Aku Bereinkarnasi Tetapi Menjadi Seorang Gadis?!

Aku Bereinkarnasi Tetapi Menjadi Seorang Gadis?!
Chapter 28. Kaminata Yuka #2


__ADS_3

Antonio merupakan seniorku di SMA, dia hannyalah seorang murid laki-laki SMA biasa, tidak punya kemampuan khusus, bodoh, naif, tidak terlalu tampan, tetapi dia adalah orang yang baik.


Saat itu aku berpikir untuk mengakhiri hidupku di atap sekolah.


Saat aku akan melompat ke bawah, tidak tahu dari mana, dia tiba-tiba muncul dan menarik tanganku.


Aku pun terkejut, kehilangan pijakan dan terjatuh ke dalam pelukannya.


"HEY! APA YANG KAU PIKIRKAN? KENAPA KAU INGIN MENGAKHIRI HIDUPMU? APAKAH KAU TIDAK MEMIKIRKAN BAGAIMANA PERASAAN KELUARGAMU YANG AKAN KAU TINGGALKAN?"


Dia berteriak dan marah kepadaku, aku tahu dari cara dia marah, dia khawatir terhadapku dan keluargaku.


Tapi percuma saja, tidak ada yang perlu dikhawatirkan, karena orang tuaku sudah meninggal.


"APA YANG KAU TAHU? SEMUA ORANG MEMBENCIKU, DAN JUGA KELUARGAKU SUDAH MENINGGAL SEMUA, AKU TIDAK PUNYA SAUDARA ATAUPUN SESEORANG YANG BERHARGA, A-aku sendirian di dunia ini... lebih baik aku mati saja, tidak akan ada yang bersedih, dan mungkin mereka yang membenciku akan senang akan hal itu, Aku tidak berguna, lebih baik aku mati saja..."


"Tidak ada yang tidak berharga di dunia ini, setiap nyawa manusia berharga, kau tidak bisa membuangnya begitu saja, kau pikir bagaimana perasaan orang tuamu jika melihat anaknya yang telah susah payah mereka lahirkan dan rawat ingin mengakhiri hidupnya begitu saja? Aku yakin mereka akan sedih, meskipun orang-orang di sekelilingmu membencimu, dan dunia ini membuat kau merasa sendiri, kau harus tetap hidup demi kedua orang tuamu... hingga suatu saat aku yakin kau akan menemukan orang yang berharga bagimu yang akan membawamu pada kebahagiaan".


"Hiks-hiks, HUAAAAA...."


Itu cukup memalukan, saat itu aku menangis sangat kencang dalam pelukannya, kata-katanya kembali menyadarkanku, dan pelukannya terasa sangat hangat.


"Hiks...hiks..."


[SLURP] *sfx suara cairan hidung tersedot


"Sudah-sudah jangan bersedih lagi, jika kau merasa sendirian terus, bagaimana kalau kau menjadi temanku? Namaku Antonio Halliwell, sepertinya kau murid dari pertukaran pelajar bukan? Senang berkenalan denganmu, siapa namamu?"


Setelah aku menjadi sedikit lebih tenang, dia memperkenalkan dirinya, dia bilang ingin berteman dengan orang sepertiku, tangannya terulur di depanku, dengan harapan aku akan menerima pertemanannya.


"M-maaf... jika kau berteman denganku, mungkin rumor buruk akan beredar tentangmu, dan kau akan terseret dalam-".


"Hah? Siapa yang peduli dengan perkataan orang lain? Apakah hidupmu dikendalikan orang lain? Tidak bukan? Jadilah dirimu sendiri!"


Aku berusaha memperingatkannya akan rumor buruk yang akan mengikutinya jika dia berteman denganku, tetapi dia tidak memedulikannya, dan tetap ingin berteman denganku.


Aku ingin berteman dengannya, jika aku masih bisa maka...


"N-namaku Kaminata Yuka, terima kasih Antonio..."


Aku pun meraih tangannya, dan menerima pertemanannya.


"Ya, senang berkenalan denganmu Yuka!"


Dia tersenyum dengan tulus ketika aku menerima pertemanannya, senyumannya begitu menyilaukan, dan sangat indah.


Itu pertama kalinya orang lain selain orang tuaku tersenyum kepadaku seperti itu.


Senyuman tulus dan murni tanpa maksud lain.


Melihat itu, aku pun tidak mampu membendung air mataku dan mulai menangis lagi.


"HUAAAAAAA".


Aku menangis lagi dalam pelukannya.


"Yosh-yosh, sudah jangan menangis lagi, aku ada di sini bersamamu..."


Dia membelai kepalaku, itu begitu nyaman dan pelukannya begitu hangat.


Itu menghangatkanku di tengah-tengah dunia yang membeku bagiku.

__ADS_1


Dia datang menerangi hidupku yang gelap dan suram.


Dia adalah cahaya bagiku.


...........


Setelah itu aku berteman dengannya, pikiranku selalu dipenuhi dengan dia, aku tidak bisa melupakan senyumannya.


Meskipun rumor buruk mulai berdatangan, dia tidak peduli dengan itu dan tetap berteman denganku.


Dia selalu melindungiku dan selalu ada untukku.


Kami selalu pulang bersama dan makan bersama.


Sejak itu, hidupku mulai berubah, dunia yang semulanya berwarna abu, menjadi penuh dengan warna saat bersamanya.


Aku mulai membuktikan pada dunia, bahwa aku masih pantas untuk hidup.


Aku membuktikan pada mereka yang merendahkanku bahwa aku mampu, dan aku mulai mengatakan pada dunia dan takdir bahwa aku tidak lagi sendirian.


