
Hari ini merupakan akhir pekan, sekolah libur pada saat ini.
Sekarang aku akan pergi ke rumah Steve untuk mengerjakan tugas kelompok yang diberikan oleh guru seni kepada kami.
Kami disuruh membuat sebuah miniatur SMP Casolie.
Satu kelompok berisi 5 orang, jadi aku diajak oleh Steve untuk bergabung dalam kelompoknya.
Violet dan Astra juga diajak olehnya, dan terdapat satu orang lagi yaitu wakil ketua kelas.
'Jika aku tidak salah, namanya adalah Margaret Magenta'.
Hari ini aku mengenakan rok setinggi lutut berwarna putih dan baju berwarna hitam dan putih.
Aku tidak terlalu menyukai menggunakan rok, itu sangat tidak nyaman ketika berjalan, bagian bawah rok terbuka dan membuat angin sedikit masuk ke dalam.
Aku juga harus berhati-hati ketika berjalan dan saat ingin duduk, serta saat menaiki tangga.
Jika aku tidak berhati-hati mungkin saja orang lain akan melihat celana dalamku.
'Membayangkan seseorang melihatnya saja sudah membuatku malu dan bergidik'.
Jika tidak terpaksa menggunakan rok, aku tidak akan menggunakannya.
Saat masih sekolah dasar, aku selalu menggunakan celana dan baju yang sama berulang kali.
Aku juga mempunyai beberapa rok dan beberapa model baju, tetapi aku jarang menggunakannya sama sekali.
Itu membuat ibuku jengkel, dan dia langsung menyita semua celana dan baju polosku.
Kemudian semua celana dan baju polosku sudah menghilang dari dalam lemariku.
Setelah itu dia membelikanku berbagai macam rok dan gaun serta beberapa model baju.
Dia memilihnya sendiri, aku tidak diberikan kesempatan untuk menolaknya.
Aku hanya bisa pasrah dan menghela nafas dengan perbuatan ibuku yang seenaknya mendandaniku seperti sebuah boneka.
...........
Saat ini aku sedang diantar oleh kakakku ke rumah Steve menggunakan bus.
Tempat tinggal Steve hanya berjarak 1 distrik dari rumahku.
Sejak hari itu, aku tidak berani menaiki bus sendiri lagi, jadi aku ditemani oleh kakakku saat ini.
Setelah beberapa menit kemudian kami berdua pun sampai di depan rumah Steve.
Kemudian kakakku pergi meninggalkanku setelah aku sampai di rumah Steve.
Kakakku berpesan kepadaku untuk menghubunginya ketika aku ingin pulang, dan dia akan segera datang untuk menjemputku.
Setelah sampai di depan rumah Steve, aku pun segera memencet dan membunyikan tombol bel pintu rumah Steve.
[DING-DONG] *sfx suara bel pintu
"YA!"
Terdengar suara Steve dari dalam, kemudian pintu rumah pun terbuka dan memperlihatkan wajah Steve.
"Yo, Yuna aku telah menunggumu'.
"Hai Steve, apakah yang lain sudah datang?"
"Tidak, belum sama sekali, kau adalah yang pertama".
"..."
"A-ayo masuk ke dalam terlebih dahulu, tidak baik berdiri di sini terlalu lama'.
"Baiklah".
__ADS_1
'Ternyata aku adalah yang pertama sampai'.
Aku tidak tahu harus menjawab apa setelah itu, lalu suasana menjadi hening sebentar.
Setelah itu entah kenapa Steve menjadi canggung denganku, dan Steve pun mempersilahkan aku masuk ke dalam rumahnya.
Aku memang sengaja datang lebih awal agar terhindar dari cuaca panas di luar, semakin siang waktunya maka akan semakin panas suhu di luar.
Aku belum pernah ke rumah Steve sebelumnya, ternyata rumahnya cukup besar.
Masuk ke dalam rumahnya dan sedikit melewati lorong pendek, aku segera disambut oleh pemandangan ruang tamu mini malis.
Itu memberikan kesan elegan dan modern.
Rumah Steve mempunyai 2 lantai.
"Kita akan mengerjakan miniaturnya di dalam kamarku, sebelumnya aku telah mencoba membuat kerangkanya, itu ada di dalam kamarku saat ini". Ucap Steve sambil memimpin jalan.
"Baiklah, aku juga sudah menduga kau mungkin telah memulai untuk membuatnya".
'Haha, seperti yang diharapkan dari Steve'.
"Ha?! Kau telah menduganya? Bagaimana bisa!?"
Steve berteriak dan terlihat malu.
"Hm? Aku selalu memperhatikanmu, tentu saja aku tahu".
'A-apa?! Yuna selalu memperhatikanku?! T-tidak mungkin, a-apakah d-dia suka kepadaku?!! T-tidak tenang dulu, jika dipikirkan baik-baik itu tidak akan mungkin, soalnya dia Yuna, Yuna yang polos yang tidak tahu apa-apa'.
