Aku Bereinkarnasi Tetapi Menjadi Seorang Gadis?!

Aku Bereinkarnasi Tetapi Menjadi Seorang Gadis?!
Chapter 20. Wali Kelas Energik


__ADS_3

Tempat di barisan dekat jendela semuanya sudah terisi dengan orang, karena tidak ada tempat lagi di barisan ini jadi Violet memutuskan untuk duduk di barisan di samping tepat di sampingku, dilanjutkan dengan Astra yang duduk di belakang Violet dan Steve yang duduk di barisan paling depan.


Tanpa menunggu lama semua kursi di kelas ini sudah terisi dengan orang.


Setiap kelas berjumlah 35 orang.


Suasana kelas saat ini cukup ramai, orang-orang saling berkenalan satu sama lain begitu juga dengan Steve, sepertinya dia mudah sekali bergaul dengan seseorang, untuk Astra dia hanya sibuk membaca bukunya dan saat ini aku sedang mengobrol dengan Violet, aku bercerita mengenai aku yang telah mencari dan menunggu mereka semua.


"Ahh, saat itu kami ke kantin sekolah untuk beristirahat."


Violet mengatakan bahwa mereka berada di kantin pada saat itu.


Saat kami semua sedang asyik mengobrol dan berkenalan satu sama lain, terdengar suara pintu terbuka dan terlihat seorang wanita memasuki kelas.


Semua orang kemudian langsung pergi ke tempat duduk masing-masing.


Wanita itu memiliki rambut pendek sebahu dengan warna abu-abu, matanya yang berwarna silver juga memberikan kesan tatapan yang tajam, dia juga menggunakan kacamata yang membuatnya terlihat dewasa.


Dia menggunakan rok span berwarna coklat susu dan baju berwarna hitam, itu jelas-jelas bukan seragam sekolah ini.


Dia lebih tinggi daripada kami dan penampilannya juga sedikit lebih tua daripada kami, mungkin jika dilihat dari wajahnya dia seperti wanita berusia sekitar 20 tahunan.


Kemungkinan besar dia merupakan wali kelas kami.


Berjalan masuk, melangkah ke meja guru dan meletakkan barang bawaannya, kemudian dia berdiri di depan kami semua.


Menatap dalam hening, saat ini kami semua sedang menunggu kata-kata dari wanita ini.


"Yo..." Dia menyapa kami dengan menunjukkan telapak tangannya kepada kami.


Tetapi hanya ada keheningan yang menyelimuti kelas ini.


' ' ' ' ' ' Ada apa dengan wanita ini? ' ' ' ' '


Mungkin itu yang dipikirkan seisi kelas saat ini.


Saat ini keadaan kelas benar-benar canggung.


"Ehem" wanita itu berusaha memecahkan keheningan ini dan kemudian melanjutkannya dengan memperkenalkan dirinya .


"Aku merupakan wali kelas kalian, kelas 1-1, namaku adalah Linda Orto D'euc, kalian juga bisa memanggilku Kak Linda, aku tidak keberatan dengan itu." Dia mengucapkannya dengan wajah yang tampak membanggakan dirinya, bukankah harusnya kau dipanggil Bu Guru atau Bu Linda mungkin? Sepertinya dia ingin dipanggil seperti itu agar terlihat muda, tetapi tidak bisa dipungkiri dia memang terlihat muda secara penampilannya.


Atau apakah usianya lebih tua dibandingkan penampilannya sehingga dia ingin dipanggil seperti itu? Aku juga tidak tahu.

__ADS_1


"Aku tinggal di distrik Elyps nomor 342 tidak jauh dari pusat kota, jadi kalian bisa sesekali bermain dan berkunjung ke rumahku, owh dan juga aku lahir tanggal 23 bulan ke sembilan jadi aku akan menunggu hadiah dari kalian semua, dan juga nomor teleponku adalah 765*******." Dia memperkenalkan dirinya sambil mencatat beberapa informasinya di papan tulis.


"Ya baiklah sepertinya sudah cukup, apakah ada yang ingin bertanya mengenaiku? Misalnya mengenai warna favorit atau makanan favorit? Aku akan menjawab semuanya!!!" Dia mengatakannya dengan sangat semangat dengan tangan direntangkan ke atas.


"Ngomong-ngomong aku juga belum memiliki pasangan jadi kalian masih memiliki kesempatan anak muda, ahh tapi aku tidak menyukai orang yang umurnya di bawah diriku, jadi sepertinya kalian tidak memiliki kesempatan, ahh sungguh sayang sekali." Dia mengatakannya sambil memeluk dirinya sendiri dengan wajah yang tampak sedih


'Orang ini benar-benar tidak waras.'


Kesan yang dia tunjukkan benar-benar berbanding terbalik dengan penampilannya yang anggun, ternyata dia adalah orang yang energik dan penuh semangat.


