
Keesokan harinya aku bersekolah seperti biasanya, gejala dari menstruasiku sudah menjadi lebih ringan.
Seperti biasa, kami di jemput oleh Andro dan sopirnya yang bernama Sebas di depan pintu pagar kami.
"Yo, selamat pagi Yuna~ aku cukup khawatir tahu? saat kau tidak masuk kemarin, rasanya dunia seperti akan hancur kemarin."
Seperti biasa dia menyapaku dengan sapaan bodohnya, terkadang itu benar-benar sampai ke tahap yang menjengkelkan.
"Kekhawatiranmu sama sekali tidak berguna, sama sepertimu."
"Ghuakkk!"
Tanpa banyak basa-basi aku pun masuk ke dalam mobilnya.
'Ya, meskipun begitu, mobilnya cukup berguna.'
"K-kenapa dengan adikmu hari ini? Kata-katanya benar-benar sangat menusuk hari ini, hiks... ah rasanya dunia benar-benar hancur dan tenggelam saat ini."
"Sepertinya perkataan Yuna ada benarnya, dan biarkan dirimu tenggelam dalam lautan fakta."
Yuno pun berkata seperti itu kepada Andro, sebelum akhirnya dia masuk ke dalam mobil sama seperti Yuna.
"Ghuakk! K-kalian berdua m-memang sama saja...hiks, kenapa kalian berdua begitu kejam terhadapku..."
""Itu karena kau bodoh""
Ucap Yuna dan Yuno secara bersamaan dari dalam mobil.
"HUAAAA, Kalian berdua sangat kejam sekali terhadapku."
Andro pun berkata seperti itu sambil menangis dan masuk ke dalam mobil.
"Hohoho, sepertinya biasanya kalian semua sangat akrab."
Ucap Pak Sebas dari kursi mengemudi di depan.
Tidak lama kemudian, setelah Andro memasuki mobil, Pak Sebas pun mulai menyalakan mobilnya dan melaju pergi menuju ke arah sekolah.
Seperti biasanya di dalam mobil, Andro masih tetap di rundung oleh kedua bersaudara Halliwell.
Rundungan mereka masih dalam tahap wajar dalam pertemanan, justru membuat mereka terlihat lebih akrab dengan itu
Tidak lama kemudian, setelah kegiatan perundungan yang dilakukan oleh kedua bersaudara ini terhadap temannya, mereka semua pun akhirnya tiba di sekolah.
"Yuna jika kau butuh apa-apa, kau boleh mencariku dan-"
"Satu-satunya hal yang aku butuh kan adalah untuk pergi jauh darimu."
Setelah itu aku berjalan pergi dari mereka berdua.
"GHUAK! T-tidak Y-yunaaa! H-hei lepaskan aku!"
"Ayo kita pergi, kau benar-benar pembuat malu."
Orang-orang di sekitar mulai melihat mereka, dan mulai menganggap mereka orang aneh.
Mereka semua pun berpisah di lorong menuju ke arah kelas mereka masing-masing, tentu saja Andro diseret pergi oleh Yuno.
Setelah itu aku pun sampai di depan pintu kelasku, berdiri diam di depannya sebentar sebelum akhirnya aku membukanya.
[DREKKK] *sfx suara pintu geser terbuka
Aku pun membukanya, dan terlihat teman-temanku yang telah berada di dalam kelas yang datang lebih awal dariku.
Aku pun berjalan menuju tempat dudukku, menaruh tasku sebelum akhirnya menyapa mereka semua.
__ADS_1
Kemudian teman-temanku menanyaiku mengenai alasan aku tidak masuk sekolah kemarin, dan kemudian aku menjawab mereka dengan alasan bahwa aku tidak dapat masuk sekolah dikarenakan sedang sakit kemarin.
Setelah mendengarnya, mereka semua terlihat khawatir kepadaku.
"Apakah kau masih sakit sekarang?"
Tanya Violet di sampingku, dengan wajah yang lucu dan berkaca-kaca.
Sepertinya dia merupakan orang yang paling khawatir saat aku sedang sakit.
"Tenang saja, sekarang sudah tidak terlalu sakit."
Balasku agar tidak membuatnya khawatir.
"Jadi sekarang kau masih sakit?! Ah! Kami harus membawamu ke ruang UKS segera!"
"T-tenang, sekarang aku sudah tidak sakit lagiii."
"Benar?"
"Ya, benar."
"Umm, baiklah jika seperti itu..."
'Fiuh... tidak tahu mengapa Violet akhir-akhir ini terlihat mengerikan.'
Terkadang jika menyangkut diriku Violet bisa menjadi sedikit menyeramkan.
Sejak kejadian itu, dia menjadi sangat lengket kepadaku.
"Aku kira kau bangun terlambat kemarin."
Orang yang berbicara menyebalkan ini adalah Astra, mulutnya memang cukup pedas terkadang.
"Aku tidak pernah terlambat kau tahu? Aku adalah seorang murid teladan".
"Hee... tidak aku sangka kau dapat sakit juga..."
Orang yang berbicara menjengkelkan lainnya adalah Steve.
"Selama ini kau menganggap aku ini apa?"
"""Hahahaha""""
Tiba-tiba saja teman-teman di sekelilingku menertawaiku, aku tidak melihat sesuatu yang lucu.
"Apa yang kalian semua tertawakan?" Tanyaku kepada mereka semua.
