
Hari-hari pun berlalu berganti Minggu,Bulan dan Tahun.Tak terasa Agnie sebentar lagi akan masuk ke Sekolah Menengah Atas(SMA).Dia sudah memantapkan hatinya untuk bisa masuk ke Sekolah Menengah Kejuruan(SMK).Dia ingin sekali mengambil jurusan Sekretaris.Agnie ingin nanti kalau lulus sekolah SMK dia bisa langsung bekerja.Dia ingin sekali membuat papa angkatnya itu bangga padanya.Karena menurut Agnie di SMK nanti dia bersekolah dia bisa mendapatkan keterampilan atau keahlian yang sesuai dengan jurusan yang diambil,berbeda jika dia bersekolah di SMA yang tidak mempunyai keterampilan atau keahlian apa-apa dan mengharuskannya untuk kuliah lagi nanti ketika lulus.Agnie tidak mau membebani papa angkatnya itu.Dia berkeinginan kalau nanti dia lulus SMK dia bisa langsung bekerja,dia mau menabung sedikit demi sedikit untuk membiayai kuliahnya sendiri.Itu yang sudah Agnie pikirkan sejak lama.Dia tidak ingin membuat papa angkatnya itu kecewa padanya.
Agnie senang karena saat itu Tyas sudah tidak tinggal bersamanya,Tyas sudah menikah hampir satu tahun lebih dengan teman kerjanya dan mempunyai anak laki-laki yang saat itu baru berusia beberapa bulan.Tyas dibawa suaminya tinggal didaerah Tangerang dekat dengan tempat suaminya bekerja.Dia mengontrak satu rumah petakan disana.Jadi hanya seminggu atau dua minggu sekali saja dia datang ke Cipinang,atas permintaan Bu Tati yang suka kangen pada cucunya itu.Tak jarang Bu Tati yang menengok Tyas ke Tangerang.Agnie dan papanya ditinggal dirumah berdua.Agnie senang kalau dia ditinggal berdua sama papanya dirumah,papanya itu tidak pernah cerewet seperti maminya.Soal makan ataupun pekerjaan rumah selama Bu Tati tidak ada dirumah,Pak Anto tidak pernah menekan Agnie harus begini begitu.Kalau Agnie sedang tidak mau mengerjakan pekerjaan rumah Pak Anto tidak pernah memaksanya.Semua terserah Agnie mau dikerjakan ya silahkan tidak dikerjakan juga tidak masalah.Kalau masalah makan selama Bu Tati tidak ada dirumah Pak Anto selalu mengajak Agnie makan diluar rumah.Pak Anto tidak mau membebani semua perkerjaan istrinya itu pada Agnie yang sudah capek bersekolah.Dia amat mengerti Agnie.Makanya wajar saja kalau Agnie sangat menyayangi papa angkatnya itu sama seperti Pak Anto yang menyayangi Agnie.
Hanya saja terkadang Agnie suka malas duluan kalau kakak angkatnya itu sedang menginap di Cipinang karena dia selalu jadi andalan.Tyas selalu menyuruh-nyuruh Agnie semaunya dengan alasan demi keponakannya itu.Dari mengasuh anaknya Tyas bahkan sampai baju-bajunya anaknya pun keseringan dia minta tolong dicucikan pada Agnie.Agnie suka tidak tega karena Agnie amat menyayangi keponakan laki-lakinya itu makanya tak jarang Tyas selalu memanfaatkan Agnie,karena dia tau kalau Agnie amat menyukai dan menyayangi keponakannya itu.Sebut saja namanya Davin.
Davin sering diasuh Agnie kemana-mana,setiap Agnie main bersama Anya dan Tiana seringkali Agnie membawa Davin bermain bersamanya.Davin pun senang bila dekat dengan Agnie,kemana Agnie pergi pun pasti Davin minta ikut.Mungkin Davin tau kalau tante angkatnya itu amat menyayanginya.
