Air Dan Es

Air Dan Es
Kenangan Terindah


__ADS_3

"Hei Tomahawk?,apakah aku boleh menanyakan sesuatu?,kata Magicbook dengan sedikit takut,setelah bertanya itu Tomahawk pun diam,"aku akan mengambil perban dulu untuk menggantinya dengan yang baru",kata Tomahawk yang masih marah,Tomahawk pun kembali sambil membawa perban dan mengganti perban Hawk sudah mau lepas,Rian,Rein,Estia,dan Wein pun datang untuk menjenguk Hawk.


"Bagaimana keadaannya?,apakah dia bisa sembuh?",kata Rein dengan khawatir, sementara Tomahawk diam dan menggelengkan kepalanya,"aku tidak tahu,mungkin 95% tidak selamat,karena tendangan itu cukup keras,apalagi yang terkena di kepala",kata Tomahawk dengan muka penuh kesedihan,karena masa lalu meraka sangat menyediakan,dia sudah kehilangan apa yang dia sayangi.


Hawk pun terlihat banyak keringat dingin yang membasahi sekujur tubuhnya,Magical yang melihat itu memegang tangan Hawk yang sangat dingin,Magical pun menggunakan sihir penyembuhan dan setelah itu Hawk pun bangun dengan wajah dinginya,"Hawk,syukurlah kamu sudah bangun,kamu disini dulu jangan meninggalkan tempat tidur ini,kamu harus istirahat dulu",kata Magical dengan cemas.

__ADS_1


"Hei,Hawk!,Hawk!,tunggu dulu istirahat dulu",kata Tomahawk dengan cemas juga,tapi Hawk pun berdiri dan berjalan ke pintu keluar kamarnya dan bilang,"kalian tidak paham,apa yang aku alami saat ini!",kata Hawk sambil menggertak,semua yang melihat itu terlihat kebingungan apa yang dimaksud Hawk,setalah itu tangan Hawk di pegang Magical dengan erat dan menyuruh Hawk agar kembali ke tempat tidurnya.


Spontan Hawk pun langsung mengibaskan tanganya karena Hawk ingat dia menyebutnya kata yang tidak pantas untuk dia,"jangan pura-pura perhatian denganku,sudah cukup drama ini",kata Hawk dengan tegas,kemudian Hawk berjalan kepohon yang ada didepan rumahnya Estia dan duduk di salah satu ranting pohon sambil mendengarkan musik Effiel-65 Blue,sementara itu Magical terlihat sedih karena Hawk sangat marah dengan dia.


Setelah semua siap Magical pun memanggil Hawk yang sedang memandang langit senja,"Hawk?,ayo makan?",awalnya Hawk menolak karena ada dua hal yang mendorong Hawk setuju adalah,satu dia lapar,dua dia tidak tega melihat perempuan sedih apalagi Magical,mereka pun berjalan dan nampak muka Magical memerah sangat dan malu,Hawk yang melihat itu kebingungan dan bertanya,"kau ada masalah?,cepat katakan".

__ADS_1


"Ti,ti,tidak aku hanya,eee",Magical pun hanya bisa bicara segitu saja,kemudian Hawk pun memegang tangannya Magical karena Hawk merasa kasihan terhadap dia,Magical yang merasakan tanganya dipegang Hawk pun langsung tambah memerah wajahnya,"hei Magical?,apakah aku menurutmu bodoh tidak berguna seperti sampah?",kata Hawk sambil melihat Magical,Magical pun hanya bisa diam dan tidak bisa menjawab karena malu.


Hawk pun menghela nafas panjang dan menghembuskanya,setelah itu Magical berkata sambil tersenyum dengan percaya diri,"emm,kamu ini bukan orang bodoh,justru aku yang bodoh karena sudah menghina orang baik dan penolong seperti kamu,tapi kamu jangan egois lagi ya?",aku yang mendengar itu langsung jatuh dan menyesal apa yang sudah aku lakukan,tapi kemudian Magical memeluku dengan erat.


Aku yang sudah mementingkan diri sendiri tanpa mengetahui apa yang dirasakan orang sekitarku,aku pun menangis karena menyesal,Magical yang melihat itu pun iba dan memeluk Hawk dan berkata"sudah,sudah,kamu tidak salah kok",kemudian aku hanya bisa terpaku dengan perkataannya dan tidak bisa bergerak di pelukannya,aku hanya bisa membalas nya dengan pelukan juga,setelah itu berangkat.

__ADS_1


__ADS_2