
Agnie seperti orang yang hilang arah.Dia tak tau apa yang akan terjadi sepeninggal papanya nanti?karena Agnie merasa dari Agnie kecil sampai Agnie SMA hanya papanya saja yang bisa mengerti Agnie dan benar-benar tulus menyayanginya seperti anak kandungnya sendiri.Dulu memang iya maminya sayang padanya tapi semenjak Tyas anak kandungnya datang Bu Tati lebih sering mendengarkan Tyas dibanding Agnie.Itu terkadang yang membuat Agnie, sedih.Maminya yang dulu sama menyayangi Agnie saat itu berubah drastis saat ada Tyas.
Itulah yang Agnie takutkan kalau benar-benar papanya itu sudah tidak ada lagi.Tidak akan ada lagi yang membelanya,tidak akan ada lagi tempatnya bercerita.Semuanya harus Agnie terima dengan ikhlas dia yakin Allah SWT sudah menyiapkan rencana yang indah untuknya sepeninggal papanya.Agnie percaya papanya itu adalah orang yang sangat baik makanya Allah begitu cepat memanggilnya kembali ke pangkuanNYA.
Setelah mendengar kabar Pak Anto meninggal dari Agnie Bu Miati dan Pak Roy datang melayat kerumah Bu Tati.Begitu banyak orang yang datang melayat kerumah saat itu.Ini menandakan kalau Almarhum Pak Anto adalah orang yang sangat baik.Semua yang datang melayat mendoakan Almarhum Pak Anto agar mendapat tempat terbaik disisiNYA.
Agnie masih belum bisa menerima keadaan kalau orang yang amat dia sayangi telah meninggal dunia.Dia menangis dipelukan Pak Roy bapak kandungnya."Sudah jangan nangis terus,kasian papi kamu kalo kamunya nangis terus"bisik Pak Roy pada Agnie saat itu.Sepertinya Pak Roy bisa memahami perasaan anak bungsunya saat itu yang sedih karena orang yang menyayanginya berkurang satu.
Agnie lanjut memeluk ibunya,Bu Miati pun berpesan sama seperti yang Pak Roy katakan."Dah jangan nangis terus,lebih baik kamu doain papa kamu.Yuk,kita sama-sama baca Yasin untuk papa kamu"Bu Miati mengajak Agnie untuk sama-sama mendoakan Almarhum Pak Anto.
__ADS_1
Bu Miati dan Pak Roy memutuskan untuk menginap dirumah Bu Tati.Mereka ingin terus mendampingi Agnie yang benar-benar merasa kehilangan saat itu dan juga ingin mengantarkan jenazah Almarhum Pak Anto sampai ke tempat peristirahatannya yang terakhir sebagai penghormatan terakhir mereka kepada Almarhum Pak Anto karena selama ini sudah banyak sekali membantu mereka.Menjaga dan menyayangi Agnie dari kecil sampai Agnie besar.Mereka merasa berhutang budi pada Almarhum Pak Anto.
Agnie senang setelah tau ibu dan bapaknya berencana akan menginap malam itu,Agnie merasa sedikit terhibur saat tau kalau ibu dan bapaknya akan menginap malam itu.Bu Miati yang selalu berada disisi Agnie dan menguatkan Agnie.Bu Miati bisa memahami anaknya itu benar-benar merasa kehilangan orang yang amat dekat dengannya,orang yang juga menyayanginya sejak dia bayi sama sepertinya.
Agnie tidak diijinkan ikut mengantar sampai ke tempat pemakaman oleh Pak Roy.Pak Roy berpikir takut kalau-kalau Agnie sampai pingsan disana saat pemakaman berlangsung.Pak Roy menyuruh Agnie untuk tetap dirumah dan mendoakan dari rumah saja bersama Bu Miati dan Bu Tati.Bu Tati pun sama tidak diijinkan oleh Tyas untuk ikut ke pemakaman karena hal yang sama,Bu Tati amat lemah kondisinya saat itu dan Tyas takut kalo Bu Tati memaksakan untuk ikut Bu Tati bisa pingsan nanti disana.
