
Selesai dengan perkenalan masing-masing murid, setelah itu dilanjutkan dengan diadakannya pemilihan Ketua Murid.
"Baiklah! Siapakah yang ingin menjadi Ketua Murid? Apakah harus aku tunjuk atau apakah ada yang ingin mengajukan diri?" Setelah Bu Linda mengatakannya terdapat dua orang yang mengangkat tangannya.
Salah satunya merupakan seorang anak laki-laki yang aku kenal, tentunya itu adalah Steve.
Kemudian di sampingnya juga terdapat seorang gadis dengan rambut kuncir ekor kuda berwarna hitam yang mengangkat tangannya.
Gadis tersebut menggunakan kacamata yang memberikannya kesan orang dewasa yang dapat diandalkan.
Matanya yang sipit juga menatap Bu Linda dengan tekad ingin menjadi seorang ketua.
"Wahhh... sepertinya kita mempunyai dua kandidat yang ingin menjadi seorang ketua...
Karena terdapat dua orang yang ingin menjadi ketua, kita akan memilihnya menggunakan pemungutan suara, orang yang mendapatkan suara terbanyak akan menjadi seorang ketua sedangkan kandidat yang tidak terpilih akan menjadi seorang wakil ketua. Baiklah... mari langsung saja kita adakan pemilihannya, sistemnya cukup mudah, aku hanya perlu menyebutkan nama kandidat secara bergantian dan saat itu kalian semua mengangkat tangan jika salah satu kandidat yang ingin kalian pilih disebutkan namanya olehku".
Pemilihan ketua murid pun dimulai oleh Bu Linda, dia kemudian menyebutkan nama kandidat secara bergantian, dan para murid termasukku mengangkat tangannya pada pilihan mereka masing-masing.
Tentu saja aku memilih Steve karena aku sudah mengenalnya sejak Sekolah Dasar, dia adalah orang yang ambisius, mudah bergaul, baik dan juga memiliki jiwa kepemimpinan, jadi aku merasa bahwa Steve adalah orang yang cocok untuk menjadi seorang Ketua Murid.
Untuk gadis itu aku belum mengenalnya, tetapi sepertinya dia merupakan orang yang sama ambisiusnya dengan Steve.
Hasil suara tertulis di papan tulis, Steve mendapatkan 28 suara dan gadis itu mendapatkan 7 suara.
Selisih suara di antara mereka berdua cukup besar yaitu selisih 21 suara, dengan hasil itu Steve dinyatakan menjadi Ketua Murid kelas 1-1.
"Selain ketua dan wakil ketua, kita juga akan memilih seorang sekretaris dan seorang bendahara, apakah ada yang ingin mengajukan dirinya sebelum aku menunjuknya?"
Selesai Bu Linda mengatakannya, suasana kelas hening sejenak.
"....."
Tidak ada jawaban sama sekali.
"Jika tidak ada maka aku akan menunjuknya, dan siapa pun yang aku tunjuk tidak bisa mengelak dariku, aku tidak akan menerima alasan apa pun untuk penolakan".
Kemudian Bu Linda melihat ke sekeliling, tatapan matanya seakan seperti seekor pemangsa yang sedang mencari mangsa buruannya, kemudian senyuman kecil yang mengerikan terlihat di wajahnya.
"Hmm... baiklah, aku sudah menentukan pilihanku."
'Aku punya firasat buruk untuk ini...'
Kemudian tangan Bu Linda terangkat, dan dia menunjuk ke arah Violet.
__ADS_1
'Fiuh... untung saja bukan aku yang ditunjuk, tetapi masih terlalu awal untuk senang'.
Turut bersedih untuk Violet.
"Hei kau gadis ungu, kau akan menjadi seorang sekretaris dan.... gadis kecil kau akan menjadi seorang bendahara".
Setelah Violet ditunjuk, jari Bu Linda mengarah kepadaku, dan dia mengatakan bahwa aku akan menjadi seorang bendahara, itu membuatku sangat terkejut dan membuat mataku membelalak kaget.
'Eh? EEHHH?!!!'
"T-tapi-"
"Tidak ada alasan, pilihanku tetap tidak akan berubah, aku sudah bilang bahwa kau akan menjadi seorang bendahara".
Aku berusaha menolak walaupun akhirnya ditolak oleh Bu Linda.
'Sepertinya percuma saja, tidak ada pilihan lain selain aku menerimanya, huhh.....'
