Aku Bereinkarnasi Tetapi Menjadi Seorang Gadis?!

Aku Bereinkarnasi Tetapi Menjadi Seorang Gadis?!
Chapter 32. Hari yang Baru


__ADS_3

Sesaat setelah aku memasuki rumah, membuka sepatu dan kemudian berjalan menuju ke arah kamarku.


Aku pun langsung masuk ke dalam kamarku dan mengunci pintunya dari dalam.


"Hah...."


Menghela nafas dan kemudian aku menjatuhkan diriku di atas tempat tidur kakakku.


'Kenapa dengan diriku hari ini?'


Aku pun bertanya kepada diriku sendiri, kemudian aku mulai mengingat apa saja yang terjadi hari ini, mulai dari pagi, aku kasar terhadap Kak Andro dan Kakak, Aku membentak teman sekelasku saat menagih uang Kas, Aku pingsan saat di kantin, tidak nafsu makan, dan kemudian saat pulang aku bertindak kasar lagi kepada Kakak dan Kak Andro.


Jika tidak salah, ini yang orang-orang sebut saat wanita masuk dalam fase menstruasi maka akan muncul gejala PMS (Premenstual Syndrome).


Itu mengingatkanku saat kehidupanku sebelumnya, Aku juga mempunyai adik perempuan saat itu, dan dia juga kasar terhadapku saat mengalami PMS.


Aku cukup terbebani saat itu, mungkin ini yang dirasakan kakakku saat ini.


Tetapi tidak semua wanita saat mengalami PMS seperti ini.


Beberapa orang mungkin masih bisa mengontrol emosinya.


Tetapi sepertinya, gejala menstruasiku cukup parah dibandingkan dengan orang-orang pada umumnya.


Bahkan saat ini perutku masih terasa sedikit sakit, dan kepalaku sedikit pusing.


Aku juga hanya makan sedikit tadi karena kurang nafsu makan.


Saat ini selangkanganku juga mulai tidak terasa nyaman karena pembalutnya sudah cukup penuh dengan darah, Aku harus segera menggantinya.


[TOK-TOK-TOK] *sfx suara ketukan pintu


"Yunaa... ah terkunci, hei buka pintunya!"


Saat aku sedang melamun, terdengar suara ketukan pintu dari luar dan suara kakak yang memanggilku.


[TOK-TOK-TOK] *sfx suara ketukan pintu


"Maafkan aku Yuna, Aku tahu aku salah karena telah menceritakan sesuatu mengenaimu kepada Andro."


Kakakku terus mengetuk pintu itu dari luar, dan kemudian meminta maaf kepadaku.


Karena tidak tahan dengan suara ketukan yang datang terus menerus, Aku pun bangun dan membuka kunci kamarku.


Kemudian pintu kamar pun terbuka, dan terlihat wajah kakakku yang khawatir dan panik.


"Maafkan-"


"Ya-ya, Aku sudah memaafkanmu, sekarang hentikan teriakanmu Kak, itu sangat mengganggu."


"Benarkah?!"

__ADS_1


"Ya, tetapi jika kau berisik dan menggangguku lagi, mungkin aku akan berubah pikiran."


"B-baiklah, Aku tidak akan berisik."


Terlihat wajah kakakku yang lega karena aku sudah memaafkannya.


Setelah percakapan itu, Aku berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan tubuhku.


Benar saja, saat aku cek, pembalutku sudah penuh dengan darah, jadi aku menggantinya dengan yang baru.


Sudah sangat sore hari ini, sepertinya aku tertidur cukup lama tadi.


Selesai mandi, aku kemudian mengenakan pakaian tidurku di kamarku.


Harusnya sebentar lagi Ibu akan pulang, jadi aku pergi ke dapur untuk mempersiapkan makan malam sambil menunggu Ibu pulang.


Aku sudah belajar banyak hal mengenai memasak dari Ibu, jadi harusnya aku dapat memasak makan malam.


Saat ini kakakku sedang bermain dengan HandPhonenya di sofa ruang tamu, Aku cukup iri karena dia mempunyai sebuah HandPhone.


Orang tuaku belum mengizinkan aku untuk memilikinya, mereka bilang bahwa aku masih kecil dan belum dewasa, harusnya aku sudah cukup dewasa untuk memilikinya jika dihitung dengan kehidupanku sebelumnya, tetapi aku tidak bisa memberitahukan itu kepada mereka.


Jadi aku hanya menggunakan komputer keluarga untuk mengakses media sosial dan mengirim pesan kepada teman-temanku.


