Air Dan Es

Air Dan Es
Undangan


__ADS_3

"Hah,kita sampai dirumah,rumahku istanahku",kata Hawk sambil senang.


"Bukankah. ini rumah milik Estia dan Rein?",tanya Magical sambil memasang wajah jahil.


"Eh,iya juga,aku bodoh sekali,hehehe",kata Hawk sambil malu karena salah dan memasang wajah seperti orang yang bersalah.


"I**hihi,sudahlah Hawk,aku hanya bercanda,jadi jangan terlalu merasa bersalah",kata Magical sambil tersenyum setelah tertawa sedikit.


"Ya,baiklah,oke,oh yaudah ayo kita masuk!diluar sini dingin sekali brrr",kata Hawk.


"Yo",kata Magical.


Lalu mereka pun masuk ke rumah,tapi tidak ada siapa-siapa karena badan mereka sudah bau,akhirnya Hawk dan Magical pergi ke kamar masing-masing untuk mandi dan lain-lain.


Setelah melakukan kegiatan tadi,tiba-tiba Magical merasa kesepian dan berkunjung ke kamarnya Hawk,awalnya Magical malu mengetuk pintu kamarnya Hawk,tapi tiba-tiba pintunya Hawk terbuka.


Hawk yang melihat Magical yang mukanya aneh dan tidak bisa bicara seperti orang kaku,karena Hawk kebingungan dengan apa yang terjadi tanpa pikir panjang, Hawk pun mempersilakan Magical masuk.

__ADS_1


Mereka berdua pun duduk,Magical di kasurnya Hawk,sementara Hawk dibawah,info dari author,tamu adalah raja,awalnya mereka berdua hanya diam dan memalingkan wajah,tapi tiba-tiba Magical bertanya.


"Anu,Hawk,kenapa kamu berada dibawah dan aku diatas?,em apa ada yang salah dengan mu?",tanya Magical dengan ngegas.


"Oh,apa itu?,benarkah aku salah?",tanya Hawk.


"Iyalah!,kenapa aku yang tamu seharusnya dibawah kok kamu yang dibawah!",kata Magical dengan ngegas lagi.


"Santai Magical,tidak perlu sengegas itu, kamu itu tamuku dan gak sopan menelantarkan tamu,apalagi kamu",kata Hawk dengan santai sekali.


Lalu mereka pun tertawa karena lucu,akhirnya yang sebelumnya diam menjadi saling mengobrol,di tengah-tengah mengobrol tiba-tiba perut Magical lapar dan karena itu perutnya langsung dipegang.


Hawk yang mendengarkan itu pun langsung membuka tasnya lalu merebuskan mie dan mengambil soda,Magical pun gak enak dengan Hawk karena jajan yang seharusnya dia makan malah dibagi.


mereka pun ya makan mie itu sambil mengobrol tentang rumah tempat tinggal dulu,Hawk pun menceritakan tentang kisahnya sampai sedetail-detailnya,Magical yang mendengar itu pun,kasihan tapi.


"Oh,ada telpon dari keluargaku,sebentar ya",kata Magical.

__ADS_1


Setelah melakukan telponan dari keluarganya Magical,tiba-tiba dia menjadi sedih karena dia disuruh pulang karena pacarnya yang disana mau berkunjung ke istnahnya,Hawk yang tidak tahu pun bertanya-tanya sebenarnya.


Setelah semua pertanyaan dijawab oleh Magical pun akhirnya Hawk pun mulai paham sebenarnya yang terjadi,tapi jujur itu membuat hatinya tiba-tiba menjadi sakit,tanpa basa-basi akhirnya.


"Ok,aku ikut!,kalau si bedebah itu mengganggu mu,aku tidak segan-segan menembakan peluru tepat di kepalanya",kata Hawk sambil menghibur Magical.


"Tapi bagaimana dengan yang lain!,bagaimana jika–",kata Magical yang belum habis bicara karena tiba-tiba Hawk.


"Shutt,itu semua bisa diurus ok,hehe",kata Hawk.


"Apakah kamu bisa melawannya Hawk?,dia itu pangeran kelas tinggi dengan kekuatan sihir yang luar biasa",kata Magical sambil cemas.


"Kalau aku mati si Estia pasti senang,iyakan?, hahahaha",kata Hawk dan tertawa.


"Hawk-baka",kata Magical.


Magical pun membuka gerbang ke dunianya,setelah kami sampai disana,aku yang tidak ngapa-ngapain pun ditangkap oleh para penjaga dan sementara Magical dibawa olehnya,aku pun ya hanya bisa pasrah tapi untung aku sudah memasang alat pelacak di saku Magical.

__ADS_1


__ADS_2