mengangguk


kini para permata dewa sudah pulang


syahfa dan fanza berjalan bersama. letak dari tempat rapat itu ada di negara aphrodite


juga tempat dimana fanza tinggal, syahfa selama beberapa hari akan tinggal di rumah fanza


"menurutmu apa yang membuat aslan menjadi buronan?" tanya fanza


"ia bukanlah buronan za.. ia hanya termasuk daftar orang dengan kekuatan yang mengancam peradaban" jelas syahfa


fanza hanya mengangguk


"kau dari kapan menyadari mereka?" tanya fanza


"dari sebelum kita berjalan menuju rumahmu" jawab syahfa yang masih menatap ke depan dengan santai sama seperti fanza


mereka menyadari bahwa ada yang mengikuti mereka namun mereka tetap tenang


"sekarang!!" perintah salah satu dari pengikut,


ada sejumlah lima puluhan orang menerjang mereka,


syahfa dan fanza adalah seorang neoptolemus, makanya mereka membawa banyak pasukan


tanpa bergerak sama sekali syahfa membekukan permukaan tanah disekitarnya, dan akhirnya mereka tergelincir dan gagal


mereka berteriak dan kabur, namun syahfa menembakan pukulan beku ke tangan salah satu orang yang membuat tangan orang itu terjebak dan tidak bisa ke mana mana


syahfa menarik kerah lelaki itu

__ADS_1


"siapa yang memerintahmu" tanya syahfa


"aku!!" sahut seseorang


syahfa ketika melihat wanita itu membelalakkan matanya, dan menunduk depan wanita tersebut


ialah freya valeri


"syahfa ayo kita pergi" ajak fanza


syahfa terheran heran, ia baru ingat, tiap kali mereka membicarakan pemimpin negara dan sampai kepada freya valeri, fanza pasti tidak peduli sama sekali


"tunggu" pinta freya


namun fanza tetap menghadap ke belakang


"kumohon, dengarkanlah penjelasan ibu, nak" pinta freya


syahfa yang masih menunduk membelalakkan matanya, dan kemudian menyadarinya


"ayo kita pergi" ajak syahfa yang sudah setuju dengan ajakan fanza


namun kini freya sudah didepan mereka


"nak dengarkanlah ibu"pinta freya


"mohon maaf nyonya valeri namun sepertinya kau salah mengenali seseorang, namaku fanza harvert, putri kandung dari emilia harvert dan joe harvert" ucap fanza masih menunduk


hati freya merasa teriris, bahkan putrinya sudah tak menganggapnya sebagai ibunya sendiri


ia menunduk, menangis


"ibu tau, ibu salah, ibu menjualmu ke seseorang dengan harga besar, dan membiarkanmu begitu saja, namun kini ibu tau betapa butuhnya ibu akan kehadiranmu dihidupku, ibu mohon maafkan ibu" lirih freya, freya masih menangis berharap bahwa putrinya akan kembali padanya


"kau gila!!" bentak fanza dengan nada tinggi, akhirnya fanza membuka mulutnya


"kau menjualku kepada seseorang sehingga aku merasakan penderitaan penyiksaan dan pemerkosaan ketika aku masih berumur tujuh tahun,


aku terus dijual, bahkan ketika aku masih bersamamu, kau tidak mempedulikanku, bahkan terkadang kau lupa kalau kau memiliki anak


ketika temanmu datang kau bilang aku adalah anak pembantu,


ketika aku dijual saat berumur tujuh tahun kuharap kau akan datang menyelamatkanku,


bahkan ketika mereka menyetubuhiku aku selalu berharap bahwa kau datang, namun tidak!!, dan kini kau ingin aku kembali padamu?, mimpi kau" fanza meludahi wajah freya yang masih menangis


freya wanita anggun berambut ungu, ternyata rela menjatuhkan harga dirinya untuk seorang putri dari bangsawan harvert


fanza dan syahfa berlalu, namun syahfa berhenti tepat disamping freya


"aku mengerti perasaan fanza, kami sudah tiga tahun berteman,


setiap hari ia selalu mengatakan, bahwa ia menunggu hari ajalmu tiba"


freya terkejut dengan ungkapan syahfa yang menyelekit hatinya, kakinya terasa lemas, ia terjatuh dan berlutut


"jadi mungkin satu satunya hal yang bisa membuat dia memaafkanmu adalah


kematianmu" lanjut syahfa dan meninggalkannya


freya masih menangis, dan memegang gelang warna warni di tangannya


gelang itu adalah pemberian fanza ketika ia berumur lima tahun


"maafkan ibu, ibu akan terus berusaha membawamu kembali, sampai nanti ibu mendegarnya dari mulutmu sendiri,

__ADS_1


kalau kau akan memaafkan ibu kalau ibu mati, maka ibu akan membiarkanmu mengambil hidup ibu"


__ADS_2