
seorang pria sedang berjalan dengan seorang wanita di jalan yang sangat sepi, hanya mereka berdua
pria itu berambut biru terang, matanya merah darah ,memakai jas hitam dan sangat rapih
sedangkan sang wanita tidak kalah mengesankan, berambut hitam panjang, dan gaun biru laut
mereka kini sedang bercanda tawa sambil bergandengan tiba tiba...
sesorang menepuk bahu sang pria
pria itu menengok dengan wajah dingin, dari hawa keberadaannya ia sudah mengetahui siapa itu
pria yang menepuk bahu itu memakai jaket levis
berambut hitam, kulit putih, dan mata yang berwarna hitam, ia kini lega karena firasatnya benar
sang pria berjaket levis itu bersujud di depan orang itu
sang wanita terkaget dan menatap sang pria disampingnya
"zera, ada apa ini" ucap sang wanita
"mengapa kau bisa berada di sini" ucap zera dingin ketus
"aku merasakan kekuatanmu di muka bumi, dan aku mengikutinya ke sini," jawab sang pria mendongakkan kepalanya
"sungguh aku minta maaf soal kejadian itu, namun aku tidak bisa menahan fakta, bahwa kandungan dalam istrimu itu, adalah bukti dari kebenaran ucapanku" ucap pria itu
"maka buktikanlah padaku...
bahwa kebenaran ucapanmu dapat mengubah pendapat mereka
jujur, aku slalu mempercayaimu,namun menyerang adikku, untuk kesatria terbaikku adalah hal yang mengguncangkan...
dan kini ucapanmu sedikit demi sedikit mulai menimbulkan kebenaran, aku telah mengurung hades, kini giliranmu menuntun putraku,paham kau azazil?"
"baik tuan zeus" seketika pasir hitam mengelilingi azazil dan menghilang
aslan terbangun dari mimpinya, ia sadar bahwa itu adalah sebuah mimpi
ia bersiap, mandi dan memakai seragam, mereka semua menuju ruang makan,
ruang makan itu sangat besar dengan meja panjang dan kursi yang juga panjang, ruang makan terbagi menjadi 3, per kelas
aslan duduk di samping rayner, dan di depannya syahfa dan fanza, wajah syahfa memang bagaikan karya tuhan yang terindah, maka wajar saja semua pria di situ memandangnya dengan wajah terpesona
di sisi lain aslan sedang menatap seorang wanita yang sedang dikelilingi banyak orang, seorang wanita cantik berambut perak, putri dari barret arthos, arveta arthos
rayner yang melihat sahabatnya ikut menatap ke arah wanita itu, terkejutlah ia, ia merasa pernah melihat wanita itu namun di mana?
'itu dia' ia melihatnya di foto aslan dengan wanita itu ,ketika aslan dan wanita itu berusia 7 tahunan
dalam foto itu terlihat bahwa aslan dan wanita itu sedang merangkul satu sama lain dan tersenyum
"hey sobat, itu teman masa kecilmu kan?" ucap rayner
aslan beralih menatap rayner, "yah memangnya kenapa?" jawab aslan
"waw, aku tidak percaya kau pernah berteman dengan wanita secantik itu"
"memangnya aku seburuk itu yah"
__ADS_1
"biar kuberitahu aslan" ucap syahfa
"lelaki itu terbagi menjadi beberapa jenis
ada handsome boy, cute boy dan beautiful boy
handsome itu seperti rayner, namun kau termasuk cute boy" jelas syahfa
aslan hampir muntah ketika melihat rayner yang begayaan ketika dibilang handsome
pov arveta
arveta kini dikelilingi banyak lelaki namun arveta hanya memandang seorang lelaki yang duduk jauh darinya,ia hanya terpaku kepada aslan azzuri, teman masa kecilnya
ia tidak mempedulikan lelaki yang duduk disampingnya(rayner), namun yang ia pedulikan adalah wanita anggun berambut pirang yang duduk diseberangnya
'siapa dia?,'
'apa dia lebih dekat?'
'apakah mereka pacaran?'
