Aku Bereinkarnasi Tetapi Menjadi Seorang Gadis?!

Aku Bereinkarnasi Tetapi Menjadi Seorang Gadis?!
Chapter 22. Pelecehan


__ADS_3

Sudah seminggu sejak aku mulai bersekolah.


Aku sudah mulai terbiasa dengan lingkungan sekolah yang baru, dan berkenalan dengan beberapa orang di kelasku.


Aku juga sudah mulai menyerahkan laporan keuangan kepada wali kelasku.


Sebelumnya aku mengalami beberapa kesulitan dalam menagih uang kas ke teman sekelasku.


Saatku tagih akan ada berbagai macam alasan dari mereka agar tidak membayar, seperti "aku telah menggunakannya", "uangku telah habis", atau "besok saja".


Itu membuatku kesal, jadi aku melaporkannya ke Bu Linda, dan saat itu menagih uang kas menjadi mudah, bahkan tidak perlu kutagih dan mereka akan datang sendiri kepadaku untuk membayarnya, entah apa yang Bu Linda lakukan kepada mereka.


Dalam satu minggu ini, kolong mejaku dipenuhi oleh surat-surat cinta, jujur aku tidak tahu harus bagaimana, aku belum pernah menerimanya sebelumnya.


Bahkan dalam kehidupanku sebelumnya sebagai seorang laki-laki, aku belum pernah sama sekali menerima sebuah pernyataan cinta, dan masa-masa manis di sekolah, yang kualami hannyalah masa-masa pahit yang tidak ingin kuingat lagi.


Membayangkan aku menerima pernyataan cinta dari seorang laki-laki membuatku bergidik.


Saat membaca isi surat dari mereka, itu membuatku cukup malu, kata-kata mereka benar manis dalam merayu.


Bahkan ada beberapa orang yang menyatakan perasaannya secara langsung, bahkan di dalam kelas sekalipun.


"Jadilah pacarku!"


Ucap seorang murid laki-laki di dalam kelasku, itu membuatku terkejut karena dia melakukannya di depan umum.


Dia berbungkuk dengan sudut 90 derajat kepadaku dengan tangan kanannya yang direntangkan ke depan.


Itu membuatku merasa tidak enak menolaknya di depan umum, meskipun begitu aku tidak bisa menerimanya, jadi aku menolaknya secara halus.


"Maaf, aku... belum ingin berpacaran, jika mau kau bisa menjadi temanku."


Itulah yang aku katakan, aku harap itu tidak melukai perasaannya.


Selain di dalam kelas, aku juga mendapatkan pernyataan cinta setelah pulang sekolah, di salah satu isi suratnya dia menyuruhku untuk bertemu di belakang gedung sekolah.


Jadi aku pergi untuk menolaknya.


"Aku sudah memerhatikanmu cukup lama, semakin aku melihatmu itu membuatku semakin cinta kepadamu, senyummu yang indah sampai melelehkan hatiku yang beku, Yuna... aku suka kepadamu, kumohon jadilah pacarku!"


Kata-kata manis keluar dari mulutnya, itu benar-benar memalukan, bahkan dia membawa bunga untukku, itu membuatku semakin tidak enak jika menolaknya, meskipun seperti itu aku harus tetap menolaknya.


"Aku minta maaf, untuk saat ini aku belum ingin berpacaran, jika kau mau... kita bisa berteman".


Aku mengatakannya kepadanya dan pergi setelah itu.


Aku tidak tahu bagaimana ekspresinya setelah itu karena aku tidak melihatnya, aku benar-benar berharap kata-kataku tidak melukai hatinya, mungkin saat ini hatinya sedang sakit karena tertolak olehku.


Sejak saat itu pernyataan cinta satu demi satu datang kepadaku, bahkan beberapa senior juga menyatakan perasaannya kepadaku, jadi aku menolak semuanya.


"Huh......."


Aku menghela nafas lelah, dan membaringkan kepalaku di meja.


