
Sepertinya teman kakakku merupakan orang yang aneh.
Saat ini merupakan hari nines dan tahun masuk ajaran baru, konsep hari sama seperti di bumi, di dunia ini juga satu minggu dibagi menjadi tujuh hari yaitu, hari nines, asales, ubar, simak, ta'muj, utbas dan hari tabas.
Aku dan kakakku beserta temannya berjalan menuju koridor sekolah, saat ini kami sedang mencari papan pengumuman, disana terdapat informasi tempat kelasku akan berada.
"Oh sepertinya kau akan berada di kelas 1-1, jika tidak salah kelasmu dekat dengan pintu masuk sekolah yang tadi kita lewati." Ucap kakakku memberitahuku tempat kelasku berada, sepertinya dia cukup hafal tempat di sekolah ini.
"Ngomong-ngomong kami berada di kelas 3-5 Dik Yuna, jika ada yang menjahilimu kau bisa mengatakannya kepada kami, tetapi jika yang menjahilimu adalah senior kelas 4 ke atas itu akan lain cerita." Ucap Andro yang awalnya tetapi terlihat keren tetapi akhirnya malah terlihat menyebalkan.
"Y-ya..." Jawab Yuna yang merasa tertekan dengan kelakuan teman kakaknya itu.
"Kau tidak perlu menghawatirkan orang ini, ngomong-ngomong kelas kami berada di lantai 2, kelas kami berada di paling ujung koridor." Ucap kakakku yang menjelaskan kepadaku letak kelasnya.
Setelah itu kakakku mengantarkan Aku menuju depan kelasku.
"Terima kasih banyak kakak, dan kak Andro."
Tidak lupa aku mengucapkan terima kasih kepada mereka.
"Ya, kalau begitu kami pergi dulu." Ucap kakakku berpamitan dan setelah itu mereka pergi.
Setelah itu aku pun mulai memasuki kelas, di sana terlihat hampir tidak ada kursi kosong kecuali bagian pojok kiri belakang.
Aku pun berjalan menuju ke sana dan menaruh tasku.
Di samping kananku terdapat seorang anak laki-laki, dia berambut coklat gelap dan memiliki mata coklat kemerahan yang indah.
Sepertinya dia sedang asyik membaca buku dan tidak memerhatikan sekitarnya, jika dilihat-lihat buku yang dibacanya merupakan buku mengenai berbagai macam jenis hewan, sepertinya dia cukup menyukai hewan.
Sedangkan orang yang berada di depanku merupakan seorang gadis berkacamata dengan rambut berwarna violet yang dikepang, gadis itu tampaknya cukup gelisah dan hanya tertunduk sedari tadi.
Orang-orang di dunia ini memiliki warna rambut yang beragam, mungkin ini dipengaruhi dengan DNA manusia di sini berbeda jika dibandingkan dengan DNA dari bumi. Tetapi ada juga orang yang berambut hitam seperti orang-orang di bumi yaitu diriku sendiri.
Tidak lama kemudian guru pun masuk ke dalam kelas, dia adalah seorang pria paruh baya berumur 40-an, lalu dia memperkenalkan dirinya sebagai wali kelas 1-1.
Namanya adalah Rishodo Wakatani, saat ini dia sedang menceritakan mengenai dirinya, dia merupakan guru olahraga kami di sini.
__ADS_1
Walaupun ini sekolah dasar tetapi setiap mata pelajaran mempunyai gurunya masing-masing.
Setelah dia memperkenalkan dirinya, dia pun berkata.
"Baiklah, marilah kita mulai kelas hari ini dengan memperkenalkan diri kalian masing-masing, aku akan memanggil kalian sesuai urutan nomor absen." Ucapnya saat mengambil buku absen dan segera membacakannya.
Dimulai dari huruf A sampai huruf Z, namanya dipanggil satu-satu untuk maju ke depan dan memperkenalkan dirinya masing-masing.
Setelah menunggu cukup lama akhirnya giliran nama huruf Y datang yaitu giliranku untuk memperkenalkan diri.
Aku maju ke depan kelas dan mulai memperkenalkan diriku.
"H-hai... perkenalkan namaku Yuna Halliwell, kalian dapat memanggilku Yuna, hobiku adalah menggambar dan membaca, salam kenal semuanya." Itulah perkenalan singkat dariku, jujur saja cukup sulit berbicara di depan umum, apalagi di depanku saat ini adalah segerombolan anak sekolah dasar, itu cukup memalukan bagiku berdiri di depan mereka.
Setelah itu sesi perkenalan pun telah selesai, lalu guru mulai melanjutkan kelasnya.
"Kita akan memilih ketua kelas, apakah ada yang bersedia menjadi ketua kelas?" Tanyanya kepada kami semua.
Kelas menjadi hening sebentar, tetapi terdapat seorang anak laki-laki berambut pirang dan bermata biru terang berdiri dan mengangkat tangannya, sepertinya dia cukup berani untuk seukuran anak sekolah dasar, kalau aku tidak salah tadi saat perkenalan diri namanya adalah Steve Billon.
Ngomong-ngomong gadis yang duduk di depanku adalah Violet Beaure, dan laki-laki yang duduk di sampingku adalah Astra Doherty.