"Baiklah, sepertinya kalian semua sudah menerimanya dengan lapang dada, seperti yang diharapkan dari muridku. Sekarang aku akan menjelaskan tugas kalian, mulai dari ketua, tugasmu cukup mudah, kau hanya perlu menyuruh-nyuruh bawahanmu yang melakukannya, selain itu jangan lupa berikan aku laporan mingguan mengenai kelas, serta menjadi perwakilan kelas ketika terdapat sesuatu, kemudian untuk wakil, tugasmu adalah yang paling mudah di antara semuanya, yaitu mengangg- ehem... maksudku kau hanya perlu membantu ketua saja, kemudian untuk sekretaris, jangan lupa untuk mengisi jurnal absen dan jurnal kelas, setelah itu berikan rekapitulasi mingguan lewat ketua kepadaku, jadi jika ada yang bolos sekolah... siap-siap saja kalian berhadapan denganku, dan untuk bendahara, tugasmu adalah yang paling menyenangkan, hanya mengurus uang saja, sekolah akan memberikan dana sebesar 50 eter setiap bulannya, dan pastikan untuk mengurus dan menjaga itu, kelas juga akan mengadakan iuran sebesar 2 eter per minggu, jadi jangan lupa menagihnya ke setiap anggota kelas, dan juga jangan lupa mencatat setiap pemasukan dan pengeluaran yang ada serta jangan lupa juga melaporkannya kepadaku setiap minggu melewati ketua, ok apakah kalian paham? Jika tidak ada jawaban cukup untuk kelas hari ini, kalian sudah boleh pulang, dan jadwal pelajaran sudah terkirim di Go-Mail kalian masing-masing jadi jangan lupa mengeceknya, dan besok kegiatan pembelajaran akan di mulai".
Eter merupakan mata uang di negara ini, kira-kira nilai 50 eter setara dengan 3 sampai 4 dolar mungkin, dengan 50 eter kau bahkan dapat membeli 5 porsi makanan di rumah makan negara ini.
Setelah menjelaskannya cukup lama, Bu Linda pun keluar dari kelas, dan kelas menjadi hening setelah itu.
Bahkan saat ini Violet sedang menundukkan kepalanya dengan tangan yang sedang memegang kepala, sepertinya dia juga masih belum percaya akan kenyataan sama sepertiku.
Ketika Bu Linda memutuskan sesuatu, nasi sudah menjadi bubur.
Tidak ada yang bisa mengubahnya kembali.
'Haa....'
...........
[TETTT TETTT SELURUH PELAJARAN HARI INI TELAH SELESAI, SAMPAI JUMPA BESOK PAGI DENGAN SEMANGAT BELAJAR BARU TETTT TETTT]
Dengan itu seluruh kegiatan sekolah selesai pada hari ini, dan aku pulang bersama kakakku dan Kak Andro.
"Jadi, bagaimana sekolahmu hari ini?" Tanya kakakku saat berada di dalam mobil.
"Huh... sungguh melelahkan, tidak aku sangka aku akan di tunjuk menjadi bendahara kelas oleh Bu Linda".
"Hahaha, itu cocok denganmu yang cerewet bukan? Aku yakin teman sekelasmu akan ketakutan saat kamu menagihnya- Aduhh- sakit-sakit".
__ADS_1
Aku ditertawakan oleh Kak Andro tetapi aku langsung segera memukulnya karena kesal dengannya.
"Heee... ternyata Bu Linda yang menjadi wali kelasmu, kau hanya harus sabar mengenainya, meskipun begitu dia adalah orang baik yang perhatian pada muridnya, dan juga aku akan memperingatkanmu untuk tidak bertanya mengenai umurnya".
Kakakku menjelaskannya seakan dia sudah mengenal dengan Bu Linda.
"Itu sudah terlambat, salah satu teman sekelasku sudah bertanya kepadanya".
"Hahaha aku turut bersedih mengenai temanmu- Aduh sakit-sakit hentikan- Argh! Tolong aku Yuno adikmu sudah gila- ARGHH..."
"Sebaiknya kau diam saja!"
Ucap aku yang kesal dengan Kak Andro, kemudian aku menjewernya dengan sekuat tenaga agar dia diam menutup mulutnya.
'Orang ini memang tidak pernah belajar dari kesalahan ya'
"Hahh... kalian berdua hentikan itu".
Ucap kakakku yang tidak tahan dengan kelakuan kami.
"Hmph!"
"Uwahh terima kasih Yuno telah menyelamatkanku dari ibli- tidak maksudku Yuna".
Kak Andro menangis sambil berterima kasih kepada kakakku.
'Hmm rasanya dia tadi mengucapkan kata iblis? Orang ini benar-benar tidak pernah belajar dari kesalahan, arghh sudahlah aku biarkan saja, saat ini aku lebih penasaran dengan Bu Linda'.
"Jadi apakah kakak mengenal Bu Linda kakak?"
"Hmm... ya aku mengenalnya, Bu Linda cukup terkenal kau tahu di kalangan murid laki-laki karena dia cukup cantik, dan juga dia mengajar pelajaran bahasa Astor di kelasku.
"Hee... jadi apakah kakak tahu berapa umur Bu Linda?"
"Tidak, tidak ada yang tahu mengenai hal itu, dan itu juga merupakan salah satu dari 7 misteri SMP Casolie".
"Benar, bahkan ada yang mengatakan bahwa dia merupakan seorang nenek-nenek berumur 50 Tahunan".
Andro yang sedari diam dari tadi mulai berbicara.
'Sekalinya dia berbicara hanya hal aneh saja yang keluar dari mulutnya'.
Setelah itu kami bercerita mengenai 7 misteri sekolah sampai kami pulang ke rumah.
__ADS_1