
Walaupun banyak tetangga yang menilai Pak Anto banyak uang tetapi Pak Anto tidak pernah hidup bermewah-mewahan.Dia lebih senang hidup sederhana.Dia selalu mengajari Agnie untuk selalu rendah hati pada siapapun.Pak Anto tidak mengajarkan Agnie untuk bersikap mentang-mentang papanya polisi Agnie bisa bertindak sesuka hati pada semua orang.Pak Anto sosok yang amat sangat tegas pada semua anak-anaknya.Mungkin itu yang membuat anak-anaknya merasa segan padanya termasuk Agnie "anak angkatnya". Dari kecil Agnie sudah diajarinya untuk mengenal tanggung jawab.Dari bangun tidur pagi Agnie selalu diajarinya untuk merapikan tempat tidurnya sendiri.Pertama-tama memang sulit tapi Pak Anto dengan sabar terus mengajari anak angkatnya itu untuk belajar disiplin dan bertanggung jawab.Sampai akhirnya semua itu menjadi kebiasaan.
__ADS_1
* * * * * * * *
__ADS_1
Diusia Agnie yang masih belia Agnie sudah bisa membantu maminya dari membersihkan tempat tidurnya sendiri,menyapu,mengepel,dan mencuci piring.Memang untuk mencuci baju Bu Tati belum mengijinkan untuk Agnie mencuci bajunya sendiri karena menurut Bu Tati Agnie belum bisa bersih kalau mencuci baju sendiri jadinya Agnie hanya kebagian jatah menjemurnya saja.Semua diajarkan sejak dini oleh orangtua angkat Agnie baik papa atau maminya selalu mengajarkan Agnie untuk mengenal tanggung jawab.Mereka berpikiran kalau anak perempuan itu disaat mereka dewasa nanti semua pekerjaan rumah harus bisa mereka kerjakan sendiri.Mereka ingin Agnie besar nanti menjadi perempuan yang tidak selalu mengandalkan orangtua.Mereka ingin anak angkatnya itu jadi perempuan yang mandiri yang semua pekerjaan bisa dikerjakan sendiri tanpa harus mengandalkan orangtua.Karena mereka berfikir, orangtua tidak akan selalu ada bersama anaknya.Itulah terkadang ada sebagian orang yang menilai Pak Anto dan Bu Tati agak kejam kepada Agnie.Agnie yang saat itu masih berusia 9tahun sudah diajarinya mengerjakan segala macam pekerjaan rumah.Tapi ada sebagian juga yang menilai positif.Mereka yang menilai positif itu satu pikiran dengan Pak Anto dan Bu Tati.Karena keseringan anak zaman sekarang suka malas membantu orangtuanya dirumah.Disuruh nyapu bilangnya males disuruh ngepel bilang-nya entar-entar terus kapan bisanya???Sepertinya itu alasan mengapa Pak Anto dan Bu Tati begitu tegas pada Agnie.Mereka tidak ingin anak angkatnya itu dinilai orang sebagai anak perempuan yang tidak bisa apa-apa.Jangankan memasak,beberes rumah pun keseringan anak-anak zaman sekarang pada malas-malasan karena memang tidak diajarkan atau tidak dibiasakan oleh orangtuanya.
__ADS_1
* * * * * * * *
__ADS_1
Sampai pada suatu ketika Agnie menginap dirumah orangtua kandungnya di Depok.Dari mulai bangun tidur dia membereskan tempat tidurnya sendiri,dilanjut menyapu lantai rumahnya.Pak Roy dan Bu Miati bingung melihat Anak bungsunya itu sebegitu rajinnya sampai-sampai Bu Miati berkata,"sudah ga usah disapu nanti biar ibu aja yang nyapu lantainya,Agnie"."Engga apa-apa bu,Agnie setiap hari suka bantu mami beberes rumah,Papa sama mami yang ajarin Agnie nyapu,ngepel beresin tempat tidur.Kata Papa sama Mami anak perempuan itu harus mandiri"jawab Agnie mencoba menjelaskan.Pak Roy dan Bu Miati terdiam mendengar penjelasan anak bungsunya itu.Mereka sepertinya tidak tega melihat Agnie diusianya yang masih belia yang masih suka bermain harus belajar mengenal pekerjaan rumah.Tapi disisi lain mereka bersyukur,karena ada orang yang benar-benar tulus menyayangi Agnie dan mengajarkan Agnie untuk menjadi anak perempuan yang mandiri seperti yang diinginkan Pak Anto dan Bu Tati.
__ADS_1