Tyas senang sekali kalau Davin diajak main sama Agnie apalagi sampai berjam-jam lamanya.Dia senang karena dia bisa santai dan tidur-tiduran saja dirumah.Bu Tati yang memasak makanan,Agnie yang mengasuh anaknya.Tak jarang Bu Tati yang gantian menjaga Davin ketika Agnie mengerjakan pekerjaan rumah Davin ada dalam pengasuhan Bu Tati dan Pak Anto.Pekerjaan Tyas selama menginap di Cipinang ya santai-santai saja dan tidur terus,bangun tidur tinggal makan karena sebelumnya Bu Tati yang sudah memasak dan menyediakannya dimeja makan.Itu yang terkadang buat Agnie begitu amat kesal pada kakak angkatnya itu yang makin seenaknya saja padanya.Disisi lain dia tidak tega melihat keponakannya itu yang selalu ingin ikut Agnie tiap Agnie keluar rumah.Susah sekali rasanya Agnie mau main bersama kedua sahabatnya itu kalau ada Davin dirumah.
Sejak Pak Anto mengoperasi matanya karena terkena Katarak,Pak Anto malah jadi sering sakit-sakitan.Setiap bulan dia harus rajin kontrol ke Rumah Sakit untuk sekedar memeriksakan kesehatannya.Dia memiliki penyakit Diabetes kering.Setiap hari dia harus rajin minum obat,diimbangi makanan bergizi dan berolahraga.Pak Anto adalah orang yang amat sangat senang belohraga,makanya saran dari Dokternya itu dianggap sangatlah mudah olehnya karena setiap harinya juga dia suka berolahraga dirumah.Disamping itu dia harus mengurangi makan makanan atau minum minuman yang manis-manis.
__ADS_1
Sampai pada akhirnya Satu tahun kemudian saat Agnie sudah duduk di kelas satu SMK daya tahan tubuh Pak Anto makin menurun.Dia semakin sering bolak-balik ke Rumah Sakit.Mungkin ada perasaan bosan dalam diri Pak Anto karena setiap hari dia diharuskan untuk selalu minum obat sehari bahkan sampai tiga kali.Agnie yang selalu rajin mengingatkan papanya itu untuk minum obat.Disaat waktunya kontrol ke Rumah Sakit Bu Tati yang selalu mengantarkannya menggunakan Bajaj karena Bu Tati tidak bisa mengendarai mobil atau motor.Tapi tak jarang jika ada Tyas yang sedang menginap di Cipinang Tyas yang mengantarkan Pak Anto kontrol ke Rumah Sakit mengendarai mobil jeep milik Pak Anto.Karena saat itu Agnie belum cukup umur untuk bisa mengendarai motor ke jalan besar.Agnie belum mempunyai SIM saat itu.Padahal Agnie ingin sekali bisa mengantarkan papanya itu disaat jadwal kontrol.Keseringan Agnie tidak bisa ikut mengantar Pak Anto kontrol ke Rumah Sakit karena dia harus tetap sekolah itu nasihat Pak Anto padanya untuk selalu rajin sekolah jangan sampai bolos sekolah kalau tidak sedang sakit.
Agnie masih berasa bersalah dengan keadaan papanya yang makin sering sakit-sakitan itu,dia menganggap kalau semua itu salahnya karena pas Agnie lulus SMP dan mau masuk ke SMK Negri yang Agnie ingin.Agnie merasa gagal karena NEMnya saat itu kurang 0.41 point jadi dia tidak diterima di SMK Negri yang sudah lama dia idamkan.Nama Agnie tidak tercantum di SMK Negri 51 saat itu.Pak Anto agak sedikit kecewa pada Agnie karena nantinya Agnie harus masuk ke SMK Swasta.Itulah yang terkadang membuat Agnie merasa menyesal karena sudah membuat Pak Anto kecewa.
Agnie menangis saat dia tau kalau dirinya tidak diterima di SMK Negri yang dia mau.Pak Anto yang amat menyayanginya itu berkata pada Agnie dan Pak Anto meminta pada Agnie untuk berjanji nanti saat Agnie bersekolah di SMK Agnie harus belajar lebih giat lagi.Agnie harus bisa menjadikan kegagalan kemarin menjadi sebuah pengalaman hidup untuk Agnie bisa lebih baik lagi kedepannya.Agnie pun mengiyakan apa yang sudah Pak Anto katakan padanya.Nasihat papanya itu akan selalu dia ingat sampai nanti dia dewasa.
