
"sudahlah kalian berdua!" tegas rayner
Mereka berdua menatap rayner dengan tatapan tajam, justru rayner menciut melihat tatapan syahfa dan aslan
Ia mengumpat di belakang fanza
"fanza hentikan peperangan ini"
"aslan bagaimana kalau kita makan di rumahku" ajak fanza,
Mata aslan langsung berbinar, ketika masih sekolah mereka berempat memang sering menginap di rumah satu sama lain, namun mereka lebih sering berkumpul di rumah fanza
Bukan tanpa alasan. Rumah fanza memang tempat paling nyaman bagi mereka, orang tua angkat fanza selalu memberikan pelayanan bagi mereka
Karena mereka memang keluarga bangsawan,
dan juga ketika disana perut mereka terjamin
"ayo fanza, aku sudah lama tidak mencicipi makanan dibumi" aslan sangat antusias dan merangkul fanza
"kau bodoh," syahfa menepuk dahinya
Aslan menoleh menuju syahfa
"memangnya kenapa?,"
"rumah fanza berada di aphrodite. Bagaimana caramu pergi ke sana, kau tidak cukup kaya untuk membeli portal teleportasi," jelas rayner
'oh iya aku lupa, ayah bilang tidak boleh memperlihatkan kekuatanku di publik' aslan terlihat kecewa
"ya.. Aku bermaksud mengajakmu makan dirumahku setelah semua ini selesai, kalau sekarang mungkin kita bisa makan di tempat makan, kau yang pilih aku yang bayar" jelas fanza
"benarkah?" tanya aslan dengan raut wajah bahagia
Fanza mengangguk, apapun untuk sahabatnya yang aneh ini, jujur saja, fanza sangat bahagia bahwa aslan sudah kembali disini, karena aslan adalah salah satu teman sejatinya,
Dahulu di awal mereka bertemu, fanza memang tak memiliki tampang yang menarik, meskipun ia adalah anak angkat dari seorang bangsawan, dan karena itulah ia tak memiliki teman
Namun dengan mudahnya mereka berempat menerimanya,
Dan sejak saat itulah fanza mulai mempedulikan tentang penampilannya, meskipun ia tau bahwa mereka berempat tidak mempedulikan tampang, namun ia tetap ingin memperbagus penampilannya
"baiklah, aku ingin makan nasi goreng mang ucok!!" jawab aslan antusias, aslan merangkul fanza dan langsung mengajaknya ke restoran mang ucok
"sekuat kuatnya dia, dia tetaplah teman abstrakku" tanggap rayner
"ya.. Dan sampai kapanpun pula dia akan tetap seperti itu" sambung syahfa, mereka berdua pun langsung mengejar fanza dan aslan
"woii kami ikut" kini para neoptolemus malah mengikuti mereka
●■●■●■●■●■●■●■●■●■●■●■
suara orang makan pun terdengar meriah
Karena mereka sedang mengadu, siapa yang bisa makan lebih banyak
__ADS_1
Pertarungan antara kulkas 10 pintu dan kompor gas meledak
terakhir kali syahfa menang dengan mudah dan aslan kalah di piring kelima, meskipun syahfa banyak makan namun ia tetap memiliki body yang langsing,
Namun kini mereka masih bertanding sampai piring ke 8,
'sialan, sepertinya dia juga melatih nafsu makannya agar bisa mengalahkanku, aku sudah tidak kuat' batin syahfa
'hah meskipun ini curang setidaknya dia tidak tau bahwa aku membuat portal di dalam perutku agar membuangnya di tempat pembuangan hahaha!!' batin aslan
Syahfa sudah kalah di piring ke sembilan ia sudah tidak bisa melanjutkan,
"hahaha kau sudah kalah dasar kulkas 10 pintu"
ledek aslan
DRRRRT DRRRT
"teman teman, ada serangan di p.a.l, kita harus segera ke sana!!" sebuah pemberitahuan memberitahu kepada ratu, maka ia akan membawa pasukannya ke sana
"kalian akan ke sana dengan kendaraan apa?" tanya aslan
20 ekor garuda raksasa datang di depan restoran
"inilah kendaraan kami" alfulfa menyombongkan burung mereka, namun aslan hanya tersenyum
"aslan, sebaiknya kau ikut bersama kami, agar kau bisa membangun chemistry bersama kami di arena pertempuran" ajak ratu
