Agniehidup,Cinta,Restu

Agniehidup,Cinta,Restu
22.Agnie mulai jenuh


__ADS_3

Wulan merasa bersalah pada Agnie saat itu.Karena sudah mengajak Agnie berkenalan dengan Rudy sampai akhirnya Agnie dimaki-maki oleh kakak angkatnya semalam didepan kedua temannya itu.Kalau saja semalam Agnie pulang tepat waktu bersama Anya dan Tiana mungkin Agnie tidak akan dimarahi oleh kakak angkatnya itu.


Seperti biasa sebelum berangkat sekolah Agnie datang kerumah Wulan.Matanya masih sembab gara-gara semalam menangis.Wulan tak tega melihat temannya itu.Akhirnya Wulan mengutarakan permintaan maafnya kepada Agnie.


"Nie,maafin gue ya gara-gara gue semalem ngajak elu kenalan sama rudy elu jadi dimarahin sama Kak Tyas"kata Wulan yang merasa tak enak hati pada Agnie.


" Engga apa-apa Lan,bukan salah elu koq.Kak Tyas nya aja yang udah ngadu yang engga-engga ke mami sama papa gue.Orang gue ga ngapa-ngapain dibilangnya sama die gue pacaran"Agnie mencoba menjelaskan pada Wulan kejadian semalam begitu dia sampai dirumah.


"Terus elu dimarahin juga gak sama mami papi lu,Nie?" tanya Wulan penasaran.


"Mami gue diem aja Lan cuma dengerin ceritanya Kak Tyas yang mengada-ada.Kayanya mami gue pro deh Lan ke Kak Tyas.Kalo papi gue mah bisa ngertiin gue.Gue bilang ke papi gue kalo gue sama Rudy ga pacaran seperti yang Kak Tyas omongin.Gue bilang gue cuma temenan doang tapi alhamdulillah Lan,papi gue bisa ngertiin kok" tambah Agnie menjelaskan


"Yaa syukur kalo masih ada yang belain elu Nie,gue semalem kepikiran aje takut elu diapa-apain sama kakak angkat lu itu gue liat die marah banget semalem liat lu jalan barengan sama Rudy" kata Wulan.


"Engga apa-apa Lan,Kak Tyasnya aja yang terlalu sok tahu sama hidup gue.Dasar tukang CARMUK (Cari Muka).Dia pengen biar mami sama papi gue percaya sama dia terus muji-muji dia karena sikapnya yang sok-sok an itu" kata Agnie yang sepertinya masih kesal pada kaka angkatnya itu.


Lebaran nanti Agnie sudah bulat ingin libur berlebaran di Depok bersama orangtua kandungnya.Saat lebaran memang saat yang sangat dinanti-nanti Agnie karena setahun sekali dia bisa kumpul bersama orangtua,kakak-kakanya belum lagi akan datang Bu'le,Pa'le beserta anak-anaknya yang akan menginap disana.Biasanya empat hari sebelum lebaran Agnie sudah dijemput Bu Miati.

__ADS_1


Hari keempat sebelum Lebaran Bu Miati menjemput Agnie ke Cipinang.Bu Miati disambut Pak Anto yang kebetulan sedang duduk diteras rumah.Bu Miati bertanya pada Pak Anto."Pih,Agnie lagi ngapain?mau saya jemput yaa pih sekarang ke Depok"kata Bu Miati meminta ijin pada Pak Anto."Anakmu lagi bantuin maminya bikin kue sama Tyas di dapur,gih sana liat sendiri"jawab Pak Anto sambil menyuruh Bu Miati masuk kedalam rumah melihat anak bungsunya itu.


Saat dia datang dia melihat anaknya itu sedang mencuci piring dibelakang rumah Bu Tati.Bu Tati dan Tyas yang kebetulan sedang membuat kue lebaran saat itu meminta tolong Agnie untuk mencuci loyang kuenya.


"Kapan sampe?kok ga kedengeran suara pas datengnya?"kata Bu Tati yang terlihat kaget melihat kedatangan Bu Miati.


"Barusan nyampe tadi ngobrol dulu sama papih diteras rumah"jawab Bu Miati yang langsung menghampiri Agnie dibelakang rumah yang sedang mencuci piring sendirian.Tyas yang ada disebelah Bu Tati tak disapa oleh nya,karena Bu Miati tau keseharian Tyas yang suka cari muka pada Pak Anto dan selalu mengandalkan pekerjaan rumah pada Agnie.Agnie suka cerita masalah Tyas pada ibunya,makanya wajar saja kalau Bu Miati agak kurang sreg pada Tyas.


Bu Miati menghampiri Agnie yang sedang asyik sendiri mencuci piring sambil mainan busa yang dia buat sendiri dari air sabun."Loh kok malah mainan,ayo cepet beberes kita pulang ke Depok sekarang" ujar Bu Miati pada Agnie sambil membantu Agnie menyelesaikan pekerjaannya itu.


Agnie tak banyak bertanya dia buru-buru bergegas menyiapkan semua keperluannya yang mau dia bawa ke Depok.Tak tega hati seorang ibu melihat anak bungsunya itu dirumah sendiri dijadikan putri pas dirumah orangtua angkatnya malah dijadikan seperti layaknya seorang ART (Asisten Rumah Tangga).