"T-tidak, tidak ada apa-apa, mau bagaimana pun Yuna tetaplah Yuna" Ucap Astra menjawab pertanyaanku.
"Kau benar, Yuna tetaplah Yuna."
"W-wah!"
Tiba-tiba saja, Violet datang dan memelukku dengan erat.
"H-hwei lepwaskan a-akwu twidak dwapat bwernafas- Fwah! Fiuh..."
"Hahaha"
Sedangkan Steve hanya dapat tertawa melihat tingkah laku kami berdua.
"Sepertinya kalian semua cukup dekat".
Tanya wakil ketua kelas yang sedari tadi diam menyaksikan kami semua.
__ADS_1
'Jika aku tidak salah, namanya adalah... etto, siapa? Gawat aku lupa...'
Aku memang memiliki kebiasaan buruk mengingat nama dan wajah seseorang saat aku baru mengenal mereka.
"Tentu saja, kami semua adalah teman sejak Sekolah Dasar."
Jawabku kepada wakil ketua kelas, aku berusaha menghindari menggunakan kata-kata yang mengharuskanku menggunakan namanya, serta berusaha untuk tidak terlalu banyak berbicara kepadanya.
Tidak mungkin bukan aku bertanya kepadanya seperti "Kalau begitu kau berasal dari mana wakil ketua kelas?" Atau tidak mungkin juga aku tiba-tiba bertanya kepadanya "Siapa namamu wakil ketua kelas?" Setelah kami sudah mengerjakan tugas kelompok bersama.
Aku hanya perlu mendengarkan orang-orang memanggil namanya untuk mengetahuinya atau aku melihat nama di sampul bukunya.
"Wah... aku tidak menyangka kalian semua adalah teman sejak Sekolah Dasar, pantas saja kalian terlihat cukup akrab, dan juga kalian semua sangat beruntung dapat masuk ke kelas yang sama."
"Aha-ha-ha-ha, ya, begitulah."
Aku menanggapinya dengan suara tertawa yang cukup dipaksakan, aku tidak tahu harus menjawab apa lagi.
Tidak lama kemudian bel sekolah pun berbunyi.
[TETTT-TETTT, BEL TANDA MASUK TELAH BERBUNYI, UNTUK SELURUH MURID DIPERKENANKAN MEMASUKI KELAS, TERIMA KASIH, TETTT-TETTT]
Bu Linda pun memasuki kelas, tidak lama setelah itu kegiatan pembelajaran sekolah pun dimulai, dan kami semua pun belajar seperti biasanya.
..........
[TETTT-TETTT, BEL TANDA ISTIRAHAT TELAH BERBUNYI, UNTUK SELURUH MURID DIPERKENANKAN UNTUK BERISTIRAHAT, TERIMA KASIH, TETTT-TETTT]
Bel istirahat pun berbunyi menandakan waktu untuk beristirahat.
Para murid pun segera pergi ke kantin sekolah untuk mengisi perut mereka yang kosong akibat kegiatan pembelajaran.
Beberapa murid memilih tetap berada di kelas karena membawa bekal dari rumah atau memang karena tidak lapar.
Juga terdapat beberapa murid yang keluar bukan karena ingin ke kantin melainkan terdapat hal lain yang harus di lakukan.
Tetapi sebelum murid di kelasku dapat keluar dari kelas, aku memberhentikan mereka semua untuk menagih uang kas.
Jangan harap aku melupakannya hanya karena aku tidak masuk kemarin.
Ya, meskipun aku juga lupa menagihnya saat pagi tadi, dan seperti biasanya juga, terdapat beberapa murid yang beralasan untuk tidak membayar uang kas.
Tetapi kali ini jawabannya sedikit lebih bervariasi karena aku tidak masuk kemarin, dan mereka menjadikannya alasan untuk tidak membayar uang kas.
Seperti, "Aku lupa membawanya hari ini", atau "Padahal aku sudah mempersiapkannya kemarin." , dan dilanjutkan dengan "Ya, kemarin kami telah mempersiapkannya, khusus untuk membayar uang kas." Serta, "Ya, sayang sekali kau tidak masuk kemarin."
Itu benar-benar cukup menjengkelkan, rasanya aku ingin mengundurkan diri dari pekerjaan ini, dan juga tidak ada bagusnya menjadi seorang bendahara, itu hannyalah pekerjaan dengan risiko.
Kau harus bertanggungjawab penuh atas uang-uang yang telah dipercayakan, dan jika hilang maka itu tanggung jawab seorang bendahara.
Belum lagi, aku harus menagih orang-orang menyebalkan ini.
"Selalu saja, selalu saja, aku sudah bosan mendengar alasan kalian! Saat aku akan menagihnya kalian selalu beralasan, tetapi kemudian setelah itu aku akan melihat kalian membawa makanan dari kantin, lalu dari mana uang yang kalian dapatkan?! Apakah kalian mencurinya?!
"A-anu-"
"Apa?! Hah?!"
"Hii!!"
"Argh! Sudahlah! Aku akan membiarkan kalian lolos kali ini, tetapi jika kalian masih mengulanginya besok, jangan harap kalian dapat melihat Rasiel (Matahari) terbit lagi."
Tidak ada pilihan lagi, percuma saja aku memaksa mereka, kali ini aku akan membiarkan mereka lolos hari ini
""""Ya.""""
__ADS_1
Setelah menjawab dengan bersamaan, mereka semua pun lari dari sini.