Aku Bereinkarnasi Tetapi Menjadi Seorang Gadis?!

Aku Bereinkarnasi Tetapi Menjadi Seorang Gadis?!
Chapter 33. Akhir Tahun dan Ulang Tahun Yuno


__ADS_3

Sudah 4 bulan berlalu, hari ini merupakan akhir tahun, dan salju turun pada saat ini.


Di luar sangat dingin, jadi saat ini kedua bersaudara Halliwell sedang berada di dalam rumah menikmati kehangatan yang nyaman.


Saat ini mereka berada di ruang tamu bersama, menonton acara akhir tahun sambil meminum secangkir teh hangat.


[Ya, mari kita lihat apa yang dibuat Pak Yokohazu... Wah! Dia membuat sebuah gelas kaca yang indah...] *sfx suara acara televisi 


"Aku yakin Pak Yokohazu yang akan menang, kau bisa melihat keterampilannya yang hebat saat mengolah kaca-kaca itu."


"Apa yang kau pikirkan kakak? Tentu saja, Pak Samsudin yang akan memenangkan perlombaan ini, kau bisa melihat desain unik yang di buatnya."


"Hahaha, mari kita lihat siapa yang akan memenangkannya, aku tetap yakin dengan Pak Yokohazu."


"Ya, mari kita lihat saja."


Kemudian, acara televisi pun sampai kepada penghujung acaranya dan mengumumkan nama pemenangnya.


[Pemenangnya adalah... Pak Samsudin!!!...] *sfx suara acara televisi


Pembawa acara televisi itu mengumumkan bahwa pemenangnya merupakan Pak Samsudin yang merupakan pilihan dari Yuna.


"Wehh!"


Yuno yang mendengarnya pun terkejut, tidak percaya apa yang baru saja didengarnya.


"Itu curang, apa-apaan teknik terakhir Pak Samsudin?! Dia meniup botol-botol kaca itu melalui lubang hidungnya!"


"Kau masih pemula kakak dalam acara seperti ini."


Ucap Yuna yang bangga dengan dirinya sendiri karena sudah berpengalaman dengan acara seperti ini. Saat berada di kehidupan sebelumnya dia sering menonton acara seperti ini, jadi bisa dibilang dia sudah cukup lama menekuni bidang ini.


"Hah... sudahlah, sebentar lagi ayah dan ibu akan pulang, mari kita bersihkan rumah ini sebelum mereka pulang." Ucap Yuno yang mengingatkan adiknya untuk membersihkan rumah.


"Yaa." Jawab Yuna dengan semangat.


........ ...


Hari ini merupakan ulang tahun kakak, dan sepertinya dia lupa dengan hari ulang tahunnya sendiri.


Sebelumnya Ayah dan ibu telah merencanakannya denganku untuk memberikannya sebuah kejutan ulang tahun untuknya.

__ADS_1


Jadi kami bekerja sama untuk membuat kejutan untuknya.


Tugasku saat ini adalah mengalihkan perhatiannya agar dia tidak mengingat hari ulang tahunnya, jadi aku mengajaknya menonton acara televisi tahun baru bersama-sama.


Kami menonton sebuah acara televisi mengenai perlombaan pembuatan kaca, itu acara yang cukup unik, tidak aku sangka di dunia ini juga mempunyai acara televisi seperti ini.


Setelah selesai menonton acara televisi itu, kami pun memutuskan untuk merapikan dan membersihkan rumah ini bersama-sama. 


Saat merapikan dan membersihkan rumah ini bersama-sama, kami membicarakan banyak hal.


"Yuna, bagaimana dengan sekolahmu akhir-akhir ini?"


"Semuanya berjalan cukup baik, dan aku bersyukur mempunyai teman-teman yang baik di sekelilingku." Ucapku dengan tersenyum saat mengingat semua teman-teman di kelasku. 


"Ya, syukurlah." Balas kakak dengan wajah yang tersenyum juga.


Kemudian, setelah beberapa waktu berlalu, kami pun akhirnya selesai membersihkan dan merapikan rumah kami.


"Fiuh... akhirnya selesai juga." Ucap kakak sambil mengelap keringat di dahinya.


"Ya, rumah ini sudah terlihat sangat bersih." Balasku juga kepada kakak sambil mengelap keringatku mengikuti gerakan kakak. 


""Hahahaha""


"Ini sudah jam 6, jadi seharusnya mereka akan tiba sebentar lagi." Ucap kakak sambil melihat ke arah jarum jam. 


"Y-ya." Aku menjawabnya sambil menahan tawaku. 