"ya beb, kau bisa ikut bersama burungku" ajak arveta
"oh tidak perlu, aku bisa ke sana sendiri" jawab aslan
Aslan tersenyum, ia merasa bahwa alfulfa memang tidak suka dengannya,
Mata kronos membuatnya bisa melihat ke dalam diri seseorang, dan ia bisa melihat jelas mengapa alfulfa tidak menyukainya
Alfulfa menyukai arveta,
Sampai kapanpun aslan tidak akan menyerahkan arvy kepada siapapun, arvy hanya miliknya
"baiklah, kalau kau menang, aku akan memberikan apa yang kau inginkan, namun kalau aku menang, kau harus tunduk kepadaku" jawab aslan
"DEAL!!" alfulfa langsung menerbangkan burungnya,
Ia akan meminta arveta sebagai jaminan kemenangannya
Dan disusul yang lain
Ratu ingat jelas bahwa aslan masih makan ketika mereka berangkat
"apa kau yakin, dia bisa sampai tepat waktu?, burung garuda bisa terbang dengan kecepatan suara, kita akan sampai dalam satu menit" ratu mempertanyakan hal tersebut kepada arveta
"entahlah" jawab arveta
mereka terbang hanya dalam satu menit mereka sudah sampai di p.a.l
__ADS_1
Dan disitu pula alfulfa tidak dapat mempercayai apa yang ia lihat, aslan sudah berada di sana menyambut mereka
Para neoptolemus juga terkejut, tidak mungkin ada orang yang bisa datang secepat itu,
alfulfa turun dari burungnya,
"bagaimana bisa?" alfulfa sangat kesal, ia sangat yakin bahwa ia akan mendapatkan cinta sejatinya, namun impian itu dihancurkan oleh orang seperti dia
"tunduk!!" ucap aslan dengan dingin, aslan mengeluarkan aura yang sangat besar, alfulfa merasa tertimpa dengan tenaga yang sangat besar, ia pun terjatuh dan kepalanya menyentuh tanah
"hentikan!!" ratu memohon kepada aslan
Aslan menatap ratu sejenak dan kemudian memasukkan kembali auranya
"baiklah sebaiknya kita fokus kepada serangan ini" ucap aslan
Para neoptolemus masih terkejut dengan aksi aslan tadi, mereka tidak menyangka bahwa aslan bisa menjadi sekuat itu dalam waktu tiga tahun
aslan melangkah menuju p.a.l dan diikuti yang lain,
Ratu membantu alfulfa berdiri
"jangan gegabah al, dia itu orang yang baik, namun kau mengusiknya" ucap ratu
"yaya" jawab alfulfa menghempaskan tangan ratu
dan meninggalkannya
ratu hanya menatapnya heran,
"sudahlah biarkan saja, dia memang seperti itu orangnya" ucap ace mencoba menenangkan ratu
"dia bisa mati kalau aku tidak melerainya" jawab ratu
"yasudahlah lebih baik sekarang kita berfokus kepada serangan p.a.l"
Disekitar p.a.l ada sebuah pelindung transparan yang dibuat oleh musuh agar bantuan tidak dapat masuk, dan diluar pelindung tersebut ada sejumlah polisi yang sedang berusaha menghancurkan pelindung tersebut
"bagaimana keadaannya" ratu menanyakannya kepada polisi yang bertugas di area tersebut
"oh, nona ratu, maafkan kami yang lalai dalam pekerjaan kami, namun para penyusup itu sudah membuat pelindung ini dari sebelum mereka menyerang" jelas sang polisi
Ratu mengajak teman temannya untuk menyatukan kekuatan,
Aether dan halflings akan menyerang perisai itu, dan wizard akan fokus dibelakang dan menguatkan tubuh halflings dan aether
Para wizard sudah menyiapkan mantra mereka,
Aether dan halflings pun sudab siap untuk menyerang dan
BUMM!! Serangan mereka tidak berdampak apa apa kepada perisai tersebut
"sudahlah berhenti, biar aku saja yang menghancurkannya," aslan langsung maju ke depan dengan santai
"memangnya kau bisa menghancurkannya?, bahkan kami para neoptolemus tidak bisa menghancurkannya" tanya grigor bugs
__ADS_1
Tanpa menjawab aslan langsung mengarahkan tangannya kepada pelindung tersebut, dan seketika pelindung itu menghilang dan tidak ada
Mereka terkejut dengan kekuatan aslan