"Y-ya, kalau begitu silakan tunggu dikamarku terlebih dahulu, aku akan mengambil beberapa minuman dan makanan, jadi tunggu sebentar di sini".
"Padahal kau tidak perlu repot-repot begitu, biar aku bantu".
"Tidak, kau tunggu saja di sini".
"Baiklah jika kau bersikeras".
Kamarnya cukup luas, saat ini aku duduk di atas sofa bed di dalam kamarnya.
Terlihat sebuah kerangka miniatur yang telah dia buat di atas meja.
Mungkin ini terdengar tidak sopan, tetapi aku berkeliling dan melihat-lihat kamarnya.
Untuk kamar seorang laki-laki ini terlihat cukup rapi.
Ruangannya bersih dan barang-barangnya di susun dengan rapi.
Kamarnya polos, tidak ada hiasan atau apa-apa di sini.
'Ini tidak sopan, lebih baik aku berhenti sebelum Steve kembali dari sini'.
Tetapi itu sudah terlambat, Steve sudah kembali dengan membawa makanan dan minuman di tangannya.
"K-kau sedang apa?"
"Hmm... maaf tidak sopan, aku sedikit penasaran dan tanpa ijin berkeliling di dalam kamarmu".
Kemudian aku meminta maaf kepadanya karena bersalah.
"Ya, jika kau penasaran, aku tidak keberatan jika kau ingin melihatnya".
"Tidak perlu, sebaiknya kita lanjutkan saja membuat miniaturnya".
"Ok".
Setelah itu kami melanjutkan untuk membuat miniatur sekolahnya, dan merapikan beberapa bagian kerangkanya.
'Berdua saja, di dalam kamar bersama Yuna, ini benar-benar yang terbaik'. Pikir Steve, hatinya merasa sangat senang sekarang.
Tetapi kesenangan itu tidak bertahan lama, setelah beberapa saat terdengar suara bel pintu, jadi Steve pergi untuk mengeceknya.
__ADS_1
Setelah beberapa saat, Steve kembali dengan membawa Astra dan Violet.
Violet pernah berkata kepadaku, jika Astra merupakan tetangganya, mungkin itulah sebabnya mereka bisa datang bersama.
"Halo, Violet, Astra".
"Hai Yuna, apa kau juga baru datang?"
"Tidak, aku datang sejak pagi".
"Uwah, kau datang awal sekali".
"Haha..."
[DING-DONG] *sfx suara bel pintu
Saat kami sedang berbicara, terdengar suara bel pintu lagi.
Steve pergi untuk mengeceknya dan kembali dengan wakil ketua kelas di belakangnya.
"Yo, kalian datang awal sekali". Sapa wakil ketua kepada kami
"Baiklah kalau semuanya sudah berkumpul, mari kita langsung memulai membuat miniaturnya".
Setelah itu kami membuat miniatur itu bersama-sama.
Kami membagi tugas kami, jadi pekerjaan dapat selesai lebih cepat dan efektif.
Kami bersenang-senang dalam membuatnya, aku juga jadi lebih mengenal wakil ketua, dia orang yang cukup baik dan mudah bergaul seperti Steve.
Tidak terasa waktu berlalu dengan cepat dan saat ini sudah sore, kami berbicara banyak hal mengenai sekolah saat sedang membuat miniatur sekolah.
Akhirnya miniatur sekolah pun selesai di buat.
"Fiuh... akhirnya selesai juga". Ucap Violet menghela nafasnya.
"Ya, kau benar, sekarang juga sudah sore, Violet ayo kita pulang".
"Ya, kalau begitu, Steve, Yuna dan Margaret, kami permisi dulu".
"Ya, kalau begitu kalian hati-hati saat pulang".
"Terima kasih Yuna". Ucap Violet kepadaku.
"Kalau begitu aku juga, aku telah dijemput oleh ayahku". Ucap Margaret melanjutkan, sepertinya dia akan pulang dengan ayahnya.
"Bagaimana denganmu Yuna?" Tanya Astra kepadaku.
"Aku akan pulang dengan kakakku nanti".
"Ok, kalau begitu kami pulang dulu".
Setelah itu mereka semua pergi menyisakan aku dan Steve di dalam kamarnya.
"Hei Steve".
"Y-ya?"
"Boleh aku meminjam HandPhone dan Go-mail-Mu untuk menghubungi kakakku?"
"Ya, tentu saja".
"Terima kasih".
Setelah itu aku menghubungi kakakku untuk menjemputku, dan kakakku segera datang setelah beberapa menit.
"Kalau begitu kami pulang dulu Steve, terima kasih telah menjaga adikku".
"Ya, sama-sama senior".
"Kalau begitu, sampai jumpa Steve". Ucapku kepada Steve dan kami pun berjalan pergi.
__ADS_1
"Sampai jumpa".