
bismillahirrahmanirrahim......
Selamat membaca tulisan recehan ku 🤭🤭
❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Pelayan toko itu menunjukkan beberapa kalung kepada Litha. Karena terlalu banyak nya kalung mata Litha sampai keder melihatnya dan bingung harus pilih yang mana. Litha melihat Damian yang berdiri di belakangnya.
"Pilih saja yang menurut kamu bagus..."
Litha kembali melihat beberapa kalung di depannya, akhirnya dia menjatuhkan pilihan nya pada kalung kecil dan liontin berbentuk love simpel tapi cantik.
"Aku pilih yang ini aja mbak!" Ujarnya dengan pelan.
"Pilihan yang bagus sekali nona, ini model terbaru, meskipun nampak sederhana tapi butiran berlian kecil yang ada di sekeliling liontin membuat nya semakin elegan dan mewah, cocok sekali kalau nona yang memakainya." Ucap pelayan toko itu dengan ramah.
"Kami ambil yang itu saja." Ucap Damian dari belakang Litha.
"Baiklah, silakan di coba dulu." Sahut pelayan toko itu sambil menyerahkan kalung itu kepada Damian.
"Aku pakaikan kalungnya." Ucap Damian lembut.
Litha pun menurut. Senyum di bibirnya perlahan mengembang ketika Damian memakaikan kalung itu di lehernya. Ia memegangi liontin kalung itu.
"Cantik." Puji Litha pelan seraya menatap kalung itu yang sudah terpasang dengan indah di lehernya.
Damian membalikkan tubuh gadis itu. "Lebih cantik kan yang memakainya.
Litha tersenyum malu-malu.
💕 flashback off 💕
Litha turun dari mobil. "Terimakasih." ucapnya tangannya beralih mencengkeram tali tasnya. Ia masih merasa gugup dengan kejadian di toko perhiasan tadi.
"Setelah ini langsung mandi, makan terus istirahat, jangan sampai kecapekan." Ucap Damian penuh perhatian sebelum dia melajukan mobilnya untuk pulang kerumahnya karena tadi sebelum berangkat menemui Litha papanya sudah mewanti-wanti agar pulang kerumahnya.
__ADS_1
Sesampainya di dalam rumah Litha langsung menuju kamarnya dan membersihkan diri setelah itu ia keluar dari kamarnya untuk makan malam bersama kedua orang tuanya.
"Malam bunda." Ucapnya sambil mendudukkan dirinya di kursi meja makan dengan bersenandung.
"Happy sekali anak bunda!" Tanya bunda meletakkan segelas air putih di hadapan anak gadisnya.
"Ya, Litha bahagia Bun, karena buku yang Litha cari dari kemarin sudah Litha dapatkan." Jawab Litha jujur apa adanya dengan tersenyum.
"Bunda ngga makan!" tanya nya lagi.
"Kamu makan dulu, bunda nunggu ayah." jawabnya.
Setelah makan Litha menuju kamarnya dan mempersiapkan pelajaran untuk besok dan dia tanpa sengaja menoleh kearah cermin yang ada di sebelah meja belajarnya dan melihat kalung yang melingkar di lehernya kemudian dia meraba dan senyum senyum sendiri
Litha berjalan ke arah balkon yang masih setia memegang liontin itu dan duduk di sana.
Di tempat lain. tepatnya di rumah kediaman keluarga Damian . Dua pria dewasa beda generasi itu sedang membicarakan sesuatu yang amat serius di ruang kerjanya.
" Hanya kamu yang papa andalkan dami , papa yakin kamu bisa ." Ujar papanya.
" Kamu nyuruh Dean yang pergi,! kamu ngga lihat kakak ipar kamu lagi lagi hamil tua." Ucap papanya agak kesal.
"Bukan gitu maksud Damian pa , Damian masih ada urusan di sini yang belum Damian selesaikan."
"Memang nya masalah apa itu ,apa segitu pentingnya sehingga kamu bisa mengabaikan perusahaan demi masalah mu itu !" ucap papanya kesal .
" ya baiklah, kapan Damian harus berangkat?"
"Besok pagi."
"Haa, besok pagi!!!" Ucapnya kaget
"Lebih cepat lebih bagus,biar cepat kelar itu masalah yang di sana ." Ujar papanya menyuruh Damian mempersiapkan keperluan yang harus di bawa besok.
Setelah papanya menyuruh pergi dari ruang kerjanya Damian langsung menuju kamarnya dan menghubungi seseorang nona cantik itu nama yang tertera di kontak Damian.
__ADS_1
"Apa kita bisa ketemu?"
💗nona cantik💗
"Sekarang!!"
"Iya, sekarang."
💗nona cantik💗
"Maaf gue ngga bisa ini sudah malam."
"Baiklah,tapi jangan tidur dulu sebentar lagi aku sampai ." tanpa menunggu balasan dari Litha Damian sudah menutup percakapannya.
Tiga puluh menit kemudian sebuah mobil sedan terparkir di samping rumah keluarga Siahaan.
telpon Litha bergetar drrrttt....
Cowok itu???
"Aku ada di samping rumah kamu , bisa keluar sebentar!"
"Apa sih maunya tuh cowok , heran gue , tadi katanya suruh cepat tidur jangan kecapekan, ehh sekarang malah nongol pengen ketemu." omelnya tapi dia tetap melangkah kan kakinya keluar dari kamar menemui Damian.
Damian melihat seseorang keluar dari dalam rumah, setelah tahu siapa yang keluar dari rumah Damian pun keluar dari mobilnya dan menghampiri Litha .
❤️
❤️
❤️
❤️
Terimakasih yang sudah mampir🙏🙏🙏 tetap dan tidak pernah bosan jangan lupa tinggalkan jejak ya.....
__ADS_1
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️