Kelas di lanjutkan dengan cara membaca dan mengeja tulisan yang benar. Itu mudah bagiku jadi aku tidak terlalu memerhatikan kelas dan menatap ke luar jendela.
Hal itu membuat guruku merasa kesal karena aku tidak memerhatikan pelajaran, dia pun memanggilku serta menyuruhku membaca tulisa yang ada di papan tulis. Kata yang ditulis cukup mudah yaitu 'usina'
dalam bahasa Astor, yang artinya tumbuhan.
Guruku pun terdiam sesaat dan melanjutkan dengan memberiku sebuah peringatan untuk memerhatikan kelas
Setelah itu kelas berjalan dengan lancar dengan aku yang memerhatikan pelajaran dengan membosankan, dan akhirnya tiba waktunya untuk kami istirahat yang ditandai dengan suara dari pengeras suara di kelas.
[TETT-TETT WAKTUNYA ISTIRAHAT TETT-TETT]
Guru pun memberikan kami pekerjaan rumah sebelum meninggalkan kelas.
Para murid pun juga ikut keluar dan sepertinya akan pergi ke kantin sekolah, karena aku membawa bekal dari rumah itu tidak perlu bagiku untuk pergi ke kantin, dan beberapa teman kelasku juga sepertinya ada yang membawa bekal sendiri dari rumah sama sepertiku.
__ADS_1
Selain para murid yang pergi ke kantin, ada beberapa anak yang masih di dalam kelas, mereka berkenalan dan mengobrol satu sama lain.
Aku tidak peduli dengan itu karena aku memang tidak terlalu pandai dalam berinteraksi dengan seseorang.
Aku pun hanya memakan bekal yang telah disiapkan ibuku dalam diam.
Anak di depanku sepertinya membawa bekalnya sendiri juga dan kemudian dia secara tiba-tiba menghadap ke belakang dan menaruh bekalnya di atas mejaku.
"Ha-halo, na-namaku vi-violet, se...sepertinya kau mem-mbawa bekal sendiri juga, mari ki-ita makan-n bersama." Gadis itu berbicara dengan sangat gagap kepadaku, sepertinya dia sangat gugup dan tidak terbiasa berinteraksi dengan orang lain, dan dia saat ini seperti memaksakan dirinya untuk berinteraksi denganku.
"Ha-halo namaku Yuna senang berkenalan denganmu, aku tidak keberatan makan bersama." Jawabku yang awalnya sedikit gugup juga atas tindakannya yang tiba-tiba.
"Ap-a kah i-ibumu yang menyiapkan be-bekal ini u-untukmu?" Tanya dia dengan suara yang tergagap-gagap, aku mengapresiasinya dalam hatiku karena dia masih berusaha untuk bersosialisasi denganku, sepertinya dia sedang berusaha mengatasi kelemahannya sendiri.
"Ya, ibuku yang menyiapkan bekalku, apakah kau juga sama?" Tanyaku padanya berusaha untuk berbicara juga kepadanya.
"Y-ya, i-ibuku yang me-menyiapkan ini se-semua, a-apakah kau ma-mau?" Tanyanya menawariku sambil mendekatkan bekalnya kepadaku.
"Ya, kalau begitu dengan senang hati aku menerimanya, apakah kau juga ingin bekalku?" Tanyaku menawarkan bekalku kembali untuknya.
"Y-ya kalau begitu te-terima kasih juga." Jawabnya berterima kasih kepadaku.
Kami pun saling bertukar bekal dan mengobrol satu sama lain, terlihat sedikit demi sedikit dia mulai terbiasa kepadaku dan rasa gugupnya serta gagapnya sudah mulai berkurang.
Bel pun berbunyi kembali dan menandakan bahwa waktu istirahat telah berakhir.
Setelah itu kelas berjalan kembali seperti biasa hingga waktunya kami untuk pulang. Aku berpamitan dengan Violet dan akan segera pulang, terlihat kakakku dan Andro yang telah menunggu di depan kelasku.
Kami berjalan bersama sampai akhirnya berada di depan gerbang sekolah, kami berpisah dengan Andro di sana karena dia telah di jemput menggunakan mobil oleh sopirnya, tetapi sebelum akan pergi dia menawari kami tumpangan, aku dan kakakku berusaha menolaknya pada awalnya, tetapi dia tetap bersikeras untuk memberikan tumpangan, akhirnya tidak ada pilihan lain bagi kami menerima tawaran darinya.
Di dalam mobil kami menceritakan banyak hal, kakakku menanyakan bagaimana perasaanku hari ini karena ini merupakan hari pertamaku bersekolah.
Aku menjawabnya bahwa aku cukup senang dan aku mendapatkan seorang teman.
Sedangkan Andro justru menanyakan tentang apakah ada yang mengusikku atau menjahiliku, dan tentu saja aku menjawab tidak ada.
Akhirnya kami sampai di depan rumah kami dan kemudian tidak lupa kami berterima kasih kepada bapak sopir dan Andro.
__ADS_1
Hari ini sungguh menyenangkan aku tidak sabar menunggu hari esok lagi.