Agniehidup,Cinta,Restu

Agniehidup,Cinta,Restu
24.Pak Anto tutup usia


__ADS_3

Dugaan Agnie ternyata benar.Apa yang dia takuti selama ini benar-benar terjadi.Orang yang sangat menyayanginya berpulang ke Rahmatullah.Pak Anto meninggal dunia.Paginya sesudah Agnie melaksanakan Shalat Ied di Masjid deket rumah bersama kedua sahabatnya Anya dan Tiana.Bu Tati tidak bisa melaksanakan shalat Ied bersama Agnie,karena Bu Tati harus menjaga Pak Anto dirumah.Selesai Shalat Ied Agnie pulang dengan keadaan sumringah.Dia meminta maaf pada maminya terlebih dahulu yang sedang merapihkan meja sambil menyusun toples kue lebaran untuk menyambut kedatangan para tamunya yang hendak bersilahturahmi kerumah.Tak lama Agnie bergegas masuk ke kamar,dia melihat bapak angkatnya itu masih terbaring lemah ditempat tidur dengan tatapan kosong.Dia mengahmpiri papanya itu sambil mencium tangan papanya.


"Pah,maafin Agnie ya pah yang banyak salah ke papa.Belum bisa buat papa bangga.Papa sehat lagi ya pah" kata Agnie sambil berbisik ditelinga papanya itu.Dia ciumi wajah papanya itu.Pak Anto tidak menjawab hanya mengangguk dan menitikan air mata.Dihapusnya air mata papanya itu.Agnie yang saat itu tidak memiliki prasangka apa-apa seperti biasa pulang Shalat Ied dia langsung menyantap Ketupat Lebaran buatan maminya dengan Opor Ayam yang sudah maminya siapkan dimeja makan.Dia makan dikamar sambil menemani papanya.Dia menawari papanya makan hanya saja Pak Anto menjawab singkat "Sudah".


Hari beranjak siang setelah rombongan tetangga yang datang bersilahturahmi kerumah Pak Anto kini giliran rombongan anak-anak kandung Pak Anto yang datang.Semua lengkap dengan formasinya.Anak-anak Pak Anto yang saat itu sudah berkeluarga datang bersama pasangan mereka masing-masing berserta anak-anak mereka(cucu Pak Anto).


Agnie membantu maminya menyediakan minum untuk para kakak-kakak angkatnya itu.Mereka kenal dengan Agnie,mereka sudah mengganggap Agnie seperti saudara sendiri.Mereka senang sekali setahun sekali mereka bisa kumpul seperti itu.Itu yang membuat Pak Anto yang tadinya murung berubah menjadi senang sekali karena anak menantu daan cucunya datang menengoknya untuk berlebaran.Setiap bulan pun mereka suka datang untuk sekedar menengok keadaan bapaknya itu,hanya saja datangnya tidak bersamaan seperti saat Lebaran ya karena kesibukannya masing-masing.Makanya tak heran saat Lebaran saja anak-anak Pak Anto bisa kumpul dengan formasi lengkap.

__ADS_1


Sorenya mereka pamit pulang,disitu Pak Anto merasa sedih sekali karena harus pisah dengan anak-anak dan cucu-cucunya itu.Sebelum anak-anaknya pamit Pak Anto sempat melarang anak-anaknya pulang sepertinya dia merasa berat berpisah dengan anak-anaknya itu.Hanya saja anak sulung Pak Anto mencoba menghiburnya dan mengatakan kalau besok mereka akan kembali lagi kesini bermain lagi bersama anak-anak mereka.Pak Anto pun mengiyakan dan mengijinkan anak-anaknya pulang.


Tak lama anak-anak Pak Anto pamit pulang datanglah Tyas bersama suaminya dan juga Davin.Tyas memanggil Agnie katanya ada Danu dirumah Tiana pengen ketemu."Nie,ada Danu tuh dirumah Tiana,dia jauh-jauh dari Bengkulu pengen lebaran kerumah.Ajak Danu kerumah Nie,kasian udah jauh-jauh dateng ga ditemuin"kata Tyas pada Agnie.


Iya Danu yang dulu pernah sahabat laki-laki Agnie saat kecil.Waktu kenaikan kelas 2 SMP Danu ikut orangtuanya pindah ke Bengkulu.Bapaknya Danu ditugaskan bekerja disana.Semenjak itu Danu sering bertukar kabar dengan Agnie melalui surat yang dikirimnya setiap minggu.Karena kalau menelpon luar kotaan (interlokal)biayanya lumayan mahal saat itu.Makanya Tyas bisa tau siapa-siapa saja, teman laki-laki Agnie yang bisa dibilang sering dia lihat bermain bersama Agnie.Tak jarang Bu Tati yang suka bercerita padanya.


