
"A',a',selamat pagi",kata Hawk yang telah bangun dari pingsannya.
"Woahh,lukaku dan lukamu lihat,sudah tidak ada lagi,memang P3K pribadi ini memang bagus",kata Tomahawk yang juga baru sadar dari pingsannya yang langsung memeriksa lukanya yang ternyata sudah sembuh,lalu mereka pun bangun dan berdiri lalu berjalan tanpa pemikiran terlebih dahulu.
"Kita sudah pingsan selama berapa jam Hawk?",tanya Tomahawk sambil berjalan.
"Sekitar kurang lebih 24 jam,kenapa?",tanya Hawk balik sambil kebingungan.
"Perutku lapar",kata Tomahawk sambil memasang raut wajah menyedihkan.
"Sama",kata Hawk yang juga sambil memasang raut wajah menyedihkan,mereka pun melanjutkan perjalanan menuju ke suatu tempat yaitu ke supermarket untuk mencuri makanan karena sudah terpaksa.
Mereka pun sampai di supermarket dan langsung mencuri makanan dan minuman lalu sambil menodongkan senjata Plasma-Cluster milik Hawk dan UZI Blash milik Tomahawk ke kasir dan orang-orang,setelah itu mereka pun kabur dari supermarket kesebuah gang lalu memakan makanan dan meminum makanan yang mereka curi,tapi setelah mereka makan dan minum pun tiba-tiba mereka menangis karena memakan dan meminum barang curian yang dilarang oleh agamanya.
"Bagaimana ini Tomahawk?",tanya Hawk sambil mata berkaca-kaca.
"Aku hanya bisa bilang karena kita terpaksa dam kita juga melihat tadi tidak ada satupun lowongan pekerjaan,sudahlah jangan menangis,tuhan tau kok kita melakukan ini karena sudah terpaksa",kata Tomahawk sambil menghibur adik kembarnya yang sedang takut akan dosa.
__ADS_1
"Ouhh,begitu ya",kata Hawk sambil lega karena telah mengetahui yang sebenarnya.
Lalu mereka pun melanjutkan perjalanan hingga ke sebuah pondok tua yang ada di hutan dekat sungai,seketika mereka pun terdiam sejenak didepan bibir sungai dan terasa angin lewat yang tidak terlalu kencang dan tidak terlalu pelan tapi tiba-tiba kami pun mendengar suara polisi yang dari tadi mengejar kami,tanpa basa-basi kami pun segera berlari ke sebuah pondok tua yang tidak jauh dari sungai.
Nampak polisi yang mengejar kami pun menggertak kami untuk keluar dari pondok tua,awalnya kami tidak mau dan tiba-tiba anak dari pemilik pondok ini sampai ketika mencari kayu bakar,lantas polisi itu pun langsung menangkap anak itu sebagai sandera agar memancing kami untuk keluar dari pondok itu dengan mengancam akan membunuh anak itu kalau kami tidak keluar dan berontak.
Kami pun lalu keluar sambil angkat tangan kemudian melihat anak itu dengan mata berkaca-kaca yang terasa sangat ketakutan dan ingin menangis karena di mulut nya sudah ada pistol untuk membunuhnya kalau kami memberontak dan tidak ingin melakukan apa yang diinginkan polisi itu.
sementara itu di rumah Tehko,Author,Magical dan Touto melihat terdapat berita menayangkan tentang dua orang yang mencuri sambil membawa senjata,awalnya Author hanya melihat berita itu dengan tidak serius tapi ketika diperlihatkan wajah siapa pelakunya pun langsung terkejut bukan main karena itu adalah Hawk dan Tomahawk yang dia tinggal setelah membantunya untuk menyelamatkan Magical kemarin.
"Lalu apa yang akan kita lakukan!,hanya diam saja dan tidak bisa melakukan apapun!,lihat anak itu yang tidak ingin mati dan lihat mukanya yang memelas kasih untuk ditolong!,ha!,Tehko!,apa kau mendengarkanku!",ujar Author sambil marah-marah karena jengkel dengan sifat adiknya yang terlihat seperti pemimpin tapi sifat masih belum sepenuhnya seperti pemimpin.
"Berisik!,kalau mau!,selamatkan saja sendiri,mereka siapa?,bukan siapa-siapa ku yang kukenal,datang tanpa diundang seperti kucing yang ingin meminta makan ketika dibuka kan pintu",kata Tehko sambil menggertak.
"Ingat kakak!,ini juga demi kebaikan mu dan kebaikan kita",kata Tehko sambil meyakinkan Author.
"Bacot,bicara saja kalau kita ternyata bukan adik kakak yang seharusnya saling membantu ketika dalam kesulitan,sudahlah aku akan membantu mereka walau kau tidak ingin",kata Author yang sudah jengkel yang lalu meninggalkan Ragnarok dan juga Tehko yang keras kepala.
__ADS_1
"Ka,ka,kakak,apa yang kau katakan!,hei tunggu!,ishhh,hahh!!,hahh!,Vulcans!",kata Tehko sambil marah lalu berubah menjadi wujud Angel nya yang bernama Vulcanos yang berkekuatan api dan petir.
Sementara itu di lain tempat yaitu ditempat Hawk dan Tomahawk pun semakin tegang karena tiba-tiba Hawk tidak sengaja terjatuh karena terpeleset yang membuat polisi itu menjadi marah dan seketika langsung menembak anak itu tanpa belas kasih sayang seperti ular yang memangsa tikus.
"Tidakkkk",teriak Hawk dan Tomahawk sambil mata berkaca-kaca dan dengan raut wajah penuh kesedihan karena melihat anak seusia muda begitu mati dengan tidak indah,Author yang melihat itu pun juga shock dengan apa yang dia lihat.
Setelah itu,pistol yang digunakan untuk membunuh anak itu dihadapkan kepada Hawk dan Tomahawk dan juga senjata seperti Asslaut dan shotgun dihadapkan juga ke mereka lalu tiba-tiba.
"Vulcas!",teriak Tehko yang menembakan bola api kearah para polisi yang ternyata anggota TOM yang membuat mereka semua mati terbakar.
Author,Tomahawk,dan Hawk yang melihat itu pun menjadi lega tapi bukan yang mereka pikirkan karena tiba-tiba saja Tehko juga menembakan Vulcas kearah Hawk,Tomahawk dan juga Author tapi untung mereka semua bisa menghindari serangan itu yang mereka lihat dari dampak serangan itu adalah lubang besar habis ledakan Vulcas yang membuat Hawk,Tomahawk dan Author menjadi ketakutan,tapi entah kenapa mereka yang takut memasang wajah gaje atau gak jelas.
"Hei tunggu dulu Tehko!,kenapa kau menyerang kami!",ujar Tomahawk.
"Kita bertemu lagi wahai dua pengganggu dan yang sudah memanipulasi otak kakakku yang aku sayangi,memang pantas saja kalian mati dengan tidak terhormat!",Teriak Tehko dengan perasaan penuh kemarahan.
"Apa?,tidak terhormat?",tanya Hawk dan Tomahawk secara bersamaan lalu bengong dan kata-kata Tehko tadi yang teringat akan kata teman-teman mereka yang pulang nama di medan perang akibat para Angel yang terjadi akibat collided dimensions yan menewaskan lebih dari 3.5 juta penduduk.
__ADS_1