"Sepertinya kau cukup kerepotan Yuna".


Ucap Violet di sampingku dengan wajah khawatir.


"Ya, mereka datang satu persatu tanpa henti, bahkan mereka mengirimkan beberapa pesan ke alamat Go-mailku, entah bagaimana mereka mendapatkannya".


"Tapi meskipun begitu, kau tetap menjawab pernyataan mereka semua dan menolaknya, bukankah kau bisa mengabaikannya?"


"Urgh... aku hanya merasa tidak ingin melukai perasaan mereka".


'Meskipun begitu, sepertinya perasaan mereka tetap terluka karena aku menolaknya'.


"Hahaha, kau terlalu baik Yuna".

__ADS_1


Violet tertawa kecil ketika mendengar jawabanku.


"Ini hanya untuk kepuasan diriku sendiri".


...........


[TETTT TETTT SELURUH PELAJARAN HARI INI TELAH SELESAI, SAMPAI JUMPA BESOK PAGI DENGAN SEMANGAT BELAJAR BARU TETTT TETTT]


Dengan itu seluruh kegiatan pembelajaran berakhir pada hari ini.


Murid telah diperbolehkan untuk pulang, tetapi ada beberapa murid yang memiliki kegiatan ekskul pada hari ini, termasuk dengan teman-temanku.


Violet mengikuti ekskul fotografi, Astra mengikuti ekskul Majalah Dinding, dan Steve mengikuti ekskul basket.


Sedangkan aku tidak mengikuti ekskul apa pun, aku telah melihat demo ekstrakurikuler yang diadakan beberapa hari yang lalu, tapi tidak ada yang membuatku tertarik sama sekali.


Andro juga mengikuti ekskul basket seperti kakakku, jadi hari ini aku akan pulang sendirian ke rumah.


Aku berjalan ke halte bis terdekat dari sekolah untuk menaiki bis ke rumahku.


Di halte sudah terdapat cukup banyak orang, dan beberapa orang tersebut merupakan murid dari SMP Casolie.


Tidak ada yang aku kenal di antara orang-orang itu.


Setelah itu bis datang dan berhenti di halte, aku pun kemudian menaiki bis tersebut.


Saat aku masuk, semua tempat duduk di dalam bis sudah terisi, itu terpaksa membuatku berdiri.


Pintu bis pun tertutup dan bis mulai melaju, dan aku berpegangan pada salah satu pegangan di dalam bis agar tidak terjatuh.


'Haa... hari ini cukup melelahkan...'


Aku cukup lelah hari ini, tetapi bukan lelah yang bersifat fisik, ini merupakan kelelahan mental.


Menolak pernyataan yang datang satu per satu itu cukup merepotkan, serta aku terus memasang senyum di wajahku.


'Eh...?'


Saat aku sedang termenung, tiba-tiba saja ada sebuah sensasi sentuhan di bokongku.


Awalnya aku mengabaikannya, aku mengira seseorang tidak sengaja menyentuhnya, tetapi itu tidak berhenti dan sentuhan itu terus berlanjut.


'P-pelecehan! SIALAN!'


Aku menengok ke belakang untuk mencari pelakunya, tetapi aku tidak tahu siapa yang melakukannya karena kerumunan yang sangat ramai.


Kemudian aku berusaha menutup rokku dan menyingkirkan tangan yang berusaha menyentuhku, tetapi pelecehan itu tetap tidak berhenti dan semakin menjadi-jadi.


"HENTIKANNN! Siapa itu?!"


Karena sudah kehilangan kesabaran aku berteriak ke sekitarku, berharap orang itu takut dan berhenti melecehkanku, dan ternyata benar orang itu berhenti melakukannya.


Orang-orang di sekitarku kemudian melihat ke arahku, dan itu malah membuatku gugup dan malu sendiri.


"Kenapa dengan gadis itu?"


"Kenapa dia berteriak?"


"Berisik sekali".