Agnie menghampiri Danu yang sejak tadi ada dirumah Tiana.Danu datang sendiri tidak bersama orangtuanya.Orangtua Danu menyuruh Danu ke Cipinang duluan,katanya nanti kalau mereka sempat mereka akan menyusul Danu ke Cipinang untuk bersilahturahmi dengan para tetangganya yang dulu sempat mengenal mereka.Danu bilang sudah 3hari yang lalu dia datang dari Bengkulu.Dia menginap dirumah Budenya(kakak dari mama Danu) di daerah Kampung Melayu.

__ADS_1


Hari sudah sore sekali saat itu,Danu pamit hendak pulang.Dia pamit kepada Agnie,Tyas dan mami Agnie.Tak lama Danu pun pulang sebelumnya dia pamitan juga kepada Tiana dan orangtua Tiana.Danu tidak sempat bertemu dengan Anya dan Yuki,karena biasa tiap sehabis Shalat Ied keseringan Anya dan Yuki berkeliling kerumah sodara-sodara mereka untuk silahturahmi.


Menjelang Magrib Pak Anto mengeluh sesak pada bagian dadanya.Bu Tati dan Tyas menyuruh Pak Anto untuk duduk sebentar sambil mengangkat tangannya keatas dan mengatur nafasnya yang agak ngos-ngosan saat itu dengan maksud agar Pak Anto bisa sedikit bernafas dengan lega.Ternyata cara itu tidak membantu.Pak Anto terus mengeluh kalau dadanya sesak.Tyas bersiap-siap untuk membawa Pak Anto ke Rumah Sakit terdekat.Tyas dan suaminya yang saat itu mengantar Pak Anto ke Rumah Sakit.Agnie dan Bu Tati menunggu dirumah bersama Davin yang saat itu sedang tertidur pulas.Bu Tati tidak tega meninggalkan Agnie berdua dengan Davin dirumah.


Peraaaan Agnie mulai tidak enak saat itu.Dia segera mengambil wudhu untuk siap-siap, melaksanakan shalat Magrib.Agnie ingin mendoakan yang terbaik untuk papanya saat itu.Agnie ingin papanya kembali sehat seperti sediakala.Dia bersimpuh diatas sejadahnya saat itu dia meminta dari lubuk hatinya yang paling dalam untuk kesembuhan papanya pada Sang Pemilik Hidup yaitu Allah SWT.


Tak selang 1jam Tyas kembali kerumah dengan tergesa-gesa dia membawa kabar duka kalau Pak Anto sudah Meninggal Dunia saat di perjalanan ke Rumah Sakit.Tyas bercerita kepada Bu Tati kalau Pak Anto menghembuskan nafas terakhirnya pas dipintu masuk Rumah Sakit.Tak berenti sampai disitu Tyaa yang penasaran minta tolong pada para perawat yang kebetulan jaga didepan pintu masuk Ruang Gawat Darurat Rumah Sakit untuk memeriksakan kondisi Pak Anto.Mudah-mudahan perkiraannya itu salah,dia masih berharap Pak Anto bisa tertolong.Ternyata semuanya sia-sia,para perawat dan Dokter jaga saat itu setelah memeriksa keadaan Pak Anto bilang kalau Pak Anto sudah tidak ada sejak 15menit yang lalu.Perkiraan Tyas benar kalau Pak Anto sudah meninggal sejak 15menit yang lalu saat suaminya mau memasuki Pintu Rumah Sakit sebelum dia sampai di depan Pintu Ruang Gawat Darurat.

__ADS_1


Bagaikan disambar petir disiang bolong Agnie benar-benar merasa hidupnya tak ada artinya lagi.Orang yang amat dia sayangi saat itu pergi meninggalkannya untuk selama-lamanya.Tak banyak kata yang terucap dari mulut Agnie dia hanya bisa menangis begitu tau Pak Anto sudah tak bersamanya.Dia selipkan nama Pak Anto dalam setiap doanya semoga papanya tenang disana.Papa yang amat menyayanginya,papa yang selalu membelanya,papa yang selalu berkorban untuknya,papa yang luar biasa sabarnya telah pergi meninggalkan Agnie untuk selama-lamanya.


Dipandanginya wajah papanya itu dan dipeluknya jenazah papanya itu sambil berkata didalam hati "kenapa papa tega tinggalin Agnie?Agnie masih butuh papa.Agnie pengen papa liat Agnie lulus SMK dengan nilai yang bagus,Agnie pengen jajanin papa nanti kalo Agnie sudah nerima gaji pertama Agnie.Agnie pengen bahagiain papa.Tapi kenapa papa pergi tinggalin Agnie sekarang?" Dan masih banyak lagi khayalan Agnie yang dia curahkan saat itu didepan jenazah papanya itu.


__ADS_2