Mereka yang menyakitiku mulai berkurang, dan aku mulai mendapatkan teman-teman yang berharga berkatnya.


Aku benar-benar berterima kasih kepadanya, karena telah menyelamatkan hidupku.


Ternyata dunia ini tidak begitu kejam, tergantung bagaimana kau melihatnya.


Dia mengubah cara pandangku terhadap dunia, dan Dia adalah orang yang berharga bagiku.


Kemudian saat malam tahun baru, Dia menyatakan perasaannya kepadaku.


"Yuka... aku tahu ini mendadak, kau tidak perlu membalasnya sekarang, sejak aku bertemu denganmu di atas atap, aku selalu memikirkanmu, aku selalu khawatir kepadamu... apakah gadis yang aku selamatkan akan berpikir bahwa aku mengganggu hidupnya, saat kita sudah berteman, aki juga selalu khawatir kepadamu, tetapi saat aku melihat senyumanmu, aku berpikir bahwa aku harus melindungi senyuman ini, kau tahu? Kau lebih cantik saat tersenyum, jadi jangan bersedih lagi, dan aku... mencintaimu...".


Aku juga sudah tidak bisa menahan perasaanku, jadi aku menerimanya, dan mengatakan bahwa...


"Aku juga mencintaimu".


Aku kembali jatuh di dalam pelukannya yang hangat, di tengah-tengah salju yang turun saat musim dingin.


Saat itu merupakan malam kelulusannya, jadi mulai hari ini aku akan jarang bertemu dengannya.


Mungkin aku akan rindu dengannya, dan merasa tidak nyaman tanpa dirinya di awal, tetapi aku yakin aku dapat menghadapi situasi ini.


Saat itu, kami sering berbalas pesan lewat media sosial, telepon dan berbicara hingga tidur dan bertemu saat akhir pekan, itu benar-benar hari yang sangat indah.


Dia saat ini bekerja di salah satu perusahaan video game bernama Airsoft.


Dia mengatakan bahwa perusahaannya sangat baik, mereka menerimanya walaupun dia hannyalah seorang lulusan SMA.


Dia juga mengatakan bahwa dia mahir dalam pemrograman, dia mengatakan dia mempelajarinya karena suka dengan itu.


Aku rasa dia berusaha sangat keras, jadi tidak heran jika perusahaan itu menerimanya, aku juga ikut senang mengenai hal itu.


Dua tahun kemudian, tibalah hari kelulusanku.


Mulai hari ini aku sudah lulus dari sekolah, dan mulai hari ini aku akan merasakan kerasnya dunia orang dewasa.


Tetapi jika bersamanya, aku rasa aku dapat melewatinya.


Kemudian saat malam tahun baru tiba, saat cuaca di luar sedang sangat dingin, kami saling menghangatkan diri di sebuah kamar.


Kami saling bertukar cinta, dan kasih sayang.

__ADS_1


"Aku mencintaimu Yuka..."


"Aku juga- mphh..."


Tiba-tiba saja dia menciumku kemudian bibir dan lidah kami saling bersentuhan.


[SLURP] *sfx suara air liur


"Aku akan memasukkannya..."


"I-ini pertama kalinya bagiku... jadi tolong pelan-pelan."


"Ya..."


[JLEB] *sfx suara sesuatu masuk


"Urgh... ah..."


Bendanya masuk sangat dalam ke dalam tubuhku.


"Hangat sekali Yuka, aku sudah tidak dapat lagi menahannya..."


"A-aku bilang p-pelan- ah- pelan...Ah!".


Dia bergerak lebih cepat dan tidak memberiku kesempatan untuk bernafas.


"Aku akan keluar!"


"J-jangan di dalam, h-hey- AHHH!!! T-tidak..."


[SROT] *sfx suara cairan keluar


"Maafkan aku, aku tidak dapat menahannya, kau begitu terlihat sangat menarik bagiku..."


"D-dasar monster... hah... hah... hah..."


Di malam begitulah kami saling menghangatkan diri.


Setelah itu, Antonio memperkenalkan aku kepada orang tuanya.


Mereka menyambutku dengan tangan terbuka, mereka begitu baik kepadaku, dan menganggapku putri mereka sendiri.


Kemudian tibalah hari di mana kami menikah, hubungan kami di restui oleh kedua keluarganya.


Mereka semua berbahagia atas kebahagiaan kami dan mendoakan kebahagiaan kami.


Setelah itu kami hidup bersama sebagai sebuah keluarga yang bahagia.


Kami membeli sebuah rumah yang cukup sederhana berkat hasil usahanya.


Aku ingin membantunya tetapi aku tidak punya uang sama sekali, uang asuransi yang ditinggalkan orang tuaku sudah habis saat aku bersekolah.


Setelah itu, aku melahirkan anak pertamaku, dia seorang laki-laki, dan sangat mirip dengan ayahnya, dia begitu imut dan lucu, aku akan menyayanginya. Aku memberikan nama anak pertamaku Yuno, Yuno Halliwell.


Kemudian berselang tiga tahun, aku melahirkan anak keduaku, dia seorang perempuan yang sangat lucu dan cantik, dia merupakan bidadari kecilku, dan aku memberikan nama anak itu Yuna, Yuna Halliwell.


Aku sengaja memberikan nama yang mirip kepada mereka berdua, dan berharap mereka mempunyai hubungan yang baik ke depannya.


Kami hidup bahagia setelah itu, sebagai keluarga yang harmonis.


Akhirnya aku menemukan sesuatu yang berharga dalam hidupku.

__ADS_1


__ADS_2