"Hmm? Kau kenapa Yuna." Tanya kakak yang penasaran terhadap tingkahku. 


"T-tidak, aku tidak apa-apa." Jawabku sambil mengeleng-gelengkan kepalaku untuk meyakinkannya. 


"???" 


'Semoga saja dia tidak curiga.'


Sebenarnya, Ibu dan Ayah sudah berpesan akan pulang telat kepadaku, mereka bilang kepadaku bahwa mereka ingin membelikan sebuah kue kepada kakak saat perjalanan pulang mereka.


Mereka berpesan kepadaku untuk selalu mengalihkan perhatian kakak agar tidak menyadari rencana mereka untuk memberikannya sebuah kejutan. 


"Y-ya... kakak, sambil menunggu mereka berdua pulang, bagaimana jika kita mempersiapkan makan malam untuk mereka? Aku yakin mereka akan terkejut saat pulang." Ajakku kepada kakakku untuk mempersiapkan makan malam bersama dengan tujuan untuk mengalihkan perhatiannya.

__ADS_1


"Ya... sepertinya kau benar, sambil menunggu mari kita membuat makan malam bersama." Jawab kakakku kepadaku setelah berpikir sejenak.


 


'Fiuh... untung saja kakak tidak curiga.' Pikirku lega karena sepertinya kakak masih belum curiga kepadaku.


Ini bukan pertama kalinya aku membuat kejutan ulang tahun untuk kakak, di tahun-tahun sebelumnya, kami juga membuat kejutan untuk kakak dan itu selalu berhasil.


Jadi, kemungkinan kejutan ulang tahun kepada kakak untuk gagal adalah 0%.


Tidak ada kemungkinan untuk gagal sama sekali dengan kemungkinan untuk berhasil mencapai 100%, terlalu mudah membuat kejutan ulang tahun untuk kakak. 


Dia merupakan orang yang tidak terlalu peduli dengan sekitarnya dan hanya fokus kepada dirinya sendiri, jadi dia tidak terlalu memperhatikan sekitarnya.


Mungkin lebih tepat untuk menyebutnya sebagai orang yang tidak peka.


'Dasar laki-laki.' Pikirku yang merupakan seorang laki-laki sebelumnya.


"Jadi kau ingin memasak apa?" Tanya kakakku sambil mengecek persediaan di lemari pendingin.


"Hmm... bagaimana jika membuat stew seperti buatan Ibu?" Jawabku kepada kakakku sambil membayangkan stew buatan ibuku yang sangat lezat.


"Hahaha dasar, baiklah, mari kita membuat stew, bahan-bahannya juga tersedia di sini." Ucap kakak sambil mengeluarkan beberapa bahan dari dalam lemari pendingin.


"Ya... tapi bagaimana cara kita membuatnya? Aku belum pernah diajarkan oleh ibu untuk membuatnya, apakah kita akan membuatnya menggunakan resep yang tersedia di internet?


Tanyaku kepada kakak, meski aku menyarankannya membuat stew, itu hanya bercanda karena aku belum pernah membuatnya, tapi siapa sangka bahwa kakak akan menyetujuinya begitu saja.


"Itu tidak perlu, kita akan membuatnya persis seperti buatan ibu, jika aku tidak salah... resep stewnya Ibu simpan di lemari ini." Ucap kakak sambil mengambil sebuah kertas tua dari sebuah lemari di dapur. 


"Wah! Bagaimana kakak tahu? Aku bahkan belum pernah melihatnya." Ucapku terkejut dengan mata yang terbelalak. 


Aku yang bahkan selalu membantu ibu memasak saja tidak pernah tahu bahwa resep stew itu ada. 


Aku selalu mengira bahwa stew yang enak itu merupakan keahlian ibu dalam memasak.


Tapi siapa sangka? Terdapat sebuah kertas tua di dalam sebuah lemari dapur yang berisi resep dari stew buatan ibu, dan lebih terkejutnya lagi bahwa kakak yang jarang membantu ibu memasak tahu mengenai keberadaan kertas yang berisi resep ini?! Itu benar-benar tidak adil!


"Hahaha, saat aku pulang sekolah, aku tidak sengaja melihatnya saat ibu memasukkan sebuah kertas yang cukup mencurigakan ke dalam lemari ini, dan saat aku melihatnya, ternyata isi kertas itu merupakan resep untuk membuat stew yang selama ini ibu buat."


"Urgh... itu tidak adil."

__ADS_1


Ternyata itu hannyalah sebuah keberuntungan kakakku yang dapat menemukan resep itu.


__ADS_2