
[KRING-KRING] *sfx suara deringan jam
"Hey, Yuna bangun, sampai kapan kau ingin tidur? Ini sudah jam 8".
Terlihat Yuno yang sedang mengguncang tubuh adiknya.
"Urgh... berisik! Aku akan bangun 5 menit lagi!".
"Eh?"
Tetapi dia mendapatkan jawaban yang tidak terduga dari adiknya.
'Kenapa dengan adikku? Biasanya dia akan langsung bangun jika aku bangunkan'.
"Jika kau tidak bangun maka kau akan segera terlambat".
Meskipun mendapatkan penolakan, Yuno tetap tidak menyerah untuk membangunkan adiknya.
"Aku bilang tunggu sebentar! Berisik sekali... Aku bisa bangun sendiri".
'Berisik sekali kakak, aku juga tahu hari ini aku sekolah, aku tidak butuh dibangunkan, aku bisa melakukannya sendiri'. Pikir Yuna yang merasa terganggu dengan kakaknya yang terus mengganggunya dan menyuruhnya bangun.
Merasa terganggu, aku membuka mataku, dan terlihat kakakku sedang mengintip dari atas tangga.
Aku pun bangun dari tidurku, dan saat aku akan meninggalkan tempat tidurku, aku merasa ada yang aneh dengan tubuhku.
"Ouch..., Sakit".
Tiba-tiba saja daerah di sekitar perutku terasa sangat sakit, tubuhku panas dan sedikit pusing di kepalaku, serta perutku juga sangat mulas.
"Hmm? Kau baik-baik saja Yuna?"
"Mungkin... aku hanya merasa sedikit sakit perut".
"Apa kau makan terlalu banyak tadi malam?"
"Apa maksudmu makan terlalu banyak? Apakah kau ingin bilang bahwa aku gendut?!"
"T-tidak bukan maksudku itu..."
"Minggir! Aku ingin ke kamar mandi, kau menghalangi jalanku".
Aku menatap tajam kakakku, melihat tatapanku dia segera menundukkan kepalanya ketakutan dan memberiku jalan.
'Entah mengapa Y-yuna sangat menakutkan hari ini...'. Pikir Yuno saat melihat tingkah laku adiknya hari ini.
Tanpa pikir panjang Yuna pun masuk ke dalam kamar mandi.
'Huh, entah mengapa aku sangat kesal dengan kakakku, dan kenapa aku menjadi mudah marah begini?'
Yuna bingung dengan keadaannya sendiri saat ini, sebelumnya dia belum pernah bersikap kasar terhadap kakaknya, dan dia sedikit memiliki perasaan bersalah kepada kakaknya.
Karena perutnya juga sudah sangat mulas dan sakit, dia pun tidak dapat menahannya lagi, selain itu dia merasakan aneh di bawah, bagian 'itu' terasa basah saat ini.
Tanpa pikir panjang dia pun membuka pakaiannya untuk mengeceknya.
__ADS_1
"Eh?!"
Tetapi apa yang dia lihat adalah warna merah dari darah yang keluar dari bawah sana.
Melihat itu, perlahan-lahan wajahnya menjadi pucat, dan kakinya mulai bergetar.
Karena trauma dari kehidupan sebelumnya, dia menjadi takut saat melihat darah.
"KYAAAAAAAAA! A-APA INI?!?!?!?!"
Karena panik dan terkejut dia pun berteriak sekeras mungkin, kaki kecilnya yang gemetar pun sudah tidak kuat lagi menopang tubuhnya, menyebabkannya jatuh ke bawah dengan posisi duduk.
"HEY YUNA, APA YANG TERJADI DI DALAM? APA KAU BAIK-BAIK SAJA?"
[TOK-TOK-TOK-TOK-TOK] *sfx suara ketukan pintu yang keras
Terdengar suara ketukan yang sangat keras dari luar pintu, saat mendengar adiknya berteriak dari dalam kamar mandi, membuat Yuno menjadi sangat cemas dan panik.
Dia takut sesuatu yang buruk terjadi pada adiknya.
Dia berusaha menerobos masuk ke dalam kamar mandi tanpa pikir panjang, tetapi sayangnya pintunya di kunci dari dalam, dan membuatnya tidak dapat masuk.
"Kenapa? Ada apa dengan Yuna?"
Ibunya yang khawatir pun menghampiri Yuno dan bertanya mengenai keadaan Yuna, berharap mendapatkan jawaban darinya.
Karena posisi kamar mandi yang dekat dengan dapur, membuat suara Yuna terdengar sampai di sana, dan membuat ibunya yang saat ini berada di dapur pun mendengarnya.