Terdengar suara-suara orang-orang di sekitarku yang menganggapku aneh.


Setelah itu mereka mengalihkan pandangannya seakan tidak peduli lagi denganku.


'Eh...?'


Sesaat setelah itu tindakan pelecehan kepadaku kembali berlanjut, dan makin menjadi-jadi.

__ADS_1


"Urghh... t-tidakk, k-kumohon hentikan t-tolong...'


Mataku mulai berkaca-kaca dan aku ingin menangis, aku sangat takut.


'S-siapa pun tolong aku'.


"HEII! HENTIKAN ITU!"


Tiba- tiba terdengar suara anak laki-laki dari belakangku, dan itu merupakan anak berambut biru yang aku tabrak saat hari pertama sekolah.


Anak laki-laki itu berdiri di belakang Yuna dan dia sedang memegang tangan seseorang yang sepertinya merupakan tangan pelaku dari pelecehan tersebut, kemudian dia menarik tangan tersebut dan seseorang keluar dari kerumunan.


Orang tersebut merupakan seorang pria paruh baya kurus dengan seragam kantor.


Terkejut karena aksinya ketahuan, pria itu kemudian menepis tangan anak laki-laki itu, dan terjadi keributan di dalam bis.


"Aku akan melaporkanmu ke polisi karena melakukan pelecehan".


Anak itu mengancam pria itu dengan mengatakan akan melaporkan tindakannya.


Orang-orang di sekitar menatap pria itu dengan ekspresi jijik dan beberapa perempuan di dalam bis menunjukkan ekspresi takut dengan pria itu.


"Dasar orang mesum".


"Jijik".


"Tidak tahu malu."


Itulah kata-kata orang sekitar terhadap pria itu, dan membuat pria itu semakin gelisah.


"TIDAK! BUKAN AKU YANG MELAKUKANNYA! KAU SALAH ORANG!"


Pria itu berteriak dan berusaha menyangkal anak laki-laki itu.


"Hah? SUDAH JELAS-JELAS KAU MELECEHKAN GADIS INI, AKU MELIHATNYA SENDIRI!".


"KAU MUNGKIN SALAH LIHAT! Aku tidak melakukan apa pun dari tadi!"


"Lalu kenapa gadis ini ketakutan saat ini? Apakah kau mau menyangkal lagi?"


"GADIS INI YANG ANEH! Dia hanya berteriak tidak jelas dan sekarang ketakutan sendiri! Lihat saja!"


Mereka berdua terus beradu mulut dan kata-kata, dan orang-orang di sekitar hanya menyaksikannya saja karena mereka masih sedikit ragu untuk membantu.


[BUKKK] *Sfx suara pukulan


Kemudian sebuah pukulan meninju wajah pelaku pelecehan tersebut.


Pukulan itu datang dari seorang pria dewasa di sekitar yang tidak di kenal.


"HEI! DASAR ORANG MESUM! Tidak mungkin gadis itu takut karena sesuatu yang tidak jelas, dan jika ada itu pasti kau yang melakukan pelecehan!"


"Benar juga".


"Dasar bejat".


"Mari tangkap dia!"


Dengan tindakan dan perkataan pria itu, orang-orang di sekitar yang sebelumnya masih ragu kemudian mulai tergerak untuk menangkap dan memukuli pelaku.


Tetapi sayang sekali, keberuntungan sedang berpihak kepada pelaku.


Sopir bus yang terlambat menyadari keributan di belakang menghentikan bis di halte terdekat, dan pintu di dalam bis terbuka.


Pelaku yang panik dan melihat pintu bis terbuka berusaha berlari ke luar.


Orang-orang di sekitar berusaha menghentikannya, dan kerah jas pelaku tersebut berhasil di pegang oleh salah satu pria di sekitar.

__ADS_1


Pelaku tersebut tidak berhenti begitu saja, kemudian dia melepas jasnya dan berhasil berlari keluar bis.


__ADS_2