
Dihari kedua Agnie bersekolah seperti biasa dia selalu ingin diantar Pak Anto.Dia senang sekali diantar kesekolah dengan menggunakan motor.Sampai disekolah dia senang karena dia masih duduk sebangku dengan Dewi teman yang dikenalnya kemarin.Dewi anak yang ramah dan baik hati.Pas bel masuk seperti biasa Pak Anto menunggu didepan kelas Agnie.Agnie pun melambaikan tangan kepada papa angkatnya itu dari jendela yang berada tidak jauh dari kursi yang dia tempati bersama Dewi.Pak Anto membalas lambaian tangan Agnie dengan senyuman.Pelajaran dimulai Bu Siti menerangkan materi yang akan dipelajari hari ini.Anak-anak semua diam memperhatikan.Tidak dengan Agnie yang daritadi gelisah sebentar-sebentar dia berdiri sambil melihat-lihat kearah jendela.Dia ingin tahu papanya itu masih ada didepan kelas atau tidak.Dia melihat papa angkatnya itu sedang berdiri dipojok pintu kelas dengan seorang ibu yang murah senyum yang sedang mengajaknya ngobrol.Si Ibu yang belum dikenal Agnie itu sepertinya sedang bercerita dan Pak Anto hanya menganguk dan membalas semua cerita ibu itu dengan senyuman.Agnie sepertinya kesal dia keluar dari tempat duduknya dan meminta ijin kepada Bu Siti untuk menemui sebentar papanya yang ada diluar.Bu Siti pun memberi ijin kepada Agnie.Agnie segera keluar kelas dan langsung menghampiri papanya itu dengan kesal sambil berkata dengan polosnya,"Papa,jangan ngobrol terus sama ibu itu aku gak suka liatnya ibunya genit ke papa".PakAnto menjawab"Agnie,enggak boleh begitu nak enggak sopan"."Pokoknya papa harus liatin aku terus kejendela yaa jangan ngobrol lagi sama ibu itu"tukas Agnie kesal."Iya udah sana masuk lagi ke kelas yaa dengerin apa yang Ibu guru bilang"kata Pak Anto kepada Agnie.Agnie langsung berlari ke kelas dan duduk lagi dikursinya.Agnie masih kesal rupanya setelah tahu yang sejak tadi mengobrol dengan papanya itu ternyata ibunya Dewi teman sebangkunya.Sampai pelajaran selesai sebelum pulang Bu Siti menyuruh anak-anak untuk merapikan bukunya lalu berdoa.Disela-sela teman-temannya sedang berdoa Agnie berkata sesuatu kepada Dewi."Dewi,mama kamu genit ih ke papa aku daritadi ngobrol senyum-senyun teeus ke papa aku,sebel aku liatnya".Dewi ga membalas apa yg dikatakan Agnie kepadanya Dewi hanya tersenyum membalasnya.Sepertinya Dewi bingung mau menjawab apa.Semua murid keluar kelas dengan tertib mencari orangtua yang menjemputnya.Dewi berlari ke ibunya, sedangkan Agnie berlari ke papanya yang kebetulan sejak daritadi berdiri bersebelahan.
__ADS_1
* * * * * * * *
__ADS_1
Sesampainya dirumah Pak Anto bercerita kepada Bu Tati."Tadi Agnie marah-marah liat aku ngobrol sama ibu-ibu,Agnie bilang ibunya itu genit padahal ibunya lagi cerita tentang anaknya eh Agnie nyangkanya malah beda,dek(panggilan Pak Anto kepada Istrinya)."Ya namanya juga anak-anak pa,dia cemburu kayanya liat papa ngobrol sama orang yang engga dia kenal"jawab Bu Tati."Iya juga ya dek,tapi aku jadi ndak enak sama ibu itu takut nyangkanya anakku sudah ga sopan dek"kata Pak Anto."Ya sudah besok papa minta maaf aja ke ibu itu bilang mohon maaf kalau ada perkataan Agnie yang sudah bikin ibu itu tersinggung mohon dimaklumi namanya juga anak-anak,mudah-mudahan ibu itu bisa ngertiin pa",Bu Tati menjelaskan."Iya besok papa mau jelasin gitu ke ibunya dewi ternyata itu anaknya duduk sebangku dek,sama anak kita Agnie aku jadi tambah ndak enak dek"kata Pak Anto.Agnie yang masih berusia 5,5th sudah amat berani mengutarakan pendapatnya.Sudah bisa dibayangkan apabila ada yang tidak dia suka pasti akan langsung dia katakan tanpa menunggu nanti-nanti...
__ADS_1