Saat jenazah dikafani Bu Tati memanggil Agnie dan mengizinkan Agnie untuk melihat jenazah papanya untuk yang terakhir kalinya.Agnie mencoba mendekat jenazah papanya itu,dia berusaha kuat untuk tidak mengeluarkan air matanya,dia pandangi wajah almarhum papanya yang sedang tersenyum.Pikirannya menerawang jauh ke masa-masa kecilnya dahulu saat kemana-mana masih diantar papanya ke sekolah ataupun kemana-mana Agnie selalu bersama papanya itu.Saat papanya itu menemaninya tidur siang sambil mengipasinya agar Agnie bisa tidur nyenyak tanpa harus merasa kegerahan.Papanya yang selalu mengerti apa maunya...Papanya yang selalu membelanya saat Agnie dimarahi oleh Bu Tati hanya karena kenakalan Agnie saat masih kecil.Dan masih banyak lagi kenangan-kenangan manis Agnie bersama papanya itu yang masih tersimpan jelas dalam ingatannya.Lagi-lagi tak kuasa Agnie membendung air matanya itu tak terasa olehnya air matanya itu sudah menetes di pipinya.Bahkan sepertinya satu pack tisu pun tidak akan cukup untuk menghapus semua air matanya itu karena dukanya yang mendalam kehilangan orang yang amat dia sayangi.
Suasana dirumah Bu Tati saat itu setelah proses pemakaman selesai terasa sepi sekali satu persatu tamu mulai pamit pulang kerumahnya masing-masing.Begitu juga dengan Pak Roy dan Bu Miati.Tadinya niatan mereka hendak membawa Agnie berlebaran di Depok,tetapi begitu melihat keadaan Bu Tati yang masih berduka Bu Miati tak tega membawa Agnie pulang ke Depok.Karena Bu Miati berpikir Bu Tati saat itu masih butuh teman,kalau Agnie saat itu dia bawa pasti Bu Tati merasa kesepian dirumah sepeninggal Pak Anto.
__ADS_1
Hari-hari berlalu berganti minggu.Minggu pun berlalu berganti bulan,Agnie sudah mulai bisa melepaskan kepergian papanya itu.Agnie kembali menjadi anak yang ceria kembali.Sepertinya Agnie sudah mulai bisa menerima keadaan kalau papanya sudah tidak ada lagi bersamanya.Jikalau Agnie merasakan rindu yang teramat dalam pada papanya dia hanya bisa menangis diatas sejadahnya.Dia selalu selipkan nama papanya itu disetiap doa-doanya.Dia percaya Allah pasti mengabulkan semua doa-doanya itu.
Kehidupan Agnie yang sebenarnya dimulai saat itu.Sudah mulai terlihat kejanggalan-kejanggalan dari Bu Tati.Dia lebih protektif pada Agnie,Agnie saat itu merasa amat terkekang dengan semua keinginan Bu Tati yang selalu mengahalang-halanginya jika hendak menginap ke Depok,ada saja alasan agar Agnie tidak menginap dirumah orangtua kandungnya itu.Bahkan saking seringnya dilarang ke Depok Agnie hanya diijinkan setiap liburan sekolah saja boleh menginap dirumah Pak Roy itupun harus menunggu 5-6 bulan sekali.Bisa dibayangkan oleh Agnie yang saat itu hanya bisa bertemu dengan kedua orangtuanya setahun hanya dua kali saja.Obat rindu Agnie pada orangtuanya hanyalah saat dia bisa menelpon dan mendengar langsung suara Ibu dan Bapaknya itu.