'dan apakah ia tidak ingin menemuiku, apakah hanya aku yang merindukannya sedalam ini' namun yang arveta tidak sadari adalah bahwa aslan juga merasakan hal yang sama
"nona arvy kau tidak boleh melamun, sebagai putri dari tuan arthos kau seharusnya meladeni fans-mu ini" ucap lena seorang wanita yang menjadi pengawalnya sekaligus temannya, lena duduk tepat disamping arveta
"yah memangnya kau sedang melihat siapa?" ucap arka regan, seorang lelaki yang juga menjadi pengawal sekaligus teman arveta,
arka menatap arah mata arveta, kemudian yang ia tangkap adalah seseorang di samping aslan
rayner dan arka adalah sepupu, namun ayah dari arka pindah negara ke negara hermes
"arvy aku permisi dulu, aku ingin menemui sepupuku" ucap arka
"iya" jawab arka sambil menunjuk kepada rayner
"baiklah," jawab arvy
pov aslan
lagi lagi aslan bertengkar dengan syahfa
memang karakteristik dari elemen mereka
"kau pikir kau paling kuat dasar dewa gabut" ledek syahfa
"ucapanmu dingin sekali putri salju" balas aslan
mereka saling mengejek satu sama lain
"waw sepertinya kalian cocok menjadi pengantin"
ucap rayner
"hah!!??" ucap mereka bersamaan
"aku tidak mungkin tahan tinggal serumah dengan freezer kaya dia" ucap aslan
"dan aku tidak mungkin tahan di dalam sauna seharian" ucap syahfa
kemudian seseorang menepuk bahu rayner
__ADS_1
"hai cuz" ucap arka
"hei apa kabar" jawab rayner dan menawarkan arka duduk di sampingnya, mereka pun berbincang sangat panjang
"kau tau, nona arvy sedang melamun dan menatapmu tadi" ucap arka
rayner pun tertawa, sebab ia tau siapa yang sebenarnya ditatap oleh arvy "sobat, dia bukan sedang menatapku" rayner pun menarik dan merangkul aslan
"tapi ia sedang menatap 'cute boy' ini" lanjut rayner
"iyakah, aku baru tau"
"temanku ini adalah teman masa kecil majikanmu itu"
◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇
●●●●●●●●●●●●●●●●●●●●●●●
diluar kelas
arvy sedang mempersiapkan kata kata untuk menyapa aslan
ia sangat bingung
"nona" ucap arka sambil menepuk bahu arvy
arvy pun menoleh kepadanya
"kau tau aku sudah bertemu dengan aslan azzuri itu, ternyata dia sama gugupnya denganmu" jelas arka
"benarkah?" ucap arvy dengan senang
arka membalasnya dengan mengangguk
ia sudab siap ingin masuk ke kelas, namun tidak disangka dalam kelas s pun fansnya masih banyak
mereka pun berbondong-bondong ingin mendekati tuan putri dari negara hermes
namun ia hanya terpaku kepada apa yang terjadi di kursi bagian tim 1
pertengkaran antara neraka dan kutub utara
yah semangatnya padam ketika melihat itu
"tenang nona, mereka hanyalah rekan setim, dan kalau kudengar dari ceritanya, wanita itu sudah memiliki lelaki yang dicintainya" ucap lena
kini semangatnya semakin membara, mengetahui bahwa syahfa tidak akan merebut aslan darinya
"pikirkanlah rayner, kalau syahfa menjadi ketua, kita pasti memiliki nama yang keren, seperti putri salju dan the 3 d" ucap aslan
"tidak kalau aslan menjadi ketua nama kita pasti lebih keren dewa dan para malaikat" ucap syahfa
"harus kukatakan sobat, aku lebih memilih nama dari syahfa daripada dari kau" jawab rayner
"aku juga" sambung fanza
"hah kau juga fanza?" ucap aslan
syahfa tertawa penuh kemenangan
"aslan" panggil seseorang
__ADS_1
aslan mendongakkan kepalanya dan terkejutlah ia, wanita yang beberapa hari ini mengganggu pikirannya
"boleh bicara sebentar" ucap arveta