"Berapa umurmu Bu Guru?" Kemudian salah satu murid laki-laki di kelas bertanya kepadanya.


Ah tidak sepertinya anak itu bertanya sesuatu hal yang tabu.


Melihat ekspresi Bu Linda yang mulai berubah menjadi suram, dan langsung kehilangan energi sebelumnya, benar-benar seperti orang yang berbeda.


Kemudian dia tersenyum dengan wajah mengerikan kepada anak itu.


"Hiiii!" Anak itu berteriak sedikit ketakutan.


"Apa maksudmu dengan menanyakan umurku, bukankah sudahku bilang aku masih mudah hah?!" Sepertinya perasaannya menjadi buruk seketika.


Sepertinya membicarakan umur adalah hal yang tabu dan sensitif, jika aku jadi anak itu aku tidak akan bertanya.


"I-itu m-maksudku.., erm..." anak laki-laki itu panik dan mulai bingung karena di tatap dengan intens dengan Bu Linda.


Merasa kasihan dengan anak itu, kurasa aku akan membantunya sedikit.


'Hm... karena dia tidak ingin terlihat muda mungkin aku akan memanggilnya dengan sebutan Kak.'


Kemudian aku meneguhkan hatiku dan mengangkat tanganku untuk berbicara.


"Erm... kak Linda, kami ingin mengetahui umurmu agar dapat menaruh lilin yang sesuai dengan umurmu, kau tahu kan? Lilin yang yang bertuliskan angka agar sama dengan usia seseorang?" Aku menjelaskannya kepada Bu Linda bahwa itu bertujuan untuk membelikannya lilin angka yang sesuai dengan umurnya.


Kemudian dia menatap tajam kepadaku.


(****Tatap****...) terus menatap...


Terdapat keheningan sesaat sebelum akhirnya dia membuka mulutnya.


"Owh... ternyata seperti itu, kalian ternyata anak yang sangat baik, bahkan berencana memberikanku kue. Hweeeeeeee... hiks... hiks..." Suasana hati dan ekspresi wajahnya langsung berubah seketika, bagaikan hujan badai yang seketika berubah menjadi langit cerah dengan pelangi dan kemudian hujan, sangat tidak bisa ditebak.


Bahkan badan klimatologi seluruh dunia tidak akan ada yang bisa menebak perubahan cuaca dalam hatinya.

__ADS_1


Dia sekarang menangis dengan terisak-isak seperti anak kecil dan tampak bahagia.


Anak laki-laki yang ku tolong juga menatapku dengan tatapan berbintang dan kagum di matanya.


Setelah menangis beberapa saat, hujan berhenti dan kemudian menjadi cerah kembali.


"Ehem... Baiklah karena aku sudah selesai memperkenalkan diriku selanjutnya sekarang giliran kalian, yeyyy!!! Dimulai darimu anak yang bertanya umurku."


"Eh? Eeehhh?!!!"


"""""Hahahahahaha""""""


Seisi kelas tertawa dengan interaksi mereka berdua, dan kemudian memecahkan suasana canggung dan hening di dalam kelas.


Kemudian masing-masing dari kami dipanggil ke depan kelas untuk memperkenalkan diri masing-masing.


Kami ditunjuk satu-satu olehnya dan sambil menunjuk kami dia memanggil kami dengan sebutannya sendiri, seperti. "Selanjutnya kuncir kuda di sana", "Heii rambut ungu", "Gadis kacamata." "Pria otot" dan lainnya.


Dia memberikan kami masing-masing dengan julukan, tetapi tidak sampai menghina fisik kami.


Sepertinya dia ingin menjadi lebih dekat dengan kami.


'Ternyata dia guru yang sangat baik.'


Kemudian akhirnya tiba waktuku giliran untuk ditunjuk.


"Hei, ermm selanjutnya kau gadis kecil."


'Aku tarik kembali sebelumnya ucapanku.'


Orang ini sungguh tidak waras, apa maksudnya dengan gadis kecil? Kemudian aku mendengar ada beberapa orang yang tertawa tetapi setelah aku melihatnya mereka terdiam, bahkan Violet juga mentertawakannya.


'Urghh...'


Tanpa sadar alisku berkedut sedikit, tetapi aku tetap mempertahankan senyumku.


Kemudian aku berjalan ke depan dan memperkenalkan diriku.


"Perkenalkan, namaku Yuna Halliwell, dan saat ini aku berumur 12 tahun, dan hobiku adalah menggambar dan mendengarkan musik." Aku selesai dengan perkenalan singkat.


Setelah itu semua orang telah ditunjuk dan memperkenalkan dirinya, dan bahkan mendapatkan julukannya masing-masing saat ini.


'Sepertinya aku mendapatkan wali kelas yang luar biasa, ya... meskipun sedikit merepotkan.'

__ADS_1


__ADS_2