"A-aku tidak tahu, tiba-tiba dia berteriak saja, dan aku sudah bertanya kepadanya tetapi tidak ada jawaban dari dalam!"
"Hey Yuna apa yang terjadi? Beritahu ibu!"
Setelah beberapa saat mendengar suara ibunya, Yuna pun membuka pintunya dan mengintip dari dalam dengan kepalanya saja yang terlihat.
"D-darah..."
"Ah... begitu..."
"...?..."
Seolah memahami maksud putrinya, Yuka hanya bisa tersenyum melihat tindakannya, sedangkan Yuno hanya bisa bingung dan tidak mengerti mengapa ibunya tiba-tiba menjadi tenang dan tersenyum.
"Yuno".
"Ya ibu?"
"Kau berangkat terlebih dahulu saja ke sekolah".
"Eh? Bagaimana dengan Yuna".
"Sudah, berangkat saja, serahkan Yuna pada ibu, ini adalah urusan antara wanita".
"Eh? Ya... baiklah jika begitu".
Menuruti perkataan ibunya, Yuno pun segera bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah terlebih dahulu.
__ADS_1
"Baiklah Yuna, tunggu sebentar di dalam kamar mandi, ibu akan pergi mengambil sesuatu sebentar".
"Hmm".
Yuna hanya mengangguk atas perkataan ibunya, sedangkan ibunya mulai berjalan pergi darinya.
'Aku tidak pernah membayangkan bahwa ini akan terjadi padaku, meskipun aku tahu hal ini pasti akan segera terjadi...'.
Setelah sedikit tenang, Aku menyadari bahwa kejadian yang aku alami saat ini bernama menstruasi.
Ini wajar saja mengingat bahwa aku adalah seorang perempuan saat ini, apalagi dengan umur tubuhku yang sudah menginjak masa puber.
Siapa sangka bahwa aku yang dulunya adalah seorang laki-laki mengalami hal ini.
Ini benar-benar membuatku merasa sangat aneh, malu, bingung, dan menimbulkan perasaan aneh lainnya yang tidak dapat aku jelaskan.
Aku mulai menyadari bahwa sebagian perasaanku masih belum menerima aku menjadi seorang perempuan saat ini.
Aku juga tidak menyangka mengalami menstruasi akan sesakit ini.
Padahal saat di kehidupan sebelumnya aku menganggap para perempuan terlalu berlebihan saat mengalami menstruasi, tetapi saat aku mengalaminya sendiri, Aku sadar bahwa tindakan mereka wajar jika mengalami hal ini.
Mungkin saat ini aku sendiri yang berlebihan saat mengalami hal ini, Aku bahkan sampai berteriak dengan keras ketika melihat darahku sendiri.
Saat melihat darahku tadi, tidak tahu mengapa aku merasa sangat takut, dan tanpa sadar aku membayangkan kejadian yang aku alami pada malam itu, malam saat aku meninggal.
"Maaf telah membuatmu menunggu Yuna, apakah boleh ibu masuk ke dalam".
Suara ibu memecahkan kesunyian, aku sadar dan menatap ibu, dan terlihat terdapat sesuatu di tangannya, itu benda dengan kemasan berwarna putih dan berbentuk persegi, Aku tidak tahu apa isi di dalamnya, sepertinya itu yang ibu ambil saat dia bilang akan pergi mengambil sesuatu.
"Ya... apa itu ibu?"
"Ini?"
"Ya".
"Ini pembalut".
"..."
'Ya, aku sudah menduganya'.
Setelah itu ibu pun masuk ke dalam kamar mandi.
Lantai kamar mandi penuh dengan darah, dan masih terdapat sedikit darah yang menempel pada kemaluanku.
Ibu terus menatapku, dan itu membuatku malu, sehingga aku menutupi tubuhku dengan tanganku.
"Ya, aku sudah menduganya ini akan segera terjadi putriku, dan sepertinya kau sudah mengerti apa yang terjadi pada dirimu sendiri".
"Ya... aku sudah mempelajarinya di sekolah".
'Aku tidak berbohong, meskipun aku juga sudah mengetahuinya sejak kehidupanku sebelumnya'.
"Ara~ ternyata putri ibu sangat pintar, tapi siapa sangka saat ini putri ibu sudah dewasa, aku merasa kau masih bayi kemarin, waktu benar-benar berjalan dengan cepat, ibu tidak sabar untuk menggendong cucuku darimu".
__ADS_1
"..."
'Itu tidak akan terjadi'.