Semuanya diterima lapang dada oleh Pak Roy dan Bu Miati mereka menghargai sekali semua yang sudah Bu Tati tetapkan,Karena mereka merasa sudah berhutang budi pada Almarhum Pak Anto dan Bu Tati.Diijinkan setahun hanya dua kali saja bisa bertemu dengan anaknya pun mereka sudah bersyukur.Toh Agnie nya pun sekarang sudah mulai dewasa dan sudah mulai bisa menilai mana yang baik dan mana yang buruk kok pikir mereka selalu seperti itu.Mereka hanya bisa berdoa semoga Agnie selalu dalam keadaan baik-baik saja dan selalu ada dalam lindunganNYA.
Tak jarang Bu Miati suka menengok Agnie ke Cipinang hanya saja dia tidak mampir kerumah Bu Tati jikalau ada Tyas yang sedang menginap disana.Bu Miati segan kalau harus bertemu dengan Tyas dirumah Bu Tati,segan mendengar omongan Tyas yang terlalu tinggi dan tak jarang suka menyindir Bu Miati beginilah begitulah.Makanya Bu Miati lebih suka menunggu Agnie di Halte depan gang masuk rumah Bu Tati daripada harus mampir kerumah Bu Tati terlebih dulu.Malam sebelumnya Bu Miati sudah menelpon Agnie untuk janjian disana.Bu Miati hanya ingin memberi uang jajan bulanan dan membelikan makanan kesukaan Agnie saja.Dia yakin kalau mampir kerumah pasti ada omongan Bu Tati dan Tyas yang tak enak didengar yang selalu menyindirnya dan bilang"masa kesini cuma bawa ini aja,bawa tuh yang banyak biar skalian".Bahkan mungkin ada omongan lainnya yang mungkin pernah Bu Miati dengar sampai-sampai Bu Miati merasa sakit hati pada Bu Tati dan Tyas hanya saja Bu Miati tidak pernah menceritakannya pada Agnie.Dia tidak ingin Agnie jadi kepikiran tentang masalah itu.
Bu Miati merasa bisa bertemu anaknya sebentar saja dia sudah senang sekali.Apalagi melihat Agnie begitu amat senang menerima pemberian dari ibunya itu.Ibunya selalu berpesan kepada Agnie jikalau Agnie butuh apa-apa Agnie harus bilang pada Bu Miati.Bu Miati dan Pak Roy akan usahakan apapun untuk Agnie agar Agnie bisa menuntaskan sekolahnya itu sampai lulus SMK.Mereka merasa bertanggung jawab penuh atas Agnie saat itu sepeninggal Pak Anto.Mereka tau kalau Bu Tati memang sejak Agnie kecil tidak tulus menyayangi Agnie sepenuhnya seperti Almarhum Pak Anto.Mereka merasa Bu Tati seolah terpaksa mau mengurus Agnie karena kemauan suaminya saat itu.
__ADS_1
Pak Anto dan Bu Miati saat itu bingung saat itu sebenarnya mereka ingin membawa Agnie tinggal bersama mereka sepeninggal Pak Anto dan menyekolahkan Agnie di Depok,hanya saja Bu Tati tidak mengijinkan dengan alasan kalau Agnie dibawa,Bu Tati nanti hanya akan seorang diri dirumah sedangkan Tyas hanya bisa sebulan sekali mengunjunginya ke Cipinang.Itulah yang membuat Pak Roy dan Bu Miati menjadi bingung disatu sisi dia ingin selalu dekat dengan anak bungsunya itu disisi lain mereka pu. merasa tak tega melihat Bu Tati tinggal seorang diri dirumah sepeninggal Pak Anto.
Pak Roy dan Bu Miati sepertinya harus lebih bersabar menunggu sampai Agnie lulus SMK.Mereka berharap satu saat nanti mereka bisa sepenuhnya memiliki Agnie,tanpa harus memaksa Agnie tinggal bersama mereka.Doa mereka semoga nanti jika nanti Agnie sudah dewasa Agnie bisa mengambil keputusan untuk tinggal bersamanya atau tinggal bersama Bu Tati.Semua dikembalikan lagi kepada Agnie,biarlah nanti Agnie saja yang memilih ingin tinggal bersama siapa.