Tak lama Agnie pun berpamitan pada Bu Tati dan Tyas.Agnie yang saat itu sedang berpuasa terlihat begitu lelah.Bu Miati bisa melihat raut muka Agnie yang kelelahan."Kamu masih kuat kan puasanya?kalau ga kuat buka aja puasa setengah hari aja."tanya Bu Miati pada Agnie."Engga usah bu,Agnie masih kuat kok bu,Insha Allah"jawab Agnie.Didalam Bis Patas Ac yang Agnie tumpangi bersama ibunya,Agnie tertidur dilengan ibunya.Sepertinya Agnie kelelahan habis membantu maminya membuat kue dan mencuci semua perabotannya.


Sampai di Depok jam 4 sore.Bu Miati mengajak Agnie ke Pasar Agung yang jaraknya tidak begitu jauh dari rumah.Membeli semue keperluan untuk membuat menu takjil dirumah.Bu Miati memang senang mengolah masakan sendiri dirumah.Masakan Bu Miati terkenal enak,ditempat bekerjanya itu Bu Miati menjual nasi bungkus untuk teman-teman kerjanya.Dia mengolah sebagian masakannya itu dari malam terus dilanjut lagi jam setengah tiga subuh keesokan harinya.Jam empat subuh semuanya harus sudah selesai dia persiapkan,karena jam setengah lima dia harus sudah berangkat bekerja.


Bu Miati sosok wanita yang mandiri,dia tidak mau terus-terusan mengandalkan suaminya.Selagi dia masih bisa usaha membiayai sekolah anak-anaknya dia akan terus berusaha apapun itu yang penting halal.Makanya dia mencari uang tambahan dari berjualan nasi bungkus itu.Pikirnya lumayan bisa buat nambah-nambah bayar sekolah Arini saat itu.Kalau semua kebutuhan dan keperluan sekolah Agnie semua sudah dibiayai oleh Pak Anto.Bu Miati hanya mengumpulkan untuk membeli buku tulis tiap tahunnya dan uang jajan untuk Agnie tiap bulannya.Untuk seragam sekolah Agnie Pak Roy yang menjahitnya sendiri.

__ADS_1


Agnie senang bisa membantu ibunya memasak.Dia ingin selalu dilibatkan kalau ibunya sedang membuat sesuatu.Kalau ibunya memasak dia pun selalu bertanya"bu kalau bikin ini bumbunya apa aja"selalu seperti itu.Ibunya pun senang sekali jika memasak ditemani putri bungsunya itu dan selalu ada dekat bersamanya.Karena jarang-jarang dia bisa sedekat itu dengan Agnie.


Disaat memasak,Agnie banyak bercerita tentang keluh kesahnya itu selama Tyas tinggal di Cipinang pada Bu Miati.Ibunya hanya terdiam mendengar cerita Agnie.Ibunya berusaha menenangkan Agnie dan hanya bisa menasihati anaknya itu untuk selalu bersabar.Bu Miati bingung harus bagaimana saat itu pikirannya masih bercabang.Dia tidak mau sampai salah ambil keputusan.Dia begitu menghargai dan menghormati Pak Anto selama ini.Kalau Agnie diambil lagi olehnya saat itu sebenarnya bisa saja tapi Bu Miati merasa tidak enak pada Pak Anto biar bagaimana pun Pak Anto banyak berjasa padanya karena sejak dari Agnie kecil sampai Agnie SMP sudah banyak yang Pak Anto korbankan untuk Agnie.


Biar bagaimanapun Agnie harus tau isi hati Bu Miati selama ini.Bu Miati tak jarang suka bercerita pada Agnie tentang masa kecilnya dulu saat dia mau diadopsi Pak Anto dan Bu Tati saat itu.Semua Bu Miati ceritakan dengan detail kepada Agnie.Agnie harus tahu cerita sebenarnya seperti apa.Mungkin dengan Bu Miati bercerita satu saat nanti jikalau Agnie sudah dewasa dia bisa mengambil keputusannya sendiri untuk menentukan dia ingin tinggal bersama ibu dan bapaknya atau dengan papi dan maminya itu.


Masih terlintas dalam ingatan Agnie kalau Bu Miati pernah bilang padanya,kalau dulu saat Agnie masih bayi waktu Pak Anto meminta Agnie pada Bu Miati istrinya itu agak kurang sreg sama keinginan Pak Anto untuk mengadopsi Agnie.Tetapi karena rasa hormat dan cintanya pada Pak Anto akhirnya Bu Tati pun menyetujui keinginan Pak Anto untuk merawat Agnie.Bu Miati tadinya sempat berpikiran kalau Bu Tati itu seperti yang terpaksa mau mengurus Agnie kecil karena dia takut mengecewakan suaminya itu.Tapi Bu Miati tidak mau berprasangka yang tidak-tidak pada Bu Tati saat itu.Makanya dia buang jauh semua pikiran negatifnya itu pada Bu Tati.


Agnie yang sudah mulai beranjak dewasa sudah mulai bisa memahami sedikit demi sedikit.Mengapa semenjak Tyas datang maminya itu berubah sikap padanya.Hanya papanya saja yang tidak pernah berubah menyayanginya.Pak Anto selalu ada untuk Agnie.


Cerita selanjutnya bakal lebih seru nih guys.


Agnie semakin kesal dengan sikap Tyas yang makin seenaknya saja pada Agnie.


Akankan Agnie berontak atau tetap memilih diam seribu bahasa memendam amarahnya itu didalam hati??


Makanya tetap setia yaa guys baca cerita selanjutnya 😉😉

__ADS_1


Love U 😘😘😘


__ADS_2