
Bu Tati adalah seorang ibu yang sangat amat kreatif.Dia senang menjahit membuat baju-baju untuk menari atau baju untuk fashion show.Karena zaman dulu Bu Tati gadis dia pernah bekerja sebagai pelatih tari,perias dan penata busana untuk para penarinya.Para penarinya itu kebanyakan orang luar daerah.Bu Tati orang yang multitalent.Tak jarang tetangganya di Asrama suka minta tolong padanya untuk sekedar membuatkan kostum menari atau merias.
* * * * * * * *
Setiap ada kesempatan lomba fashion show Agnie selalu diikutsertakan.Dari mulai pakaian sudah dia persiapkan jauh- jauh hari.Agnie yang pertama sempat tidak mau ikut karena takut "demam panggung" terus diberi arahan oleh maminya agar tidak grogi saat dipanggung.Dari cara berjalan,memberi salam kepada juri dan penonton semua Bu Tati ajarkan pada Agnie sampai akhirnya Agnie, pun mau untuk mencobanya."Ga apa-apa dicoba dulu aja ya nak kalo menang ya syukur alhamdulillah kalau kalah Agnie jangan berkecil hati yaa,yang penting Agnie sudah berani mencoba"kata Bu Tati terus meyakinkan dan menyemangati Agnie.
* * * * * * * *
__ADS_1
Perlombaan busana muslim yang Agnie ikuti pertama kali kebetulan diadakan di tempat pengajian Agnie.Bu Tati dapat informasi langsung dari guru mengaji Agnie kalau nanti pas acara Maulid Nabi di Masjid itu akan diadakan acara perlombaan Busana Muslim.Bu Tati antusias sekali ingin mendaftarkan anaknya itu ikut lomba busana muslim.Bukan tanpa alasan Bu Tati ingin mengajari Agnie biar jadi anak yang pemberani maksudnya Agnie didaftarkan lomba itu supaya Agnie menjadi anak yang berani tampil didepan orang banyak tanpa harus takut atau grogi.
* * * * * * * *
Semua sudah dipersiapkan dengan matang oleh Bu Tati dari mulai busana,assesoris sampai make up Bu Tati yang handel sendiri.Sampai hari perlombaan itu tiba,didandaninya anaknya itu layaknya seorang model cilik.Agnie yang tadinya dikenal sebagai "Anak Perempuan Yang Tomboy"berubah drastis menjadi anak perempuan yang sangat cantik.Agnie mengenakan baju muslim berwarna merah muda lalu dipoles make up minimalis oleh maminya.Sebelum acara dimulai Bu Tati berpesan kepada Agnie" Nanti pas naik keatas panggung baca Bismillah dulu yaa,jangan lupa memberi salam ke para juri dan penonton,udah gitu jalan lengak lengoknya dipanggung jangan buru-buru pokoknya seperti yang mami ajarin kemarin pas latihan,kalau bisa Agnie jangan nunduk jalannya matanya lihat ke para juri dan penonton yaa engga usah takut ataupun grogi mami yakin anak mami pasti bisa"pesan Bu Tati kepada Agnie sambil terus menyemangati Agnie agar tidak "demam panggung".Agnie tidak menjawab dia hanya mengangguk seolah dia paham yang tadi sudah maminya katakan padanya.
* * * * * * * *
__ADS_1
* * * * * * * *
Tak menunggu lama hasil juri diumumkan siang harinya.Perasaan Agnie saat itu biasa saja dia tidak berharap menjadi pemenang.Dia bisa ikut lomba dan sudah berani tampil didepan banyak orang saja sudah membuat dia senang.Dia ingat pesan maminya "Kalau menang yaa syukur alhamdulillah,engga menang pun engga apa-apa yang penting sudah berani mencoba".Sampai akhirnya disebutkan nama-nama para pemenangnya.Dari juara harapan 123 nama Agnie tidak ada disana.Juara ke 3 ternyata bukan nama Agnie yang dipanggil,Juara ke 2 pun sama bukan nama Agnie yang disebut pas MC menyebutkan"Juara pertamanyaaaa adalaaah peserta dengan No urut 17" Semua peserta lomba dan penonton menjadi bingung kenapa koq pas yang mendapat juara pertama disebutnya no urut peserta bukan nama peserta lomba seperti juara-juara sebelumnya.Sepertinya MC sengaja membuat para penonton dan peserta lomba jadi deg-degan luar biasa.Karena ada sebagian peserta lomba yang kehilangan nomer peserta entah terjatuh entah lupa mereka meletakkannya dimana.Tidak dengan Agnie yang sesudah dia tampil nomer peserta yang dia punya dia kasihkan ke maminya karena takut lepas atau rusak lalu sama Bu Tati diletakkan disaku celana milik Bu Tati.Pas MC mengulang kembali kata-katanya bahwa Juara ke 1 lomba busana muslim diacara Maulid Nabi saat itu adalah peserta dengan nomer 17 yang bernama"Agnie Radistie".Bukan main senangnya mami Agnie saat itu mendengar anaknya menang jadi Juara Pertama begitupun dengan Agnie yang masih tidak menyangka kalau dialah yang jadi Juara saat itu.
* * * * * * * *
Dari situlah setiap ada perlombaan busana muslim atau busana daerah mami Agnie tidak pernah absen mendaftarkan anak kesayangannya itu untuk mengikuti setiap perlombaan dan alhamdulillahnya Agnie selalu menang menjadi "Juara".Juara 1 2 3 sering diboyong olehnya.Sejak itu Agnie jadi terbiasa tampil depan orang banyak.
__ADS_1