Saat aku sedang mempersiapkan makan malam, terdengar suara bel dari depan pintu.


"Anak-anak Aku pulang."


"Selamat datang Bu." Jawab kakakku dari ruang tamu.


Setelah itu Ibuku memasuki dapur, dan melihatku.


"Wah... sedang memasak apa anak Ibu yang cantik hari ini?"


Baru pulang saja, Ibuku sudah mulai menggodaku lagi, ini merupakan kebiasaannya yang menyebalkan.


"Selamat datang Bu, bisakah Ibu berhenti menggodaku dalam satu hari saja?"


Jawabku kepada ibu, yang selalu menggodaku setiap hari, tidak ada hari tanpa godaan dari ibu.


"Hahaha, kau bisa saja."


Setelah mengucapkan itu, ibuku membantuku memasak makan malam, kami saling membantu, dan berbicara banyak hal, meskipun sebagiannya adalah godaan dari Ibuku.


Saat makan malam sudah hampir siap, Ayahku sudah pulang ke rumah.


Setelah selesai memasak makan malam, kami semua makan bersama setelah itu.


...........


Sudah satu minggu berlalu sejak menstruasi pertamaku, selama satu minggu penuh aku mengalami menstruasi.

__ADS_1


Itu benar-benar hari yang menyakitkan, Aku tidak bisa membayangkannya bahwa aku akan mengalami itu setiap bulannya selama satu minggu penuh.


Setelah kejadian aku pingsan di kantin, sejak saat itu Violet menjadi lebih memperhatikanku, Dia selalu menanyaiku.


"Yuna, Kau sudah makan bukan?", "Yuna, jangan lupa makan.", " Yuna, Kau harus makan ini."


'Apakah Kau Ibuku?!'


Meskipun Aku cukup senang dengan Violet yang sangat memperhatikanku, tetapi sesuatu yang berlebihan tetaplah tidak baik.


Terkadang tindakan Violet justru terlihat mengerikan dan membuatku takut, itu seperti orang yang terobsesi denganku.


Aku menjadi cukup penasaran mengenai orang yang membawaku ke ruang UKS, jadi aku bertanya kepada Violet mengenai itu.


"Oh iya, Violet, siapa yang membawaku saat aku pingsan ke ruang UKS?"


"Oh! Itu Steve yang melakukannya, Dia menggendongmu sampai ke sana."


"Begitukah."


Ternyata yang membawaku saat itu ke ruang UKS adalah Steve, jadi setelah mengetahuinya, aku berterima kasih kepadanya.


"Maaf telat, tetapi Terima kasih Steve, karena telah membawaku ke ruang UKS saat itu dan maaf kepada teman-teman semua karena telah merepotkan kalian."


"Sama-sama." Jawab Steve dengan wajah tersenyum, Dia sedang berusaha tenang saat ini di depan Yuna.


'Ah... tubuh Yuna saat itu sangat ringan, lembut dan wangi...' Pikir Steve saat mengingat kejadian itu lagi.


"Eh... itu tidak merepotkan Yuna, kami semua senang dapat membantumu, benar kan?" Ucap Violet meyakinkan semuanya.


"Ya benar, wajah tidurmu saat itu sangat lucu." Jawab Astra, sambil menggodaku, sepertinya Astra merupakan salah satu bayangan Ibu di sekolah.


Wajahku memerah setelah itu karena malu, dan membuat semua teman-temanku tertawa.


"Ahahaha, sangat menyenangkan menggodamu." Ucap Astra sambil tertawa.


"Mouu... hentikan itu!" Aku mengembungkan pipiku dan berteriak kepadanya untuk menghentikan itu.


"""Ahahaha"""


Teman-temanku pun tertawa lagi, itu benar-benar membuatku malu.


[TETTT-TETTT, BEL TANDA MASUK TELAH BERBUNYI, UNTUK SELURUH MURID DIPERKENANKAN MEMASUKI KELAS, TERIMA KASIH, TETTT-TETTT]


Sayang sekali, kesenangan itu tidak bertahan lama, bel tanda masuk pun berbunyi, dan Bu Linda mulai memasuki kelas.


Kegiatan belajar mengajar pun dimulai, dan kami belajar seperti biasanya.


Kegiatan di sekolah berlalu seperti biasanya, hingga pulang sekolah, tidak terdapat suatu hal khusus yang terjadi.


Kami semua pun pulang ke rumah kami masing-masing, demi mempersiapkan hari yang baru keesokan harinya.

__ADS_1


__ADS_2