Beberapa bulan kemudian seminggu sebelum lebaran Pak Anto mulai memberi isyarat kalau umurnya sudah tidak lama lagi,dia selalu bilang pada Bu Tati dan Agnie kalau dia itu mau "Pulang".Berulang-ulang kata-kata itu selalu dia ucapkan dalam setiap obrolannya.Tingkah lakunya dalam seminggu iti seperti anak kecil yang benar-benar menguji kesabaran Agnie dan Bu Tati saat itu.Lebaran saat itu Agnie memutuskan untuk berada di Cipinang.Agnie berencana ke Depoknya nanti saja saat Lebaran ketiga.Agnie ingin dekat dengan papanya yang saat itu sedang sakit.Dengan sabar Agnie menemani Pak Anto dikamarnya,Agnie disuruh menemani papanya itu selama Bu Tati kepasar.Saat itu Agnie sudah libur sekolahnya karena sebentar lagi mau lebaran.
"Iya pah,Agnie lebaran pertama disini nanti lebaran ketiga Agnie boleh pulang ke Depok ya pah?"ujar Agnie.Pak Anto hanya mengangguk menjawab pertanyaan Agnie itu.
"Nie,kamu kan sekarang sudah besar sudah mulai mengerti mana yang harus kamu kerjakan mana yang engga,pesan papa kamu harus tau apa-apa saja yang mesti kamu kerjakan ya kamu kerjakan jangan menunggu sampai mamimu marah.Papa engga tega sebenernya kalo liat kamu dimarahin sama mami.Papa sayang sama kamu Nie" Pak Anto mencoba menasihati anak angkatnya itu."papah mau pulang"sambung Pak Anto.
__ADS_1
Agnie bingung dengan kata-kata yang terakhir Pak Anto ucapkan padanya.Agnie tidak mengerti papa angkatnya itu mau pulang kemana???.
"Memangnya papah mau pulang kemana?Ke Pemalang kerumah Bude Tum (Kakak Perempuan Pak Anto)?" tanya Agnie yang penasaran pada papanya.Pak Anto tidak menjawab pertanyaan Agnie dia hanya tersenyum dan menatap anak angkatnya dengan pandangan kosong.
"Ya sudah sana kamu kerjakan pekerjaan rumah yang belum kamu kerjakan sebelum mamimu datang dari pasar,papa mau tidur dulu" kata Pak Anto pada Agnie.
Agnie menggangguk.Sebelum dia meninggalkan kamar dia pandangi terus papanya itu yang menurutnya tingkahnya belakangan ini agak aneh.Agnie menyelimuti Pak Anto yang sudah mulai terlelap karena pengaruh obat yang dia minum tadi pagi setelah sarapan.Sepertinya itu yang membuatnya merasa ingin tidur.
Agnie sedih melihat papanya yang sedang terbaring sakit,biasanya pagi hari papanya itu selalu rajin berolahraga sejak sakitnya itu bisa dibilang agak parah Pak Anto jadi jarang berolahraga.Badannya jadi gampang lelah,kalau sudah lelah keseringan Pak Anto suka sesak nafas.Makanya Dokter tidak mengijinkannya untuk mengerjakan olahraga yang menguras tenaganya.
Malam takbiran semua orang menyambutnya dengan sukacita tetapi tidak dengan Agnie.Agnie hanya bisa terdiam dikamar menemani papanya yang sedang sakit.Agnie sedih sekali melihat papanya yang terbaring lemah ditempat tidurnya.Seolah pertanda saat itu adalah malam terakhir Agnie bersama papa yang amat dia sayanginya itu.Saat itu hatinya tidak karu-karuan rasanya sampai-sampai dia lupa membatalkan puasanya.Dia melihat papanya lebih banyak diam,tatapan mata Pak Anto kosong menatap langit2 rumah.
__ADS_1
"Ya Allah pertanda apa ini???Kenapa perasaanku kok engga enak begini"ucap Agnie didalam hatinya.